Varises Saat Hamil Mengganggu Janin


Sering terjadi pada awal kehamilan

VARISES (pelebaran pembuluh darah) pada kehamilan tak bisa dianggap sepele. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi tersebut bisa menimbulkan gangguanpada janin. Resiko terburuk, kematian si kecil.

Yang jelas, resiko varises pada wanita lebih tinggi dibandingkan pada pria.Begitulah menurut sebuah studi. “Angka kejadiannya enam banding satu,” jelas dr Nalendra Iswara SpB SpTKV. Selain kondisi anatomis, lanjut ia, terjadinya varises mungkin disebabkan oleh banyak hal. “salah satunya, pengaruh hormonal,” tambah spesialis bedah thorakskardiovaskuler ini.

Dulu, lanjut dia, dikatakan kalau varises terjadi akibat kehamilan besar yang menyebabkan penekanan pada pembuluh darah besar di daerah punggun. Juga, karena bendungan pada beberapa pembuluh darah balik di daerah panggul, paha dan betis. “Namun, hal tersebut tidak terbukti. Soalnya, kejadian varises ini justru lebih banyak terjadi pada bulan-bulan pertama kehamilan. Padahal, saat itu perut justru belum membuncit,” tukasnya.

Pada beberapa wanita bahkan didapatkan gambaran varises ketika mereka mengalami keterlambatan haid. Kondisi begini mungkin merupakan reaksi vena (pembuluh darah balik) terhadap keadaan hormonal tertentu. Reaksi ini utamanya terjadi pada katub-katub vena.

Nalendra juga mengungkapkan, otot-otot di daerah pembuluh darah melemah karena pengaruh hormon steroid. “Melemahnya dinding pembuluh darah ini bisa jadi menyebabkan pembuluh balik melebar sampai 150 %,” jelasnya. Itulah yang menyebabkan terjadinya varises.

Kalau begitu, daerah mana yang sering mengalami varises? Daerah-daerah yang mengalami pelebaran pembuluh darah, menurut Nalendra, berkisar pada tungkai, vulva (bagian dari alat kelamin luar wanita) serta beberapa bagian pembuluh darah balik yang ada di daerah panggul.

Dijelaskannya, resiko terjadinya varises memang meningkat ketika wanita tersebut hamil. “Dua pertiga kasus dijumpai pada trimester pertama kehamilan,” terang alumnus FK Unair tersebut. Namun, varises juga bisa muncul pada bulan-bulan berikutnya. “Seperempat kasusnya bisa dilihat saat kehamilan tiga bulan berikutnya, dan pada minggu-minggu terakhir kehamilan justru angka kejadiannya hanya mencapai lima persen,” jelas dokter ini.

Masih menurut Nalendra, jika varises ini tidak segera ditangani, akan membahayakan janin. “Varises dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah. Hal ini dapat membahayakan konsisi janin. Bahkan, pada kondisi terburuk, dapat menyebabkan kematian janin,” paparnya.

Selain itu, varises juga bisa menyebabkan emboli udara (adanya gelembung udara di dalam aliran darah yang normalnya tidak ada). “Pembuluh darah yang terlalu lebar dapat mengakibatkan aliran balik ke bawah yang lebih hebat lagi. Inilah penyebab emboli udara tersebut,” jelas Nalendra. Bila gelembung udara pada emboli ini berhenti dan menyumbat aliran darah, juga bisa membahayakan kondisi ibu.

Sayangnya, varises kehamilan hanya bisa diterapi secara suportif. Terapi begini tujuannya agar gejala varises tidak semakin berat. Caranya, dengan tidak melakukan aktivitas tertentu. Yakni, gerakan yang beresiko meningkatkan tekanan pembuluh darah di daerah tubuh bagian bawah.

“Misalnya, tidak berdiri, duduk terlalu lama, ataupun menggunakan ikat pinggang terlampau ketat,” jelas Nalendra. Untuk varises yang terjadi di daerah vulva, biasanya ditangani dengan pemasangan karet busa pada daerah tersebut. Upaya ini dilakukan supaya varises tidak makin parah.

Berbagai langkah suportif tersebut penting. Sebab, pengobatan menggunakan bahan sklerotik tak dapat dilakukan pada ibu hamil. Bahan ini memang efektif mengurangi pelebaran pembuluh darah. “Ditakutkan memberi efek negatif pada janin,” tegasnya. Yang terpenting adalah melakukan tindakan pencegahan sejak dini. Mislnya, rutin senam untuk memperbaiki tonus otot. “Terutama otot di daerah-daerah yang rawan varises,” tandasnya.

diambil dari ::salafiyyin::

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s