15 Tip Aman Lewati TRIMESTER I


Trimester pertama merupakan masa rawan yang perlu mendapat perhatian ekstra. Apa saja bentuknya?

1. Hitung Usia KehamilanSemakin dini mengetahui usia kehamilan, manajemen tata laksana kebidanan yang dilakukan dapat lebih tepat atau ideal. Caranya? Hitunglah sejak hari pertama menstruasi terakhir. Contohnya, saat mengetahui positif hamil tanggal 2 Juli. Sementara hari pertama menstruasi terakhir adalah 5 Juni. Berarti usia kehamilannya 27 hari atau 3 minggu lebih 6 hari.

2. Pemeriksaan USG

Pemeriksaan USG bertujuan mengetahui apakah kehamilan tersebut memang terjadi di dalam rahim atau di luar rahim. Pemeriksaan ini sekaligus untuk mengonfirmasikan usia kehamilan, terutama bagi wanita yang siklus menstruasinya tidak teratur.

3. Evaluasi Fisik

Pemeriksaan ini mencakup berat badan, tinggi badan, dan tekanan darah. Melalui evaluasi fisik ini, tenaga medis dapat lebih mudah memantau kesehatan calon ibu maupun tumbuh kembang janin.

4. Teratur Antenatal Care

Pemeriksaan rutin ke bidan ataupun dokter kebidanan dan kandungan bermanfaat untuk mendeteksi tumbuh kembang janin. Bila terjadi sesuatu di luar kelaziman, tenaga medis dapat segera mengetahui dan melakukan tindakan yang diperlukan.

5. Pemeriksaan Laboratorium Awal

Pemeriksaan untuk mengetahui kondisi awal saat kehamilan ini meliputi pemeriksaan darah dan urine. Adanya kelainan/ketidakberesan dalam tubuh ibu dapat segera dideteksi melalui pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan darah dilakukan antara lain untuk mengetahui kadar Hb, hematokrit, indeks sel darah merah, hitung sel darah putih, hitung trombosit, gula darah, konsentrasi kreatinin, adanya antibodi rubella dan skrining hepatitis B. Sedangkan untuk urine meliputi kadar gula, protein dan bakteri uria dalam urine.

6. Jangan Minum Obat Sembarangan

Trimester pertama merupakan masa oogenesis (pembentukan cikal bakal organ-organ tubuh janin seperti otak, jantung, sistem pencernaan dan sebagainya), hingga amat perlu dijaga agar tidak terjadi gangguan. Minum obat sembarangan dikhawatirkan dapat mengganggu proses pembentukan organ-organ vital ini. Sebaiknya konsultasikan dengan tenaga ahli sebelum mengonsumsi obat apa pun, terutama obat bebas. Sedapat mungkin hindari pula terjangkit infeksi rubella yang juga amat berpotensi merusak proses pembentukan organ.

7. Boleh Kok Berintim-intim

Asalkan hati-hati. Lebih baik bila sperma ditampung dalam kondom atau dibuang keluar. Pertimbangannya, cairan sperma mengandung prostagladin yang dapat merangsang terjadinya kontraksi rahim.

8. Berolahraga Agar Bugar

Terlebih jika sudah terbiasa berolahraga. Tapi ingat jangan terlalu lelah. Pilihlah jenis yang relatif aman dan jaga agar tidak sampai terjadi cedera di wilayah perut. Olahraga penting untuk menjaga kebugaran sekaligus mempersiapkan otot-otot tubuh agar semakin terlatih dalam menghadapi proses persalinan.

9. Hindari Kelelahan

Sebetulnya tak ada larangan untuk bekerja, namun hindari kelelahan meski “ukuran” kelelahan ini amatlah subjektif. Perhatikan “alarm” tubuh. Jangan pernah memaksakan diri melawan kelelahan karena bisa-bisa berdampak kurang kondusif bagi si calon ibu dan janin. Hindari pula perjalanan panjang yang dapat menimbulkan kelelahan. Meskipun rasa lelah yang kerap muncul di awal kehamilan biasanya akan hilang dengan sendirinya setelah melewati usia kehamilan 100 hari.

10.Jangan “Dewakan” Suplemen

Konkretnya, dengan mengandalkan aneka vitamin dan mineral sebagai pengganti makan. Memang sih kebutuhan vitamin dan mineral semasa kehamilan memang lebih tinggi. Terutama kebutuhan akan asam folat di awal kehamilan yang cukup tinggi demi mencegah terjadinya kecacatan. Namun jangan menganggap minum suplemen sebagai pengganti makan. Sementara kebutuhan akan tambahan zat besi di awal kehamilan belum diperlukan.

Kelebihan zat besi malah dapat memperberat keluhan mual-muntah yang kerap muncul di trimester pertama. Untuk menekan rasa mual biasanya dokter meresepkan asupan vitamin B6.

11. Bila BB Tak Kunjung Naik

Jangan keburu kecil hati. Soalnya, peningkatan jumlah kalori memang belum terlalu dibutuhkan di awal kehamilan. Segera hentikan kebiasaan merokok dan minum minuman beralkohol karena dapat berdampak buruk pada janin. Sebaiknya hindari pula minum kopi dan teh secara berlebihan.

12. Waspadai Perdarahan

Apa pun bentuk perdarahan per vaginam dalam kehamilan muda, meskipun “cuma” vlek, tetap patut diwaspadai. Segera konfirmasi ke dokter untuk memastikannya.

13. Biasakan BAB Teratur

Pada awal kehamilan, secara alami proses pengosongan lambung maupun usus besar berlangsung lebih lambat dari biasanya. Kondisi ini terjadi akibat pengaruh hormon kehamilan. Guna mencegah sembelit yang kerap dialami wanita hamil, biasakan buang air besar secara teratur. Setiap pagi, misalnya, agar perut terasa nyaman.

14. Morning Sickness

Keluhan berupa mual, muntah, pusing atau perasaan tak nyaman akibat pengaruh hormon kehamilan ini umumnya akan sirna setelah 100 hari usia kehamilan. Mengenai waktunya tak hanya pagi sesuai namanya, melainkan bisa siang ataupun malam. Namun bila mual muntahnya berlebih (lebih dari 5 kali sehari) sebaiknya lakukan rehidrasi melalui infus.

15. Perlunya Dukungan Pasangan

Dukungan pasangan memberikan rasa tentram dan nyaman pada si ibu hamil menjalani masa kehamilannya. Perasaan positif ini tentu amat kondusif bagi proses tumbuh kembang janin secara optimal. Sebaliknya, suasana hati yang resah, bimbang atau bahkan stres serta depresi dapat berbuntut pada terganggunya tumbuh kembang janin.

Utami Sri Rahayu. Foto: Agus/NAKITA

Narasumber:

dr. Inayatullah Rifai, SpOG

dari RS Azra Bogor

(sumber dari sini)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s