Keguguran Tak selalu karena Toksoplasmosis


Dr Noroyono Wibowo SpOG

Bila wanita sering mengalami keguguran pada saat hamil apakah harus melakukan screening untuk mendeteksi adanya infeksi toksoplasma?

Kalau saya usul periksa dulu uterusnya normal tidak, spermanya normal tidak, sel telurnya normal tidak. Baru kalau itu semua normal kita cari lainnya salah satunya mungkin toksoplasmosis.

Bagaimana cara untuk memastikan seseorang sedang atau pernah menderita toksoplasmosis?

Dengan pemeriksaan laboratorium. Jika terjadi serokonversi, yaitu ditemukan perubahan IgG spesifik toksoplasma dari negatif menjadi positif pada selang waktu tertentu (di bawah satu tahun), maka dapat dipastikan yang bersangkutan sedang menderita toksoplasmosis.

Apakah jika seseorang memelihara kucing bisa mengalami toksoplasmosis, sehingga ketika hamil sering mengalami keguguran?

Tidak ada hubungannya antara seseorang yang memelihara kucing dengan toksoplasmosis. Kalau begitu nanti pemain sirkus toksoplasmosis semua. Yang ada hubungannya adalah apabila ia menginjak kotoran kucing atau makan makanan yang terkontaminasi sesuatu yang mengandung parasit Toksoplasma gondii.

Apakah orang awam bisa mengetahui gejala/tanda-tanda toksoplasmosis?

Sebagian besar toksoplasmosis itu subklikis, jadi tidak ada gejalanya.

Bagaimana angka kejadian toksoplasmosis di Indonesia?

Data kejadian toksoplasmosis di dunia apalagi di Indonesia belum ada yang definitif. Data-data yang ada menunjukkan variasi yang besar antar negara. Di Kanada kejadian toksoplasmosis berkisar 8 sampai 10 persen pada penduduk asli, sedangkan pada imigran lebih besar berkisar 20 sampai 40 persen. Di Oslo sebanyak 2 per 1000 kehamilan, dsb.

Apakah kejadian toksoplasmosis pada ibu hamil lebih sering daripada yang tidak hamil?

Pada dasarnya manusia resisten akan infeksi toksoplasma namun pada kehamilan ternyata dapat memberi dampak yang signifikan.

Dampak yang signifikan itu misalnya apa?

Ibu hamil yang mengalami infeksi primer toksoplasma sesaat menjelang hamil atau selama hamil atau mengalami reaktivasi akan berpeluang untuk menimbulkan transmisi vertikal. Semakin tua usia kehamilan semakin mudah untuk terkena toksoplasmosis, namun berbanding terbalik dengan beratnya derajat kelainan klinis, di mana semakin muda janin terkena infeksi, maka semakin berat manifestasi klinisnya.

Bagaimana pencegahannya?

Pencegahannya ada dua yaitu pencegahan primer dan sekunder. Dari penelitian Foulon di Belgia ternyata kampanye pendidikan masyarakat yang intensif dapat mengurangi 63 persen angka serokonversi. Pencegahan sekunder dilakukan dengan melakukan screening serologi pada ibu hamil di awal kehamilannya. Namun upaya ini sangat mahal dan interpretasi yang relatif sulit.

* Subbagian Fetomaternal, Bagian Obstetri dan Ginekologi FKUI/RSCM). [nri]

© 2003 Hak Cipta oleh Republika Online (Selasa, 22 Juli 2003). Hangtuah Digital Library

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s