Kalau Anak Kelebihan Berat Badan


MELIHAT anak kecil yang gemuk dan montok tentu sangat menyenangkan. Anak itu tampak sehat dan lucu. Namun, jika gemuk itu terus berlanjut hingga anak berumur lebih dari lima tahun, orangtua sebaiknya hati-hati. Jangan sampai si anak tumbuh dengan kelebihan berat badan.

OBESITAS adalah suatu gangguan status gizi lebih dengan berbagai derajat, mulai dari ringan, sedang sampai berat. Berat badan umumnya berada di atas normal. Sebagai patokan kasar, umur anak dikali dua lalu ditambah delapan dalam ukuran kilogram.

Menurut Yusnalaini Y Mukawi, ahli gizi Rumah Sakit Angkatan Darat Gatot Soebroto, penyebab obesitas adalah asupan makanan melebihi kebutuhan tubuh dan berlangsung dalam waktu lama. Adapun Zakiudin Munasir, dokter spesialis anak mengatakan, ada tiga penyebab obesitas, yakni keturunan atau genetik, endokrin (kelainan hormonal), dan eksternal, yaitu pola makan yang tinggi kadar lemak dan kalorinya.

“Obesitas yang disebabkan faktor genetik, biasanya pada usia dini sudah banyak terbentuk sel lemak adipocytes. Sel lemak ini terbentuk karena adanya asupan tinggi kalori sejak dalam kandungan sampai usia satu tahun,” kata Zakiudin.

Angka kejadian obesitas lebih banyak di kota, dan pada keluarga dengan sosial ekonomi tinggi. Sebab, mereka ini biasanya sering mengonsumsi makanan tinggi kalori dan kaya lemak, misalnya makanan cepat saji.

Ditambahkan Zakiudin, obesitas bukanlah penyakit. Namun anak yang menderita obesitas dapat mengalami komplikasi gangguan jantung dan pembuluh darah pada usia dewasa. Akibat gesekan-gesekan pada tubuhnya dapat terjadi lecet-lecet terutama di sekitar paha. Selain itu, mereka juga dapat mengalami gangguan psikologis karena memiliki tubuh yang berbeda dengan bentuk tubuh teman-temannya.

Sementara itu, Yusnalaini mengatakan, obesitas pada anak akan mempengaruhi kematangan tulang. Tulang anak-anak yang menderita obesitas akan lebih cepat matang dan tidak berkembang lagi. Akibatnya, dibanding anak biasa dia akan lebih pendek.

Tidak semua anak yang mengalami obesitas akan menetap sampai dewasa. Biasanya faktor yang menyebabkan obesitas terbawa sampai dewasa adalah faktor kegemukan dalam keluarga (genetik), derajat obesitas (obesitas yang berat ), serta bila obesitas terjadi menjelang dewasa.

PENGOBATAN obesitas terutama ditujukan kepada faktor penyebabnya. Hal ini termasuk perubahan gaya hidup yang bisa jadi memegang peranan paling besar pada obesitas.

“Kalau orangtua senang makan di luar, maka anak juga tidak doyan makanan di rumah. Anak tidak terbiasa makan makanan rumah yang bisa diatur keragaman gizinya. Sedangkan makanan luar cenderung makanan padat gizi yang kalau terlalu sering dikonsumsi akan menumpuk dalam tubuh,” kata Yusnalaini.

Selain itu, banyak orangtua yang ingin anaknya selalu tampak gemuk. Bagi mereka, anak yang gemuk adalah anak yang sehat. Dengan begitu, anak cenderung diberi susu dalam jumlah berlebih. “Jika anak sudah berusia lima tahun, susu tidak perlu diberi dalam jumlah banyak, cukup dua kali sehari. Lagi pula, jangan lagi memakai pedoman anak yang gemuk adalah anak yang sehat. Nanti bisa terjebak sendiri, bukannya sehat malah obesitas,” ujar Yusnalaini.

Untuk mengurangi berat badan anak, sebaiknya orangtua mendorong anak untuk selalu aktif bergerak. “Anak yang gemuk cenderung berasal dari keluarga yang sosial ekonominya tinggi. Mereka biasanya memiliki pembantu sehingga anak tidak pernah membantu pekerjaan rumah. Selain itu, mereka terbiasa bermain Playstation atau komputer yang tidak mendorong anak bergerak,” tambah Yusnalaini.

Oleh karena itu, sebaiknya orangtua menyediakan permainan yang mendorong anak bergerak, seperti sepeda, berenang, bermain sepak bola, atau dengan memasang ring bola basket. Kalau fasilitasnya telah disiapkan orangtua, tentu anak mau bermain dan akhirnya berolahraga.

Orangtua juga sebaiknya menjaga makanan yang dikonsumsi anak. Berilah anak diet rendah kalori, tetapi harus memenuhi gizi seimbang, misalnya dilengkapi dengan vitamin yang memadai. Jangan berikan diet seperti diet orang dewasa yang ketat karena anak masih dalam tahap perkembangan. “Dalam pemberian diet rendah lemak ini pun sebaiknya dilakukan secara bertahap. Penurunan berat badan tidak boleh drastis karena akan mempengaruhi kesehatannya,” kata Yusnalaini.

Dia menambahkan, “Jika memang anak harus diet, sebaiknya penurunan berat badan hanya satu kilogram setiap bulannya, jangan lebih dari itu. Pada tahap awal bisa dilakukan dengan mengurangi sepertiga dari porsi kebiasaan makannya. Biasanya anak akan merasa gelisah dan tetap lapar. Namun, setelah dua minggu anak akan lebih terbiasa.”

Untuk mengetahui seorang anak menderita obesitas atau tidak, bisa diketahui dari indeks massa tubuh (IMT). Anak dengan berat badan (BB) normal akan memiliki IMT 18,5-25. Sedangkan anak kelebihan BB ringan memiliki IMT 25,1-27, dan anak obesitas memiliki IMT lebih dari 27.

IMT didapat dari berat badan (kg) dibagi tinggi badan kuadrat (m). Misalnya, seorang anak memiliki berat badan 25 kg dan tingginya 1,05 m, maka IMT= 25/(1,05 x 1,05)= 22,67. Ini berarti anak memiliki BB normal.

Kebutuhan energi pada anak usia 4-6 tahun sekitar 80 kalori/kg BB. Sementara itu, protein 1,8 g/kg BB. Lemak sekitar 25-35 persen kalori total, dan karbohidrat sekitar 50-60 persen dari kalori total yang dikonsumsi.

Adapun kebutuhan kalori anak-anak usia sekolah (7-12 tahun) lebih besar dari kelompok umur di bawahnya karena aktivitas mereka lebih banyak. Anak berusia 10-12 tahun membutuhkan kalori lebih banyak dibandingkan anak yang berumur 7-9 tahun karena pertumbuhan yang lebih pesat dan aktivitas fisik yang lebih banyak. Kebutuhan energi mereka berkisar antara 60-80 kalori/kg BB. Pada masa ini anak-anak perempuan umumnya mulai haid sehingga perlu tambahan ekstra protein dan zat besi. (ARN)

Copyright © 2002 Harian KOMPAS (Minggu, 30 November 2003). Hangtuah Digital Library

3 thoughts on “Kalau Anak Kelebihan Berat Badan

  1. wah…..ini kan yang dipakek IMT untuk anak dewasa….coba baca ulang buku supariasa ( ..imt tidak bisa digunakan untuk anak2…tapi IMT untuk anak2 sendiri ada….tapi bukan yang diatas…tolong bila memberikan informasi yang jelas…karena banyak IMT orang dewasa dipakek untuk anak2..wah itu salah besar…

  2. Penghitungan IMT pada anak (usia 18 tahun). Untuk menghitung IMT anak terdapat grafik dan rumus tersendiri. untuk lebih lengkapnya, tanyakan dokter anak anda..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s