Hamil dan Menikmati Membesarnya Kehamilan


BUAT orang Indonesia, memiliki anak adalah sesuatu yang didambakan. Begitu yang disebutkan oleh para antropolog Indonesia. Karena itu pula klinik bersalin tidak pernah kekurangan pasien dan dokter kandungan selalu sibuk.

PARA bintang film dan model yang ramai-ramai menikah dan punya anak seperti menjadi peran model untuk para perempuan muda bahwa menggabungkan antara karier dan menjadi ibu bukan sesuatu yang harus ditunda-tunda. Bintang serial televisi Sex and the City Sarah Jessica Parker tidak berkurang popularitasnya saat perutnya membuncit. Begitu juga dengan bekas supermodel Claudia Schiffer dan supermodel Kate Moss. Catherine Zeta-Jones menerima piala Oscar untuk peran pembantu terbaik melalui film Chicago dalam keadaan hamil sembilan bulan. Dia tetap tampak seksi dan cantik dalam gaun malam hitamnya.

Mereka mematahkan mitos bahwa di dunia kerja di mana aturan utamanya adalah tubuh langsing dengan persaingan begitu ketat, kehamilan dan memiliki anak sebaiknya tidak menjadi prioritas. Indy Barends (31) termasuk selebriti yang tidak gentar untuk segera hamil. Dia menikmati kehamilannya dan berat badannya naik 20 kilogram menjadi 67 kilogram saat kehamilannya baru enam bulan.

Sebagai pembawa acara, Indy tetap menjaga penampilan dengan memilih baju-baju hamil yang membuat dia merasa nyaman sekaligus memberi kesan bersih. Perut yang membuncit, apalagi postur Indy tidak terlalu tinggi, bisa tampak semakin bulat dan berat dalam pakaian yang salah. Pakaian, kita tahu, adalah sebuah cara membentuk citra yang kita inginkan.

“Aku tidak mau tampil lusuh, tidak menarik, terlihat berat, dan capai. Aku yakin orang hamil tetap bisa kelihatan seksi, makanya aku banyak pakai baju hamil berkerah sabrina. Biar suami makin rindu,” tutur Indy berseloroh. Indy baru saja melahirkan putra pertamanya, Rafael Benaya Sarmanella.

Indy juga lebih senang memakai baju model kemben dengan bahu terbuka, tanpa terlalu banyak detail dan hiasan. “Aku enggak suka baju yang ada kerutan atau pita, nanti seperti kado. Kalau ada tali pinggang juga saya gunting. Pokoknya simpel, tanpa hiasan,” tambah Indy.

Celana panjang menjadi pilihan Indy sehari-hari, sementara untuk baju panggung Indy mendapat bantuan dari teman-temannya. “Hampir semua baju show saya merupakan pemberian dari teman, yakni perancang Kanaya Tabitha dan Stephanus Hamy,” tambah Indy, yang berbelanja baju hamil untuk kebutuhan sehari-hari di sebuah butik Nine Months di kawasan Jakarta Selatan.

MESKIPUN memiliki anak adalah sebuah dambaan, tetapi perhatian khusus terhadap adanya kebutuhan baju hamil baru belakangan diberikan. Baju-baju itu dikerjakan dengan rancangan khusus dengan memperhatikan antara estetika dan fungsi.

Butik khusus atau bagian khusus berisi pakaian hamil kini lebih mudah ditemui di pusat perbelanjaan, seperti Metro Department Store Plaza Senayan yang memiliki empat merek baju hamil dengan harga antara Rp 100.000 hingga Rp 600.000 per potong.

Perhatian ini tidak bisa dilepaskan dari adanya kebutuhan terhadap baju hamil yang lebih beragam, mengikuti kebutuhan perempuan yang memiliki beragam karier dan kegiatan. Daya beli yang memadai juga memungkinkan masuknya unsur desain pada baju hamil selain memang ada kelompok masyarakat yang telah memiliki kebutuhan akan mode yang tidak akan mengubah gaya berbusananya ketika kehamilan tiba.

Ini pula yang mendasari Reksita Triherdiyani merancang baju-baju hamil Perina. Kehamilan, menurut Reksita, tidak akan mengubah selera seseorang. Celana panjang saat ini menjadi favorit, sementara baju hamil yang seperti daster tidak lagi populer. Kalaupun memilih baju terusan, para calon ibu itu memilih yang potongannya lebih pas di tubuh.

Daya pakai yang tinggi juga menjadi pertimbangan Reksita, mengikuti kebutuhan konsumen yang ingin memanfaatkan seefisien mungkin baju-baju hamilnya. Karena itu, baju-baju yang bisa dipadupadankan menjadi pilihan. Selain itu yang juga banyak dicari adalah baju yang masih bisa dipakai setelah kelahiran. Reksita menyiasati ini dengan membuatkan tali pinggang serta baju-baju yang potongannya tak terlalu longgar. Pipa celana pun dibuat lurus dan tidak longgar. Selain mengurangi kesan membulat, juga memberi kemungkinan untuk dipakai setelah ibu melahirkan.

Adanya daya beli serta kebutuhan akan baju hamil yang lebih beragam rupanya menjadi daya tarik masuknya baju hamil dari luar negeri. Salah satunya adalah Formes dari Paris yang ada di Jakarta sejak bulan lalu. Daya pakai yang tinggi, yaitu bisa dipakai untuk acara sehari-hari maupun kegiatan formal serta dapat dikenakan sejak usia kehamilan tiga bulan hingga sembilan bulan untuk baju yang sama, menjadi andalan merek yang didirikan Daniel Boudon di Paris 20 tahun lalu dan di sini ditawarkan dengan harga Rp 400.000 hingga Rp 2 juta. Jadi, silakan pilih baju hamil yang paling membuat Anda merasa nyaman. (ARN/NMP)

Copyright © 2002 Harian KOMPAS (Minggu, 14 September 2003). Hangtuah Digital Library

Iklan

11 thoughts on “Hamil dan Menikmati Membesarnya Kehamilan

  1. Usia kehamilanku sudah 22 minggu, sjk 18 minggu si dede dlm kandunganku sudah terasa gerakannya, alhamdulillah dia sehat, padahal pada awal kehamilan ada resiko keguguran. ga sia2 aku bedrest selama hampir 3 minggu. Aku dan suami sangat menantikan kelahirannya,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s