Aman dan Nyaman di Lingkungan Kerja


Lingkungan yang sehat amat mendukung kesehatan ibu semasa kehamilannya.

Banyak wanita yang tetap aktif bekerja pada masa kehamilannya. Untuk menjaga kesehatannya, lingkungan kerja merupakan salah satu faktor yang menentukan. Sebab setidaknya selama 8 jam per hari waktunya dihabiskan di lingkungan kerja. Lingkungan yang nyaman tentu dapat menjadikan pekerja wanita yang tengah hamil merasa aman dalam melakukan aktivitas kerjanya. Ini kelak bakal berdampak pada kesehatan janin yang dikandungnya.POSISI BERDIRI

Bila aktivitas pekerjaan banyak dilakukan sambil berdiri, jangan paksakan diri untuk berdiri pada satu posisi secara terus-menerus. Sesekali berjalan-jalanlah dan berganti posisi. Semasa kehamilan, membesarnya perut pasti akan menimbulkan beban/tekanan ke tubuh bagian bawah. Akibatnya, aliran darah akan turun ke bawah namun kembalinya akan sulit/kurang lancar. Kondisi inilah yang amat berpeluang menyebabkan terjadinya pelebaran pembuluh darah balik yang lazim disebut varises.

Untungnya, kini banyak perusahaan yang amat menaruh kepedulian besar pada kesejahteraan ibu hamil. Khusus untuk ibu hamil biasanya diperbolehkan melakukan akivitas tanpa harus berdiri. Kemudahan lain, untuk sementara waktu mereka dipindahkan ke bagian lain yang tidak menuntut aktivitas dilakukan sambil berdiri. Pertimbangannya, posisi berdiri terus-menerus akan menimbulkan kelelahan yang dapat mengancam keselamatan janin. Terutama pada trimester pertama atau pada wanita yang memiliki riwayat keguguran.

SUHU RUANGAN

Idealnya, suhu yang nyaman dalam ruangan berkisar antara 24-26 derajat Celcius dengan tingkat kelembaban 65-95%. Jadi, upayakan untuk menjaga agar suhu dan kelembapan udara dalam ruang kerja tetap konstan. Suhu yang terlalu dingin, misalnya kurang dari 24 derajat Celcius dapat menyebabkan keluhan/ketidaknyaman bagi ibu hamil. Di antaranya pening/pusing karena pembuluh darah yang menyempit, leher terasa kaku, kesemutan, hidung tersumbat, perut kembung dan pegal linu serta jadi semakin sering buang air kecil.

Pakailah jaket untuk melindungi tubuh dari rasa dingin yang menggigit. Langkah lain yang perlu dilakukan adalah sejenak melakukan adaptasi begitu keluar dari ruangan yang terlalu dingin. Jangan langsung ke tempat bersuhu panas. Misalnya, berdiam sebentar di lobi untuk beradaptasi dengan suhu di luar gedung.

Demikian pula bila kelembapan ruang terbilang rendah atau kurang dari 65­95%. Kelembapan udara yang rendah dapat menimbulkan rasa kering di tenggorokan, kulit kering dan hidung tersumbat. Sedangkan bila kelembaban diatur sedemikian rupa hingga terlalu tinggi, akan mengakibatkan kulit terasa gatal karena dalam kondisi seperti ini jamur mudah sekali berkembang biak.

Wanita hamil sebaiknya menghindari bekerja di ruangan yang terlalu panas suhunya (> 33 derajat Celcius). Kondisi tak nyaman tersebut dikhawatirkan dapat memengaruhi metabolisme tubuh atau membuat si ibu dehidrasi yang dapat membahayakan keselamatan janinnya.

Cara praktis yang dapat dilakukan untuk mengatasi udara yang terlalu kering antara lain dengan meletakkan handuk basah atau segelas air dalam ruang tersebut. Jangan lupa, perbanyak porsi minum. Cairan oralit atau 2 sendok makan garam yang dimasukkan ke dalam 1 galon air.

POSISI DUDUK

Bila wanita hamil terlalu banyak melakukan aktivitas/pekerjaannya sambil duduk, hendaknya upayakan untuk mendapat posisi duduk yang ergonomis alias nyaman. Jaga agar posisi kaki jangan sampai menekuk agar aliran darah tetap lancar. Upayakan posisi tungkai kaki tegak lurus dengan telapak kaki menapak ke lantai.

Atau selonjorkan kedua kaki dan tempatkan alas berupa bantal kecil atau dingklik sebagai tempat pijakan telapak kaki. Ini akan membuat kaki terasa lebih nyaman dan rileks. Posisi duduk yang nyaman dan rileks ini dapat mencegah terjadinya pelebaran pembuluh darah di kaki. Gangguan pelebaran pembuluh darah ini bila dibiarkan dapat menyebabkan pembengkakan kaki.

Hindari pula duduk dengan posisi tubuh miring ke salah satu sisi. Lebih baik posisikan tubuh tegak atau bersandarlah pada sandaran kursi yang diberi penyandar bantal kecil agar terasa lebih nyaman.

Cara lain yang dapat dilakukan demi menghindari terjadinya kaki bengkak adalah dengan menggerak-gerakkan kaki selama 3-5 menit setiap 2 jam sekali. Atau berdiri sejenak kemudian berjalan-jalanlah ke sekeliling ruangan agar sirkulasi darah tetap terjaga lancar.

Bila bekerja banyak menggunakan komputer, upayakan jarak mata dengan layar komputer jangan terlalu dekat. Minimal berjarak 30 cm agar otot-otot mata tidak cepat lelah. Selain itu, tempatkan komputer tegak lurus dengan badan. Penggunaan kursi yang dapat berputar ke segala arah untuk memudahkan gerak, boleh-boleh saja. Namun saat memutar hendaknya harus lebih berhati-hati.

POLUSI UDARA DAN RADIASI

Bila terpaksa harus melakukan aktivitas kerja dalam ruang relatif sempit namun padat orang, sebaiknya pilihlah posisi dekat exhaust agar dapat lebih mudah mendapat suplai udara segar. Namun bila tidak memungkinkan sementara kondisi ruangan semakin terasa menyesakkan, sesekali cobalah keluar (ke taman bila ada). Kekurangan oksigen dapat memengaruhi tumbuh kembang janin jadi tak optimal lo!

Wanita hamil yang bekerja di kawasan dengan radiasi tinggi, seperti laboratorium yang berhubungan dengan tenaga nuklir atau rumah sakit, harus cermat memerhatikan Nilai Batas Dosis (NBD) penerimaan dosis yang tidak boleh dilampaui dalam setahun, tidak bergantung pada laju dosis, baik untuk radiasi eksterna maupun interna, dan tidak termasuk penyinaran medis serta alam. NBD untuk wanita hamil tidak boleh melebihi 10 mSv (1.000 mrem) pada janin, terhitung sejak dinyatakan mengandung hingga saat persalinan. Umumnya NBD wanita hamil ini dicapai dengan mempekerjakan mereka sebagai pekerja kategori B, yaitu pekerja radiasi yang tidak mungkin menerima dosis lebih dari 15 mSv (1.500 mrem) per tahun.

ANGKAT BEBAN & NAIK TURUN TANGGA

Sebaiknya mengangkat beban berat memang harus dihindari. Pasalnya, otot-otot tubuh akan bekerja ekstrakeras yang selanjutnya dapat memicu terjadinya kontraksi sebelum waktunya. Kalaupun terpaksa harus mengangkat beban berat, jangan lupa untuk menakar kemampuan diri. Saat mengangkat beban, posisi tubuh harus simetris antara kanan dan kiri. Jika tidak, dikhawatirkan akan menimbulkan rasa sakit pada sekujur tubuh akibat berat beban yang diangkat jadi tidak seimbang.

Demikian pula dengan naik tangga. Bila dirasa tak mampu ya buat apa memaksa diri. Namun bila kondisi fisik dirasa kuat, naik tangga sebetulnya bukanlah masalah. Mengapa naik tangga sebaiknya dihindari? Tak lain karena aktivitas yang satu ini akan membuat otot semakin tegang yang berujung pada munculnya kontraksi sebelum waktunya. Padahal kontraksi semacam ini amat berpeluang menyebabkan keguguran.

Khawatir jatuh? Bisa saja meski kemungkinan jatuh saat naik tangga relatif kecil. Namun tak ada salahnya senantiasa mengutamakan kehati-hatian. Posisi tubuh saat naik tangga hendaknya tetap tegak posisi tulang belakang tetap lurus. Posisi seperti ini akan menjaga keseimbangan tubuh sekaligus menguatkan kerja otot-otot kaki.

Yang patut diwaspadai adalah posisi tubuh saat menuruni tangga. Soalnya dengan perut yang membuncit, ibu hamil cenderung menapaki anak tangga dengan posisi tubuh condong ke depan. Poisisi demikian tentu saja amat berpeluang membuat si ibu terjatuh. Perhatikan pula kondisi lantai agar tak mudah tergelincir.

Utami Sri Rahayu. Foto: Agus/NAKITA

Narasumber:

dr. Hendrawati Utomo, MS,SpOK

dari PT Sinar Sosro, Jakarta

 (sumber tulisan)

3 thoughts on “Aman dan Nyaman di Lingkungan Kerja

  1. Yang jadi masalah adalah perusahaan yang menyediakan tempat bekerja terkadang ada yang tidak peduli terhadap karyawannya. Beruntunglah bagi karyawan dimana dia bekerja di perusahaan yang peduli terhadap kesehatan karyawannya.

    O iya situs saya sudah gak di WP lagi tapi di http://www.duniafana.com

    salam,
    Aries Purwantoro

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s