Serba-Serbi Kuret
Bila dilakukan oleh ahlinya, kuret akan berjalan dengan baik.
Banyak ibu yang menganggap kalau kuret hanya merupakan tindakan untuk menggugurkan kandungan. Ini keliru sebab kuret bisa dilakukan untuk banyak kasus, seperti diduga mengalami endometrium, ada sisa plasenta yang tertinggal, juga karena kasus abortus (keguguran) yang tak dikehendaki (janin mati di dalam kandungan). Jika ibu merasa ada gangguan dengan rahim dan perlu dilakukan tindakan, se-baiknya jangan takut untuk dikuret supaya kesehatan ibu tetap terpelihara dengan baik. Tentu saja asal dilakukan oleh ahlinya.Sebenarnya apa sih yang dimaksud kuret? Kuret atau kuretase adalah sebuah tindakan medis untuk mengeluarkan jaringan atau sisa jaringan dari dalam rahim. Jaringan bisa berupa janin yang mengalami abortus, endometriosis, atau sisa plasenta yang tertinggal seusai persalinan. Kuret perlu dilakukan supaya rahim bersih dari jaringan yang tidak semestinya berada bahkan tumbuh di dalamnya. Jika rahim tak dibersihkan, akan memunculkan gangguan seperti nyeri dan perdarahan. Memang, ada obat yang bisa menghentikan perdarahan, namun sewaktu-waktu perdarahan bisa muncul kembali.
Perdarahan terlalu yang banyak dapat membahayakan keselamatan jiwa ibu. Belum lagi risiko lain, infeksi misalnya. Tak hanya untuk member-sihkan rahim, kuret pun di-lakukan bisa karena alasan penegakkan medis. Contoh, seorang wanita sering mengalami perdarahan di antara dua masa menstruasi. Perdarahan yang tak semestinya ini harus didiagnosa lewat USG. Namun USG terkadang tak bisa menjawab penyebab terjadinya perdarahan. Untuk menegakkan diagnosis maka bisa dilakukan kuret guna mengambil sedikit jaringan yang ada di dalam rahim. Jaringan tersebut lalu diperiksa di dalam laboratorium sehingga dapat diketahui penyebab utamanya, apakah karena kanker atau yang lainnya. Kuret merupakan tindakan operasi yang risikonya tergolong tinggi. Karena itu, saat memu-tuskan untuk kuret, ibu harus memilih rumah sakit yang memiliki fasilitas operasi yang baik dan dokter yang benar-benar berkompeten. Hindari orang yang hanya mengaku-ngaku saja kalau dia mahir menguret padahal tak dibekali pendidikan yang cukup dalam bidang kuretase. Misalnya, dukun beranak atau oknum dokter yang melakukan malapraktik pengguguran kandungan. Padahal yang berkompeten melakukan kuret adalah dokter ahli kandungan dan kebidanan. Umumnya, setiap dokter kandungan sudah dibekali ilmu tentang kuret, jadi seharusnya setiap dokter kandungan mampu melakukannya dengan baik. Prosedur KURETASE Prosedurnya sama antara kuret karena keguguran maupun nonkeguguran. 1. PERSIAPAN SEBELUM KURETASE a. Puasa Saat akan menjalani kuretase, biasanya ibu harus mempersiapkan dirinya. Misal, berpuasa 4-6 jam sebelumnya. Tujuannya supaya perut dalam keadaan kosong sehingga kuret bisa dilakukan dengan maksimal. b. Cek adanya Perdarahan Dokter akan melakukan cek darah untuk mengetahui apakah pasien mengalami gangguan perdarahan atau tidak. Jika ada indikasi gangguan perdarahan, kuret akan ditunda sampai masalah perdarahan teratasi. Namun tak menutup kemungkinan kuret segera dilakukan untuk kebaikan pasien. Biasanya akan dibentuk tim dokter sesuai dengan keahlian masing-masing, dokter kandungan, dokter bedah, dokter hematologi, yang saling berkoordinasi. Koordinasi ini akan dilakukan saat pelaksanaan kuret, pascakuret, dan sampai pasien sembuh. c. Persiapan Psikologis Setiap ibu memiliki pengalaman berbeda dalam menjalani kuret. Ada yang bilang kuret sangat menyakitkan sehingga ia kapok untuk mengalaminya lagi. Tetapi ada pula yang biasa-biasa saja. Sebenarnya, seperti halnya persalinan normal, sakit tidaknya kuret sangat individual. Sebab, segi psikis sangat berperan dalam menentukan hal ini. Bila ibu sudah ketakutan bahkan syok lebih dulu sebelum kuret, maka munculnya rasa sakit sangat mungkin terjadi. Sebab rasa takut akan menambah kuat rasa sakit. Bila ketakutannya begitu luar biasa, maka obat bius yang diberikan bisa tidak mempan karena secara psikis rasa takutnya sudah bekerja lebih dahulu. Walhasil, dokter akan menambah dosisnya. Sebaliknya, bila saat akan dilakukan kuret ibu bisa tenang dan bisa mengatasi rasa takut, biasanya rasa sakit bisa teratasi dengan baik. Meskipun obat bius yang diberikan kecil sudah bisa bekerja dengan baik. Untuk itu sebaiknya sebelum menjalani kuret ibu harus mempersiapkan psikisnya dahulu supaya kuret dapat berjalan dengan baik. Persiapan psikis bisa dengan berusaha menenangkan diri untuk mengatasi rasa takut, pahami bahwa kuret adalah jalan yang terbaik untuk mengatasi masalah yang ada. Sangat baik bila ibu meminta bantuan kepada orang terdekat seperti suami, orangtua, sahabat, dan lainnya. Bila diperlukan, gunakan jasa psikolog apabila ibu tak yakin dapat mengatasi masalah ini sendirian. d. Minta Penjelasan Dokter Hal lain yang perlu dilakukan adalah meminta penjelasan kepada dokter secara lengkap, mulai apa itu kuret, alasan kenapa harus dikuret, persiapan yang harus dilakukan, hingga masalah atau risiko yang mungkin timbul. Jangan takut memintanya karena dokter wajib menjelaskan segala sesuatu tentang kuret. Dengan penjelasan lengkap diharapkan dapat membuat ibu lebih memahami dan bisa lebih tenang dalam pelaksanaan kuret. 2. SAAT KURETASE Sebelum dilakukan kuretase, biasanya pasien akan diberikan obat anestesi (dibius) secara total dengan jangka waktu singkat, sekitar 2-3 jam. Setelah pasien terbius, barulah proses kuretase dilakukan. Ketika melakukan kuret, ada 2 pilihan alat bantu bagi dokter. Pertama, sendok kuret dan kanula/selang. Sendok kuret biasanya dipilih oleh dokter untuk mengeluarkan janin yang usianya lebih dari 8 minggu karena pembersihannya bisa lebih maksimal. Sedangkan sendok kanula lebih dipilih untuk mengeluarkan janin yang berusia di bawah 8 minggu, sisa plasenta, atau kasus endometrium. Alat kuretasebaik sendok maupun selangdimasukkan ke dalam rahim lewat vagina. Bila menggunakan sendok, dinding rahim akan dikerok dengan cara melingkar searah jarum jam sampai bersih. Langkah ini harus dilakukan dengan saksama supaya tak ada sisa jaringan yang tertinggal. Bila sudah berbunyi “krok-krok” (beradunya sendok kuret dengan otot rahim) menunjukkan kuret hampir selesai. Sedikit berbeda dengan selang, bukan dikerok melainkan disedot secara melingkar searah jarum jam. Umumnya kuret memakan waktu sekitar 10-15 menit. 3. PERAWATAN PASCAKURETASE Perawata usai kuretase pada umumnya sama dengan operasi-operasi lain. Misal, ibu harus menjaga bekas operasinya dengan baik, tidak melakukan aktivitas yang terlalu berat, tidak melakukan hubungan intim untuk jangka waktu tertentu sampai keluhannya benar-benar hilang, dan meminum obat secara teratur. Obat yang diberikan biasanya adalah antibiotik dan penghilang rasa sakit. Jika ternyata muncul keluhan, sakit yang terus berkepanjangan atau muncul perdarahan, segeralah memeriksakan diri ke dokter. Mungkin perlu dilakukan tindakan kuret yang kedua karena bisa saja ada sisa jaringan yang tertinggal. Jika keluhan tak muncul, biasanya kuret berjalan dengan baik dan pasien tinggal menunggu kesembuhannya. Dampak KURET Terkadang kuret tidak berjalan lancar. Meskipun telah dilakukan oleh dokter kandungan yang sudah dibekali ilmu kuret namun kekeliruan bisa saja terjadi. Bisa saja pada saat melakukannya dokter kurang teliti, terburu-buru, atau jaringan sudah kaku atau membatu seperti pada kasus abortus yang tidak ditangani dengan cepat. Berikut adalah dampaknya. + Perdarahan Bila saat kuret jaringan tidak diambil dengan bersih, dikhawatirkan terjadi perdarahan. Untuk itu jaringan harus diambil dengan bersih dan tidak boleh tersisa sedikit pun. Bila ada sisa kemudian terjadi perdarahan, maka kuret kedua harus segera dilakukan. Biasanya hal ini terjadi pada kasus jaringan yang sudah membatu. Banyak dokter kesulitan melakukan pembersihan dalam sekali tindakan sehingga ada jaringan yang tersisa. Namun biasanya bila dokter tidak yakin sudah bersih, dia akan memberi tahu kepada si ibu, “Jika terjadi perdarahan maka segera datang lagi ke dokter.” + Cerukan di Dinding Rahim Pengerokan jaringan pun harus tepat sasaran, jangan sampai meninggalkan cerukan di dinding rahim. Jika menyisakan cerukan, dikhawatirkan akan mengganggu kesehatan rahim. + Gangguan Haid Jika pengerokan yang dilakukan sampai menyentuh selaput otot rahim, dikhawatirkan akan mengganggu kelancaran siklus haid. + Infeksi Jika jaringan tersisa di dalam rahim, muncul luka, cerukan, dikhawatirkan bisa memicu terjadinya infeksi. Sebab, kuman senang sekali dengan daerah-daerah yang basah oleh cairan seperti darah. + Kanker Sebenarnya kecil kemungkinan terjadi kanker, hanya sekitar 1%. Namun bila kuret tidak dilakukan dengan baik, ada sisa yang tertinggal kemudian tidak mendapatkan penanganan yang tepat, bisa saja memicu munculnya kanker. Disebut kanker trofoblast atau kanker yang disebabkan oleh sisa plasenta yang ada di dinding rahim. DAPAT Hamil Kembali Setelah menjalani kuret, ibu tetap bisa hamil dan memiliki anak lagi. Asal kondisi organ reproduksinya baik, ditambah dengan masa subur yang tidak bermasalah. Bila ada yang bilang usai kuret tak bisa hamil lagi itu keliru. Penyebab sulit hamil, mungkin ada masalah dengan organ reproduksi atau ada masalah kesuburan. Namun, seusai kuret ibu dianjurkan untuk mengistirahatkan rahimnya dahulu sampai benar-benar sehat dan siap hamil. Terutama bila kuret dilakukan pada saat kondisi kehamilan tua karena kondisi uterus sudah membesar sehingga perlu istirahat. Namun bila kuret dilakukan pada saat kehamilan masih muda (batasannya hingga 20 minggu) kehamilan bisa dilakukan lebih cepat jika ibu sudah merasa siap. Irfan Hasuki. Ilustrator Pugoeh Narasumber: Dr. Bambang Fajar, Sp.OG., dari RS Internasional Bintaro Tangerang Banten |
Banyak ibu yang menganggap kalau kuret hanya merupakan tindakan untuk menggugurkan kandungan. Ini keliru sebab kuret bisa dilakukan untuk banyak kasus, seperti diduga mengalami endometrium, ada sisa plasenta yang tertinggal, juga karena kasus abortus (keguguran) yang tak dikehendaki (janin mati di dalam kandungan). Jika ibu merasa ada gangguan dengan rahim dan perlu dilakukan tindakan, se-baiknya jangan takut untuk dikuret supaya kesehatan ibu tetap terpelihara dengan baik. Tentu saja asal dilakukan oleh ahlinya.Sebenarnya apa sih yang dimaksud kuret? Kuret atau kuretase adalah sebuah tindakan medis untuk mengeluarkan jaringan atau sisa jaringan dari dalam rahim. Jaringan bisa berupa janin yang mengalami abortus, endometriosis, atau sisa plasenta yang tertinggal seusai persalinan. Kuret perlu dilakukan supaya rahim bersih dari jaringan yang tidak semestinya berada bahkan tumbuh di dalamnya. Jika rahim tak dibersihkan, akan memunculkan gangguan seperti nyeri dan perdarahan. Memang, ada obat yang bisa menghentikan perdarahan, namun sewaktu-waktu perdarahan bisa muncul kembali.



Besok, tgl 21 januari 2012 saya akan menjalani kuret. Padahal ini hamil pertama sy. Sy mengalami BO (blank ovum) yg menyebabkan janin didalam rahim sy tidak berkembang dengan normal. Melihat tulisan teman2, sy sedikit khawatir, tapi semuanya sy serahkan kepada tuhan, semoga semuanya bs berjalan dengan lancar dan berakhir dengan sempurna. Amin.
sy msh trauma dg kuret..entah kpn bs hilang, alhamdulillah sy bs hidup,anak selamat dan sy bisa ketemu anak2 lg…terimakasih ya allah…
Maaf bu saya mw tanya …
Kmrn saya di kuret …
Yang ingin saya tanyakan ..
1. Saat sesudah kuret saya pendarahan, tapi tidak berlangsung lama hanya 1 hari …
Dan hari kedua darahnya sudah berhenti, yg saya tanyakan apakah ini normal bu ?
2. Saya juga sempat demam kemarin tapi juga hanya hari pertama, hari kedua kondisi saya juga sudah membaik ..
Apakah ini juga normal bu ?
Mohon penjelasannya y bu …
Makasih sebelumnya bu …
Sekedar share aja…
Saat usia kehamilan sy menginjak 7 minggu, sy ngeflek lama kelamaan keluar gumpalan darah. Kata dokter janinnya hancur, dan harus di kuret. Dengar2 tentang kuret, awalnya sy takut bukan kepalang. Tp karena tim dokternya sangat ramah dan meyakinkan sy bhwa proses kuretnya tidak sakit, akhirnya sy tenang.
Pertama sy hrs mnjalani puasa dan istirahat slama beberapa jam dan di suntik antibiotik. Beberapa jam kemudian, sy di beri obat yg dimasukkan ke anus. Lalu saya di beri suntikan bius. Proses kuretnya 10-15 menit. Dan tak lama kemudian sy sadar. Tak terasa nyeri SEDIKITPuN. Pendarahannya pun sangat sedikit, dan sekarang hampir tidak ada.
4 hari kedepan sy hrs kontrol lg. Mohon doanya yaa. Mudah-mudahan sy sehat total kembali.
Usia saya 23 th,saya kuret pada tgl 11 october 2011,tp sya blm cek up ke Obgyn saya,tp gak da keluhan apa”,tgl 19 sya hubungan intim dgn suami,tp spermanya keluar nya diluar,apa itu jg bermasalah.
penjelasan yang sangat bagus
saya berumur 21 tahun
berapa hari yang lalu saya baru menjalani kuret ke dokter kandungan yang sudah ahli di rumah sakit besar di daerah jakarta,
saya mengalami keguguran pada usia kehamilan 2 bulan lebih.
saya pergi ke dokter 1 hari setelah saya mengalami pendarahan dan hari itu juga saya langsung di kuret
pada awalnya saya takut dengan desas desus tentang pengkuretan
pada awalnya tangan sebelah kanan saya disuntik untuk dimasukan infus, ketika semua dokter sudah berkumpil baru suntikan bius di masukan kedalam infus tadi selang beberapa detik saya langsung tidak sadar ,
bebrapa saat saya sadar trenyata semua sudah selesai, saya benar benar tidak merasakan sakit sedikitpun, bahkan saya sampai tertawa karena kuret tidak seperti yang saya bayangkan selama ini
benar benar tidak merasa sakit sedikiitpun juga.
1 hari setelah kuret saya mengalami sedikit pendarahan dan tak ada rasa sakit sedikitpun, seperti tidak habis dilakukakn apapun.
2 hari setelah kuret pendarahan sudah berhenti
waaaaah saya benar benar salut sama dokternya.. hebat sama sekali tak ada rasa sedikitpun, bahkan 1 hari setelah kuret saya sudah bisa beraktifitas seperti biasa karna cuma trjadi pendarahan sedikit seperti sedang mens,,
saya sangat bangga dengan dokter yang menangani proses kuret saya
terima kasih dokter sonny rumah sakit husada mangga besar
saya mau cerita ttg kaka saya. Bayi dlm kandungannya meninggal, lalu dokter bilang msh ada waktu 2minggu utk ngeluarin janin tsb. Tanpa menunggu sampe 2minggu, kakak saya dirawat di RS. Tp yg bingungnya dokternya menganjurkan utk dilahirkan secara normal, ko bisa ya…napa ga langsung dikiret aza ya? Dokternya bilang krn janin baru berumur 4bulan makanya proses normal ga dicaesar. Dari jam 16.00 (tgl 26 Juli 2011) sampe jam 19.30 (tgl 27 Juli 2011) pembukaan baru 1/2. Padahal udah diinduksi & dimasukan obat dari vagina. Akhirnya tgl 28 Juli 2011, denger kabar klo semalem telah dilakukan kiret dgn bius lokal, krn pembukaan cuma 1. padahal sdh di RS 12jam lebih. Makanya dokter ambil tindakan tsb. Yg menjadi pertanyaan adl kenapa ga dari awal dikiret aza atau memang prosedurnya harus spt itu. Mohon bantuannya.Tx all
nice info ^_^
sejujurnya saya masih takut mendengar desas desus bahwa seorang wanita akan sulit hamil setelah melakukan kuret..
karena sebelumnya,saya tidak pernah hamil.kemaren adalah kehamilan pertama tapi saya harus menjalankan kuret karena kesehatan saya tak mendukung untuk melanjutkan kehamilan..saya menjalani kuret di dokter kandungan dikota saya.prosesnya sedikit menyakitkan.awalnya disuntik obat di pinggang sebelah kanan dan kiri,kemudian dimasukkan obat di anus.saya kira itu bius tapi ternyata tidak.saya masih merasakan sakit ketika saya dikuret,dan ketika proses berlangsung,saya sadar2 saja.kemudian saya ,mengalami pendarahan terus menerus sampai 3 bulan kedepan dan akhirnya pendarahannya berhenti.
sekedar info, saya telah dua kali melakukan kuret. kedua-duanya karena BO (hamil kosong). kuret pertama saya lakukan di luar negeri. dan sama sekali tidak sakit. dilakukan dengan sangat profesional. pertama dimasukan obat cair melalui vagina. tujuannya supaya ada pembukaan rahim. itu penting agar saat kuret, rahim tidak dibuka paksa. 3 jam kemudian rahim mulai kontraksi dan bisa mulai kuret. bius nya hanya 15menit, setelah bangun masih bedrest 1jam. kemudian saya sudah bisa pulang, dengan kondisi normal tanpa rasa sakit, letih, apapun. pasca kuret masih ada sedikit pendarahan selama dua hari. pada hari ketiga sudah bersih sama sekali.
kuret kedua, saya lakukan di kota tempat tinggal saya, karena kondisi hamil yg letih membuatku tak sanggup ke luar negeri (walaupun dekat dari kota). kali ini saya diberi obat makan yg tujuanya juga untuk membuka rahim. setelah makan obat saya merasa pusing sekali dan mual. dalam 3 jam saya muntah-muntah terus. lalu saya segera menuju ke rumah sakit. kali ini juga dibius, tetapi bius yg dilakukan membuatku kesakitan sekali. sesudha sadar, saya juga masih muntah, dan sepulangnya ke rumah pada malam hari, saya muntah lagi. sungguh berat pasca kuret kali ini yang kurasakan. setelah kuret pun masih ada pendarahan di vagina, walaupun sedikit. tetapi tiap hari tetap ada. dan saya juga agak heran karena masih sering merasa perut kembung dan sedikit mual seperti saat hamil. seminggu kemudian saya kontrol ke dokter, setelah usg, dokter bilang rahim sudah bersih. akan tetapi tetap ada flek yg keluar setiap hari. minggu ke-2, saya kembali ke dokter, usg lagi, dan tetap dinyatakan bersih. dokter membersihkan bagian dalam vagina dengan cairan betadin. setelah itu flek tetap tak kunjung berhenti. saya mulai kuatir, karena pada kuret pertama tidak seperti ini. saya putuskan check up ke 3 orang dokter lagi di luar negeri. sungguh terkejut ketika ke-3 dokter tersebut menyatakan hal yg sama, yakni kuret yg dilakukan tidak bersih sama sekali. masih banyak yg tersisa. itu terlihat dari usg dan tes darah, yg mana hormon HCG masih di atas 100. ini menjelaskan kenapa saya masih merasakan mual-mual selayaknya hamil.dan karena sudah lewat hampir 3 minggu, sisa-sisa hamil tersebut sudah mulai mengeras, yg membuat kuret kedua jauh lebih berbahaya. sungguh tak kuduga. sia-sia saja saya melakukan kuret pada dokter di kota saya.
kembali saya menjalankan kuret, saya pilih dilakukan oleh dokter yg melakukan kuret pada kehamilan saya yg pertama. kuret kedua ini saya jalankan dengan sangat lancar, pasca kuret tanpa rasa sakit, pusing, mual, dan muntah.
seminggu kemudian , dokter menyatakan rahim saya sudah bersih. hanya saya mesti kontrol selama 2 bulan kedepan. saya sangat bersyukur, karena bisa ditangani dokter yg sungguh ahli. semula saya sangat kuatir kuret yg tidak bersih menyebabkan gangguan pada rahim saya. padahal saya belum punya anak.
sekarang saya agak lega.
saya hanya sharing kepada teman-teman, jangan anggap sepele kuret. bila harus dokter, cari opsi kedua atau ketiga ke dokter lain dan cari info dari teman2 yg pernah kuret. baru putuskan mau ditangani siapa. karena mungkin tidak semua dokter ahli melakukan kuret walaupun seorang dokter kandungan.
seperti yg telah ku alami, sungguh jauh bedanya selayaknya ditangani seorang amatir dan profesional.
semoga berguna bagi semuanya.
terima kasih.
saya juga punya pengalaman kuret. tgl 8 februari kemarin kejadiannya dini hari saya terbangun dan merasa ada pendarahan berlebihan. perut juga terasa mencengkeram. begitu saya terbangun dan jalan ke luar kamar tiba-tiba saya merasakan ada gumpalan darah yang keluar. ketika saya cek di kamar mandi ternyata sudah keluar gumpalan darah dan cairan darah yang lain mengalir terus menerus. saya memang sudah pendarahan selama 9 hari, ini pendarahan yang kedua. flek yang pertama terjadi seminggu sebelumnya yang itu cuma tiga hari. awalnya sih cuma ngeflek biasa. sudah dikonsultasikan ke dokter kandungan. cek yang pertama belum ada maslah berarti, kandungan saya masih normal, saya diminta bedrest. flek yang kedua katanya janin saya ga berkembang malah menyusut. keesokan harinya pendarahan makin banyak sepeti orang menstruasi. tiga hari kemudian saya ke dokter kandungan lagi, janin saya ukurannya bertambah 8 mm. berubah bentuknya, tapi saya memahami gambarnya janin saya kok seperti terlihat hancur. bahkan ketika lihat hasil usgnya saya langsung komen: kok janinnya tinggal separo. saya diminta dokter cek up lagi satu minggu kemudian, tapi dokter berpesan kalau dalam seminggu terjadi pendarahan hebat saya harus ke IGD. lima hari kemudian terjadi pendarahan hebat. saya di bawa ke IGD. begitu sampai di beri obat yang dimasukkan lewat anus. alhamdulillah dari pukul 02.00 tiba di IGD sampai sebelum waktu kuret jam 8.30 saya tidak merasakan nyeri. begitupun setelah di kuret. namun sehari kemudian sampai hari ke tiga saya merasakan nyeri di perut. itu pun cuma saat buang air kecil.hari kempat sudah tidak nyeri lagi.pasca kuret masih keluar flek sampai kesokan harinya. itupun tidak banyak. dua hari kemudia keluar lagi sdikit dan hitam warnanya. kemudian tidak keluar lagi. sampai 7 hari kemudian saya kontrol lagi, dokter menyatakan rahim saya sudah tidak bermasalah. cuma kistanya masih ada dan kistanya akan dievaluasi lagi tiga bulan kemudian. jadi 3 bulan lagi saya harus kontrol. Dokter juga mengatakan boleh berhubungan intim jika sudah tidak keluar darah. Dokter juga pesan jangan menunda kehamilan setelah menstruasinya dateng lagi. Dokter juga berharap semoga tiga bulan kontrol itu saya sudah hamil lagi. saya pulang dengan hati yang tenang. esoknya saya sudah melakukan hubungan intim dengan suami. keesokannya lagi kami berhubungan intim yan gini kok seperti keluar sedikit darah setelah berhubungan. saya ketahui menempelpada pakaian saya karena setelah berhubungan saya langsung tertidur dan tidak memakai pakaian dalam lagi. berbahayakah darah yang keluar itu? sampai seminggu kemudian sudah tidak ada lagi darah keluar. terimakasih sharingnya
)