Cara Bayi Memahami Kata-kata Ibunya


Memiliki dan mengasuh bayi adalah saat-saat yang sangat membahagiakan bagi seorang ibu. Setelah lebih dari Sembilan bulan berada dalam rahimnya, akhirnya lahirlah seorang bayi mungil dan lemah namun sangat menakjubkan. Sebagai seorang ibu, mengurus bayi adalah tugas mulia yang menjadi kegiatan sehari-harinya.

Oleh karena itu sudah tentu seorang ibu mengenal sifat dan kebiasaan bayinya melebihi orang lain. Sejak lahir, sebenarnya bayi telah dapat diajak berkomunikasi terutama oleh ibunya. Karena ibunya lah yang sehari-hari bersamanya serta menyusuinya. Walaupun bayi baru lahir belum dapat melihat dengan sempurna, namun bayi memahami suara ibu bahkan suhu tubuh dan bau sang ibu. Oleh karena itu seringkali bayi yang menangis menjadi diam setelah mendengar suara ibunya, karena bayi memahami suara ibu.

Berbicara dengan bayi sangat penting bagi bayi, dengan cara ini bayi akan banyak belajar cara berbicara, memahami kata-kata, dan menirukannya. Bayi yang jarang diajak bicara umumnya mengalami kelambatan dalam berbicara bahkan setelah umurnya 2 tahun lebih. Bayi usia 6 bulan sudah dapat dikenalkan dengan berbagai macam nama-nama benda. Dan Anda akan terkejut ketika Anda menyebutkan suatu nama benda pada bayi Anda, dan bayi Anda menunjuk benda tersebut dengan benar. Bayi mampu menghafal suatu nama benda bersamaan dengan itu mengingat bentuk benda tersebut.

Bahkan kadang-kadang dia ikut mengucapkannya meskipun hanya suku kata terakhir dan tidak jelas. Selain itu usaha bayi memahami suara ibu dengan cara mengingat nada bicara sang ibu, melihat mimik wajah ibu, dan isyarat. Misalnya ketika bayi merangkak keluar rumah lalu ibu mengucapkan kata “Jangan!” dengan nada suara agak keras disertai dengan menahan anak supaya tidak keluar. Maka bayi akan mengingat bahwa kata “jangan” dengan intonasi seperti itu artinya adalah bahwa dia tidak boleh melakukan perbuatan tersebut. Namun hal ini harus dilatih berulang-ulang.

Berbicara dengan bayi bisa juga dengan mimik wajah. Bayi bisa membedakan wajah ibunya saat marah dan saat senang. Bayi akan menangis bila ibunya melotot padanya, dan sebaliknya dia akan senang dan gembira bila ibunya tersenyum. Selain berbicara dengan bayi, seorang ibu juga harus bisa mengetahui arti tangisan bayi. Tangisan bayi memiliki arti yang bermacam-macam, dan ibu adalah orang yang paling memahaminya. Arti tangisan bayi bisa diketahui lewat volume suara, intonasi, mimik wajah, dan gerakan bayi. Jadi hendaknya seorang ibu tahu apakah bayinya menangis karena haus, lapar, sakit, takut, bosan, atau hanya sekedar tangisan manja seorang bayi yang ingin diperhatikan.[]

::bayi.co::

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s