Mabuk Pagi, Ibu Hamil Bisa Kurang Gizi


Berbadan dua tidak berarti si ibu harus mengonsumsi makanan dua kali lipat jumlahnya. “Makan untuk berdua” lebih tepat dipahami sebagai memenuhi kebutuhan zat-zat gizi yang lebih tinggi dari sebelumnya, agar ibu sehat dan bayi lahir sehat dan cerdas. Tapi, gara-gara morning sickness, ibu hamil sering mengabaikan kebutuhan gizi.

Dok. Nakita

Awal kehamilan ditandai dengan berhentinya haid disusul dengan perubahan fisik lainnya. Perubahan muncul pada minggu ke-5 sampai ke-6 masa kehamilan karena hormon-hormon kehamilan dalam tubuh mulai aktif bekerja. Payudara mulai terasa lebih berisi, kenyal, dan sensitif. Setelah genap dua minggu tidak haid, biasanya timbul sejumlah benjolan kecil pada arcola (daerah hitam sekitar puting) disertai pembuluh darah yang tampak lebih nyata pada payudara. Gejala berikutnya, kebiasaan sering buang air kecil, tidak hanya siang tapi juga malam hari.

Saat kehamilan memasuki usia empat bulan, umumnya terjadi morning sickness, ditandai dengan tubuh terasa lemas, pusing, dan mual bahkan sampai muntah di pagi hari atau bahkan sepanjang hari. Namun, “mabuk pagi” ini sifatnya individual; gejala itu cuma dialami 50 – 90% wanita.

Ketika morning sickness muncul itulah banyak ibu atau calon ibu sering (tak sengaja) mengabaikan kebutuhan gizinya. Padahal, pada trimester pertama ini kebutuhan gizi justru perlu perhatian lebih, baik dari segi jumlah maupun mutu makanannya.

Gizi perkembangan janin

Trimester pertama kehamilan merupakan masa penyesuaian seorang perempuan terhadap kehamilannya. Pertumbuhan janin pada tiga bulan pertama ini masih berlangsung lambat, sehingga kebutuhan gizinya juga belum begitu besar. Bahkan boleh dikatakan pada periode ini kebutuhan gizi calon ibu masih sama dengan wanita dewasa biasa. Hanya saja, seluruh zat gizi yang dikonsumsinya harus memenuhi kebutuhan janin. Kekurangan gizi tertentu atau terkonsumsinya zat adiktif berbahaya bisa menyebabkan kegagalan pembentukan organ yang sempurna.

Lahir dengan organ sempurna pun belum jadi jaminan. Menurut hipotesis Prof. David Barker dkk. dari Inggris, bayi dengan bobot badan lahir rendah (kurang dari 2,5 kg), atau bobot badan di bawah standar usia satu tahun sangat berisiko terkena diabetes, penyakit jantung, hipertensi di usia dewasa nanti.

Tak bisa tidak, gizi itu boleh dikata mahapenting karena menentukan nasib si jabang bayi di kemudian hari. Pada trimester pertama kebutuhan zat gizi yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:

Kalori

Kalori dibutuhkan untuk perubahan dalam tubuh ibu hamil, meliputi pembentukan sel-sel baru, pengaliran makanan dari pembuluh darah ibu ke pembuluh darah janin melalui plasenta dan pembentukan enzim serta hormon yang mengatur pertumbuhan janin. Selama trimester pertama, wanita hamil perlu tambahan bobot badan sebanyak 0,5 kg setiap minggu. Berdasarkan Angka Kecukupan Gizi rata-rata yang dianjurkan (Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi VI, 1998), ibu hamil perlu tambahan 285 Kkal setiap hari atau sama dengan 2.485 Kkal per hari. Bandingkan dengan wanita dewasa (20 – 45 tahun) dalam keadaan normal tidak hamil yang hanya membutuhkan energi 2.200 Kkal.

Protein

Untuk membangun sel-sel baru janin, termasuk sel darah, kulit, rambut, kuku, dan jaringan otot dibutuhkan protein. Protein juga diperlukan plasenta untuk membawa makanan ke janin dan juga pengaturan hormon sang ibu dan janin. Tambahan protein yang dibutuhkan setiap hari adalah 60 g atau 12 g lebih banyak ketimbang wanita dewasa tak hamil. Protein dapat diperoleh dari bahan makanan seperti daging, keju, ikan, telur, kacang-kacangan, tahu, tempe, dan oncom.

Vitamin dan mineral

Diperlukan vitamin dan mineral yang merupakan zat gizi penting selama hamil. Vitamin A dalam jumlah optimal diperlukan untuk pertumbuhan janin. Tidak kalah penting vitamin B1 dan B2 serta niasin yang diperlukan dalam proses metabolisme tubuh. Sedangkan vitamin B6 dan B12 berguna untuk mengatur penggunaan protein oleh tubuh. Vitamin C penting untuk membantu penyerapan zat besi selama hamil untuk mencegah anemia.

Untuk pembentukan tulang serta persendian janin diperlukan vitamin D yang membantu penyerapan kalsium. Kalsium penting untuk pertumbuhan tulang dan gigi janin. Zat kapur ini banyak terdapat pada susu dan olahannya serta kacang-kacangan.

Sementara itu vitamin E diperlukan untuk pembentukan sel-sel darah merah serta melindungi lemak dari kerusakan. Asam folat dan seng penting untuk pertumbuhan susunan saraf pusat sehingga konsumsi makanan yang banyak mengandung asam folat dapat mengurangi risiko kelainan susunan saraf pusat dan otak janin. Makanan yang kaya akan asam folat misalnya jeruk, pisang, brokoli, wortel, dan tomat.

Perlu diketahui, asam folat dalam buah-buahan dan sayuran segar mudah rusak akibat proses pemasakan dan pemanasan. Karena itu buah dan sayuran lebih baik dikonsumsi dalam keadaan segar.

Pasokan zat besi juga tidak kalah penting karena pada masa hamil volume darah ibu akan meningkat 30%. Di samping itu plasenta pun harus mengalirkan cukup zat besi untuk perkembangan janin.

Kecukupan darah menjadi amat penting, karena perlu diingat, ketika melahirkan, karena bakal banyak kehilangan darah sang ibu jangan sampai mengalami anemia.

Serat

Konsumsi serat banyak terdapat pada buah dan sayuran, berguna untuk membantu kerja sistem ekskresi sehingga mudah buang air besar.

Air

Dalam keadaan normal saja, kita dianjurkan untuk minum delapan gelas air putih sehari. Apalagi untuk wanita hamil. Kebutuhannya akan air perlu diperhatikan benar. Kekurangan air (dehidrasi) harus segera ditanggulangi, karena dalam masa kehamilan muda ada kalanya terjadi muntah-muntah sehingga banyak mengeluarkan cairan tubuh.

Otak berkembang pesat

Dengan gizi cukup, kondisi ibu dan perkembangan janin akan baik. (Dok. Nakita)

Pada trimester kedua dan ketiga, ketika masa morning sickness telah berlalu, biasanya ibu hamil sudah mulai dapat menikmati makanan dan merasakan gerakan janin dalam perut. Pada trimester kedua ini pertumbuhan janin pun berlangsung sangat cepat. Boleh dikatakan, separuh dari penambahan bobot badan ibu selama hamil terjadi pada bulan ke-6 dan ke-7. Ibu hamil yang mengalami kekurangan gizi pada usia kehamilan ini, bisa jadi akan “menularkan” derita yang sama pada sang janin yang dikandungnya. Sebagai patokan, bobot badan ibu hamil kurang dari 45 kg pada trimester ketiga menunjukkan kekurangan energi kronis.

Kebutuhan zat gizi pada trimester kedua dan ketiga ini juga perlu diperhatikan karena erat kaitannya dengan perkembangan intelegensia janin. Pasalnya, pada usia kehamilan 15 – 20 minggu, otak janin mengalami pertumbuhan pesat sekali. Bahkan memasuki kehamilan minggu ke-30 sampai bayi berusia 18 bulan, otak mengalami fase pertumbuhan pesat kedua.

Berbeda dengan kebutuhan gizi pada trimester pertama, memasuki trimester kedua dan ketiga ibu hamil membutuhkan zat gizi sebagai berikut:

Kalori

Tubuh membutuhkan tambahan 285 kalori setiap hari dibandingkan dengan sebelum hamil. Konsumsi makanan ini setidaknya menghasilkan pertambahan bobot badan sekitar 8 – 15 kg sampai akhir trimester ketiga. Sejak trimester kedua ini, diusahakan untuk menambah bobot ½ kg setiap minggu. Di akhir bulan kehamilan, konsumsi karbohidrat (50 – 60% dari total kalori) diperlukan dalam takaran yang cukup untuk persiapan tenaga ibu dalam masa persalinan.

Protein

Protein penting untuk pertumbuhan janin dan plasenta, juga untuk memenuhi kebutuhan suplai darah merah. Kebutuhan protein didapat dari bahan makanan hewani seperti daging, ikan, telur, dan nabati seperti kacang-kacangan, tahu, dan tempe.

Vitamin dan mineral

Pada trimester ketiga, tubuh membutuhkan vitamin B6 dalam jumlah banyak dibandingkan sebelum hamil. Vitamin ini dibutuhkan untuk membentuk protein dari asam amino, darah merah, saraf otak, dan otot-otot tubuh. Bila protein tercukupi, maka kebutuhan vitamin B6 akan tercukupi pula. Makanan yang banyak mengandung vitamin B6 ini antara lain ikan. Jangan lupa mengonsumsi substansi omega-3 yang banyak terkandung dalam daging ikan tuna dan salmon. Omega-3 juga berperan pada perkembangan otak dan retina janin.

Seng dibutuhkan bagi sistem imunologi (kekebalan) tubuh. Konsumsi seng juga dapat menghindari lahirnya janin prematur dan berperan dalam perkembangan otak janin, terutama pada trimester terakhir. Diduga, kekurangan seng menyebabkan bibir sumbing. Makanan yang kaya seng antara lain daging sapi dan ikan.

Kalsium diperlukan pada trimester pertama hingga trimester ketiga karena merupakan zat gizi penting selama kehamilan. Kebutuhan zat besi meningkat terutama pada awal trimester kedua kehamilan. Faktanya, hampir 70% ibu hamil di Indonesia menderita anemia. Sebab itu suplementasi pil besi diupayakan untuk diberikan selama kehamilan guna memenuhi kebutuhan zat besi itu.

Bila setiap ibu hamil memperhatikan serta berusaha memenuhi zat gizi yang berguna bagi pertumbuhan janin dalam kandungannya, niscaya bayi dilahirkan sehat. (dr. Elvina Karyadi, M.Sc., Ph.D.)

diambil dari ::indomedia::

Iklan

6 thoughts on “Mabuk Pagi, Ibu Hamil Bisa Kurang Gizi

  1. ini hamil pertama saya, sekarang masuk minggu ke-11,masih kena morning sickness terus dan ditambah lagi dengan badan lemes,gak ada nafsu makan plus badan terasa panas, bahayakah kandungan saya?mohon kasih infonya,trims…

  2. Menurut dokter, usia kandungan sya lebih kurang 5 minggu. Saat ini yg sya alami juga mual dan lemes. Apa ada tips yg bisa mengurangi mual dan lemes ini, olah raga apa yg baik buat saya? trims

  3. tapi biasanya saat hamil muda sampai usia kandungan sekitar 3 bulanan memang begitu terus. muntah2 terus, kerongkongan kering, badan lemes..

  4. selamat sore,
    saya etty dari pontianak. Alhamdulilah saat ini kehamilan saya memasuki bulan ke-2, dari bulan pertama sampai sekarang saya memang muntah2 hanya nafsu makan saya sangat besar. menurut dokter tempat saya konsultasi bahwa saya hrs mengurangi makan yg berkarbohidrat. Yang ingin saya tanyakan : Tidak apa-apakah jika saya tetap banyak mengkonsumsi makanan selama hamil muda?
    terima kasih & ditgu balasannya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s