Merancang Kelahiran Anak


MERANCANG kehadiran kakak dan adik di sebuah keluarga satu faktor penting yang tidak boleh diabaikan khususnya sebagai proses mendidik anak.

Menurut Wongso Hakim, dokter kebidanan rumah bersalin Asih, Jakarta, merancang kehamilan atau proses melahirkan merupakan sumbangan yang paling berarti bagi kebahagiaan sebuah keluarga–tidak saja dari aspek kesehatan, kejiwaan, dan finansial.

Ia menyebutkan soal merancang kehadiran kakak dan adik di sebuah keluarga satu faktor penting yang tidak boleh diabaikan khususnya sebagai proses mendidik anak. Ia mengutip Al-Quran yang memerintahkan supaya menunda kehamilan dengan cara menyusui penuh selama tiga tahun ke atas, dengan demikian akan bermanfaat untuk tahapan perkembangan psikologis kakak-beradik.

Wongso berpendapat sebelum usia tiga tahun, umumnya egosentris seorang anak masih begitu besar. Mereka belum siap menerima kehadiran adik yang mengharuskan mereka berbagi kasih sayang ibu. Dalam usia dua setengah tahun, barulah pengertian mulai tumbuh dan mereka mulai bisa menerima kenyataan jika harus berbagi dengan adik baru. Itu sebabnya jika seorang anak sudah harus menerima kehadiran adik sebelum usia tiga tahun, proses penerimaan menjadi lebih sulit dilakukan. Akibatnya akan lebih sulit menumbuhkan rasa kebersamaan. “Setidaknya jika mereka tidak sering bertengkar, itu sudah cukup baik.”

Berikut tips merancang kelahiran dari dokter Wongso Hakim :

  • 1. Perlu memahami perkawinan dan pembentukan keluarga membawa implikasi dan tanggung jawab sepanjang hayat. Karena itu, ada kesadaran mengenai perancangan memiliki keluarga yang utuh dan lengkap ayah, ibu, dan anak.
  • 2. Perlu kesepakatan pasangan suami-istri bahwa soal merancang kehamilan dan kelahiran anak sangat berperan dalam kebahagiaan keluarga.
  • 3. Bapak dan ibu yang bertanggung jawab (ini bermakna keupayaan untuk membesarkan anak-anak dan memenuhi tanggung jawab sosial keluarga) lebih penting daripada sekadar pasangan suami-istri. Oleh karena itu, pasangan suami-istri seharusnya berbincang dan merancang bilangan, masa dan jarak kelahiran berdasarkan kemampuan mereka.
  • 4. Apabila jarak kelahiran di antara anak-anak tidak dirancang dengan baik, masa yang diperuntukkan untuk penyusuan (air susu ibu) dan penjagaan setiap anak akanterabaikan. Ini akan mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak termasuk menghalangi potensi kemajuan yang akan dicapai si anak.
  • 5. Perancangan jarak kehamilan yang sesuai dan bagus mengurangi risiko bagi ibu dan bayi. Karena melahirkan anak pada usia terlalu muda, usia terlalu tua, terlalu rapat atau terlalu kerap merupakan penyebab utama kematian ibu dan anak.
  • 6. Kehamilan atau kelahiran yang tidak terencana dengan baik akan berakibat kematian dan berbagai serangan penyakit, misalnya sewaktu hamil ibu akan terserang diabetes, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung. Apalagi bagi ibu yang telah lanjut usia berisiko tinggi biasanya akan memiliki janin dengan bilangan kromosom yang kurang normal (sindrom down). (hanip)

© tempointeraktif.com (Tips KlinikNet – Agustus 2003). Hangtuah Digital Library

5 thoughts on “Merancang Kelahiran Anak

  1. Saya baru berumur 22 tahun dan sudah mempunyai seorang putera yang kini berumur 3 bulan. Saya ingin merancang keluarga, tetapi saya tidak mahu mengambil sebarang ubat perancang kerana dikhuatiri ianya akan meningkatkan berat badan saya. Adakah benar pengambilan pil perancang akan meningkatkan berat badan dan adakah cara lain untuk merancang keluarga tanpa pengambilan ubat. Kaedah yang saya gunakan sekarang adalah pancutan air mani di luar. Adakah ianya selamat?

  2. Ibu Cut.. (rupanya semangat dan mengejar setoran nih?)🙂
    Tapi tidak apa-apa, anda tidak sendirian. Karena saya juga mengalami persis yang ibu alami: anak pertama saya baru 1 tahun, sekarang saya sudah hamil 8 bulan.🙂

  3. Mungkin saya termasuk yang “melanggar” artikel ini. Anak pertama saya baru berumur 15 bulan, kini saya sedang hamil 6 bulan. Yah, gimana lagi.. aku dan suami yang mememang kepengen🙂

  4. Benar sekali. Kelahiran anak harus dirancang dengan baik. Meskipun kita sangat suka dengan kehadiran anak-anak tapi bukan berarti tidak merancangnya pada setiap kelahiran anak. Bisa 2 tahun sekali, bisa 3 tahun sekali. Asal jangan terlalu berdekatan jaraknya antara kehamilan pertama dengan kehamilan berikutnya. Anak pertamaku sudah berusia 8 tahun, anak kedua usianya 5 tahun, dan kini aku sedang menikmati membesarnya kehamilan anak ketigaku. Usia kandunganku sudah 7 bulan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s