Waspadai Depresi Paska Melahirkan!


pdpersi, Jakarta – Lazimnya, setelah melahirkan seorang ibu akan merasakan kebahagiaan saat merawat bayi mungilnya. Namun, jika gejala depresi paska melahirkan menghampiri, bukannya tak mungkin ibu menderita tekanan jiwa yang begitu menyakitkan saat mendengar bayinya menangis.

Merawat bayi bisa jadi menjadi kegiatan yang paling menyengsarakan. Bahkan, efek negatif yang paling ekstrim sekalipun, seperti sengaja mencelakakan bayinya dapat terjadi jika depresi tak segera diatasi.

Marie Osmond, artis terkenal yang kini menjadi salah seorang pembawa acara ternama di Amerika Serikat juga pernah mengalami depresi tersebut. Marie cuma salah satu saja dari jutaan ibu yang pernah mengalami hal itu. Menurut depression.com, 10-15 persen wanita yang baru melahirkan terkena efek depresi itu.

Jenis-Jenis Depresi Paska Melahirkan

Terdapat dua golongan besar pada gangguan depresi paska melahirkan.

Simptom post-partum depression

Ciri-Ciri

a) Dialami sekitar 10-15 persen wanita

b) Berlangsung tiga – enam bulan, bahkan terkadang sampai delapan bulan

c) Terjadi secara konstan dan terus-menerus

d) Sekalipun mendapat bantuan tenaga yang bisa dipercaya untuk merawat bayinya, wanita tadi tetap saja tidak bisa tidur

e) Hiburan apa pun tak bisa mengembalikan kegembiraannya
Baby blues

Simpton ini mirip post-partum depression namun dalam kadar yang lebih ringan.

Ciri-Ciri

a) Dialami bahkan oleh sekitar 80 persen wanita yang baru melahirkan

b) Berlangsung paling lama enam minggu.

c) Intensitas lebih ringan

d) Ibu masih bisa menikmati tidur nyenyak jika dijauhkan dari kewajiban mengurus bayinya

Pengobatan

Kedua jenis depresi paska melahirkan, post-partum depression kadang-kadang hilang tanpa perlu berobat. Namun pada banyak kasus, pengobatan diperlukan untuk mengatasi depresi yang sangat mengganggu.

Pengetahuan tentang depresi ini sangat diperlukan oleh pasangan suami istri serta keluarganya. Seorang ibu yang mengetahui benar bahwa dirinya tengha dilanda depresi akan memiliki kewaspadaan sehingga terhindar dari efek-efek yang ekstrem.  Pertolongan dari wanita yang juga pernah mengalami depresi seperti itu juga sangat positif. Kelompok ini telah terbentuk di Amerika Serikat. Bergabung dalam suatu forum komunikasi dapat meyakinkan penderita bahwa dia tidak sendirian. Banyak wanita lain mengalami hal serupa.

Gejala

Baik pada post partum depression maupun baby blues, gejala-gejala di bawah ini dapat terjadi, namun tentunya intensitas pada post partum depression jauh lebih sering dan lama.

a) insomnia

b) mudah tersinggung

c) perasaan ketakutan

d) hilangnya nafsu makan

e) lesu

f) tidur berlebih

g) delusi terkadang sampai perlu diopname

Penyebab

Gangguan hormonal menjadi kata kunci yang menjelaskan mengapa depresi paska melahirkan terjadi. Kebutuhan hormon wanita yang diharapkan meningkat pada calon ibu, tiba-tiba saja menurun saat melahirkan, memberi pengaruh pada depresi biokimia.  Sementara itu, kehamilan meningkatkan tingkat endorfin yang merupakan hormon yang bisa memompa rasa senang. Namun pada saat melahirkan, tingkat endorfin merosot, menambah risiko depresi.

Kadang depresi setelah melahirkan juga disebabkan oleh ketidakstabilan kelenjar tiroid. Sama seperti hormon lainnya, bisa jadi kelenjar ini turun ketika melahirkan dan tidak kembali pada jumlah yang normal.  Selain itu, riwayat depresi juga meningkatkan risiko. Sepertiga dari perempuan yang pernah mengalami depresi setelah melahirkan, separuhnya mengalami depresi kembali setelah melahirkan bayi berikutnya.

Sejarah

Depresi setelah melahirkan sudah dikenali sejak 460 tahun sebelum Masehi, lewat pengungkapan oleh Hippocrates. Deskripsi lebih lengkap kemudian dikembangkan dari waktu ke waktu, namun baru sekitar 15 tahun terakhir ini muncul banyak informasi seputar ini.

Efek Terhadap Anak

a) Kebutuhan akan rasa aman pada anak pada usia dini yaitu 0-1 th) tidak terpenuhi

b) Anak akan berkembang menjadi rasa tidak percaya diri

Pengembalian Kondisi Anak

a) Luangkanlah waktu ibu untuk anak

b) Cari kegiatan yang bisa dilakukan hanya berdua dengan anak

c) Ajak anak mengobrol

d) Ibu harus sering menyentuhnya

Tunjukkan bahwa Ibu memperhatikan dan menyayanginya(iis)

pdpersi, Senin, 23 Jun 2003 14:36:35 WIB

Iklan

4 thoughts on “Waspadai Depresi Paska Melahirkan!

  1. Terimakasih Bibi Lung infonya,….kalau boleh kasih komentar:….
    Menurut saya, depresi itu bisa dikurangi bahkan diantisipasi jika si Ibu atau calon ibu mendekatkan diri dan pasrah kepada Allah SWT.

  2. Terima kasih informasinya. Sangat bagus dan bermanfaat. Saya sekarang sedang menanti kelahiran anak pertama, masih 8 bulan sih usia kandungan saya.

    Salam kenal bibi lung!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s