Pilih Mana: Meredam atau Menyalurkan Nafsu Seks?


Tanya:

Askum tad, saya laki2 umur 25 tahun sering onani, sya melakukannya karna takut zina, dan tdk kuat menahan nafsu, sbnrxya saya ud melakukan puasa. mau nikah msh blm punya biaya, dosa besarkah sy? dan bgmn cara meredam nafsu? (0857314XXXXX)

AsSlm.. Mlem Ustad.. Saya SiTi D wuluhan jawa timur..  Gimana supaya kita trhindar hbgn sex?? Sblmnya mkacih ustad.. WasSlm.. (0857497XXXXX)

Jawab:

‘alaikumussalam wr wb.

Berpuasa memang mampu meredam nafsu seks, khususnya buat para pemuda yang sudah ingin menikah tapi belum memiliki kemampuan untuk memikul beban nafkah dan membayar mahar.

Nabi saw bersabda, ”Wahai generasi muda, siapa saja yang telah mampu, menikahlah. Karena menikah membantu menjaga pandangan mata dan menjaga kemaluan. Bagi yang belum mampu, hendaklah ia berpuasa karena puasa dapat mengendalikan nafsu.”

Namun membiarkan diri tetap pada kondisi tidak mampu untuk menikah dan selalu meredam nafsu seks dengan puasa dan jika tak kuat menahannya lalu melakukan onani tentu bukanlah hal yang ideal.

Islam menganjurkan umatnya untuk menikah.

Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya aku menikah, makan daging, tidur, bangun (shalat malam), puasa dan berbuka. Siapa yang tidak menyukai sunnahku, maka tidak termasuk golonganku.”

Dengan menikah, seorang lelaki bisa menyalurkan nafsu seksnya ke seorang perempuan. Begitu pula sebaliknya. Hormon-hormon tubuh bisa terbangkitkan dan bekerja dengan sempurna. Maka sehatlah badan dan tenang pikirannya. Orang yang menikah dan melakukan hubungan suami istri dengan teratur biasanya terlihat awet muda. Jadi, untuk apa menghindari hubungan seks jika sudah menjadi suami atau istri? Hubungan seks suami istri bahkan berpahala.

Anna rasuulallaaHi (saw) qaala … wa laka fii jimaa’i zaujatika ajrun.

Qaaluu: Yaa rasuulallaahi aya`tii ahadunaa syahwataHu wa yakuunu laHu fiiHaa ajrun.

Qaala: araitum lau wadha’aHaa fii haraamin akaana ‘alaiHi fiiHaa wizrun? Fakadzalika idzaa wadha’aHaa fii halaalin kaana laHu ajrun.

Artinya:

Rasulullah saw telah bersabda, “Bagi kamu menyenggamai istrimu adalah satu pahala.”

Lalu para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah seseorang di antara kita menyalurkan syahwatnya akan mendapat pahala?”

Jawab beliau, “Bagaimana pendapatmu kalau dia menyalurkan syahwatnya itu pada yang haram apakah ia berdosa? Begitu pulalah jika ia meletakkannya pada yang halal, maka ia mendapat pahala.” (HR. Muslim)

Adapun jika belum menikah tentu saja tidak boleh menyalurkan nafsu seksnya ke yang bukan suami atau istrinya, karena zina termasuk dosa besar.

Jadi, jika anda pemuda, segeralah mencari nafkah agar anda bisa segera menikah dan menyalurkan nafsu seks anda dengan gembira dan berpahala. Begitu pula jika anda seorang pemudi, carilah para pemuda yang mampu menafkahi anda, agar anda bisa senang melayani suami, tenang mengandung dan merawat anaknya. Yakin, Allah SWT pasti akan menolong anda. Amin. (UMAR ABDULLAH)

::mediaislamnet::

Iklan

2 thoughts on “Pilih Mana: Meredam atau Menyalurkan Nafsu Seks?

  1. Assalamu’alaikum Ustad…

    saya pemuda yang sudah berumur 29 Tahun, saya mungkin sudah masuk dalam kategori wajib menikah dikarenakan, Hasrat yang sudah menggebu-gebu, terus dalam hal ekonomi insyaallah saya sudah mampu dan berani hidup madiri dengan seorang pendamping apalagi ortu sudah sangat menginginkan adanya seorang menantu untuk mendampingi saya, bahkan beliau menjanjikan akan berusaha memberikan saya modal tambahan jika mau menikah. tidak hanya itu, bahkan saya sudah dibuatkan rumah disebelah (Gandeng) rumah ortu untuk saya tinggali bersama istri.

    disisi lain saya mempunyai seorang calon (Pacar) yang umurnya 19 tahun… mungkin karena masih terlalu muda dia masih takut untuk menjalani mahligai rumah tangga, walau dalam pemikiran saya tahu dia cukup dewasa. disisi lain dia masih kulian semester 5 saat ini. walaupun dari keluarga calon saya tidak masalah kalau mau segera menikah. dan sudah lama saya tekankan insyaallah saya tidak akan membiarkan dia putus sekolah. karena itu adalah salah satu cita-cita keluarga dari calon saya.

    masalah sesungguhnya adalah saya secara pribadi memang sudah berada dalam masa pengen segera menikah merujuk pada kondisi saya diatas, selain itu saya pribadi takut jika kami tetap menjalin hubungan seperti saat ini (pacar) walaupun selama ini masih berada dalam koridor yang positif, akan menjerumuskan kami pada ruang-ruang maksiat, karena kita tahu bahwa semakin dekat hubungan maka akan semakin beresiko terjerumus dalam jebakan-jebakan setan.
    jujur saya sudah mencoba mencari landasan yang kuat untuk alasan kami bertahan atau segera menikah, setelah saya ubek-ubek dalil-dalil justru saya merasa bahwa dengan kedekatan ini tak ada alasan untuk menunda pernikahan, karena saya secara pribadi sudah dalam kategori (mungkin) wajib menikah, terlepas dengan siapa nantinya. saya mencoba untuk memberi pengertiankepada pasangan saya bahwa tak ada yang perlu ditakutkan, karena apa yang ingin kita lakukan (Menikah) adalah untuk menggapai Ridho Allah SWT dengan satu pegangan untuk menundukkan dan menjauhi maksiat. namun sekali lagi dia masih belum siap untuk melangkah kearah pernikahan.

    saya tidak habis pikir, bahkan pernah terbesit dibenak saya untuk mencari orang yang lebih siap dan mau untuk menjalin hubungan pernikahan, walaupun dengan sangat menyakitkan saya akan membunuh rasa cinta yang sangat amat besar kepadanya hanya untuk mencari jalan yang lebih di Ridhoi Allah SWT. namun cukup sulit bagi saya untuk lepas darinya, karena banyak hal yang saya nilai secara personaliti dia adalah orang yang sangat sesuai dengan wanita yang selama ini saya harapkan secara fisik maupun akhlaknya.

    begitu juga sebaliknya, dia selalu mengatakan bahwa dia sangat mencintai saya dan meminta saya untuk menunggunya. walaupun dia juga mengatakan jika memang saya memilih untuk mencari yang lebih siap dia akan mengihklaskan saya demi kebaikan dan niat baik saya. namun saya bukanlah orang yang kejam meninggalkan orang yang saya cintai dan mencintai saya hanya untuk tujuan pribadi. walau mungkin tujuan saya ini mungkin untuk mencari Ridho Allah SWT.

    dengan segala kerendahan hati, saya meminta kepada Ustad untuk memberikan pencerahan terhadap permasalahan yang saya hadapi. karena jujur saya merasa tersiksa berada dalam kondisi seperti ini, ibarat berada dalam sebuah persimpangan dan peperangan bathin yang tiada henti.

    terima kasih sebelumnya atas pencerahan dan nasehat yang diberikan…

    wassalam…

    Si Doel

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s