Menjarangkan Kehamilan dengan ASI


Saya seorang muslimah (23 tahun) belum menikah. Saya sangat suka dengan rubrik ASI karena menambah pengetahuan bila kelak menjadi seorang ibu. Saya ingin mengajukan beberapa pertanyaan .
1.Bagaimana ASI dapat menjarangkan kehamilan ?
2.Apakah pemakaian kontrasepsi mempengaruhi kualitas dan kuantitas ASI? Kontrasepsi apa yang aman dipakai?
T, Ternate

Nona T, walaupun belum menikah, saya beryukur Anda mulai menambah pengetahuan tentang ASI, untuk persiapan jika melahirkan nanti.
1. Pemberian ASI, secara umum dapat menjarangkan kehamilan dengan syarat :
a. Pemberian ASI secara eksklusif (tanpa makanan/minuman tambahan apapun)
b. Ibu belum mengalami menstruasi seteleh selesai masa nifas.
Namun derajat kesuburan ibu bervariasi pada tiap individu. Saya sarankan, tetap
melakukan metoda pengaturan jarak kehamilan lain yang paling cocok untuk Ibu.

2. Kontrasepsi yang dapat mengganggu proses menyusui adalah penggunaan hormon (pil, suntik, susuk). Ada pil dengan jenis hormon tertentu, yang tidak mengganggu proses penyusuan. Silakan bertanya pada dokter kandungan/bidan. Namun secara pribadi, saya tidak menyarankan kontrasepsi dengan hormon.

Bayi Tersedak

Ibu Ira, saya ibu rumah tangga (30 tahun). Putri pertama kami berusia 20 hari dan sejak lahir saya berikan ASI. Saya ingin bertanya pada Ibu seputar ASI.
1.Saya merasa ASI saya terlalu banyak sehingga bayi sering tersedak saat menyusu. Kenapa itu terjadi dan bagaimana mengatasinya?

2.Apa yang menyebabkan bayi cegukan setelah menyusu dan bagaimana menghentikannya?

3.Apakah setiap habis menyusui bayi harus disendawakan?

4.Bagaimana posisi yang baik untuk menyusui bayi?

Siti Mubarokah, Kendal

Ibu Siti Mubarokah yang baik,
1. Maha Suci Allah yang telah mengatur bahwa saat bayi berumur 3 – 30 hari, produksi ASI memang cenderung berlimpah. Jika pola menyusui antara ibu dan bayi sudah terbentuk, biasanya sekitar 3 – 4 minggu, maka jumlah produksi ASI akan menyesuaikan dengan kebutuhan bayi. Jika payudara terasa penuh, saya sarankan untuk mengeluarkannya dan disimpan dalam freezer.

2. Bayi cegukan biasanya karena posisi masuknya udara saat menyusui adalah sesuatu yang wajar terjadi. Cara menghentikannya, setelah menyusui segera sendawakan bayi dengan menggendongnya pada posisi tegak di dada kita, hingga bayi bersendawa

3. Sebaiknya bayi disendawakan. Ini untuk menghindari penumpukan gas di perut bayi yang membuat perut kembung dan menyebabkan bayi rewel

4. Posisi menyusui bisa dengan duduk atau tidur. Yang terpenting adalah posisi mulut bayi terhadap payudara. Jika mulut bayi menutup 2/3 bagian areola (warna gelap sekitar putting), pipi mengembung dan bibir bawah “dower”, itulah posisi yang baik.

Ira Puspa Dewi
Konselor Sentra Laktasi Indonesia

diambil dari ::annidaonline::

One thought on “Menjarangkan Kehamilan dengan ASI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s