Jangan Takut Payudara Menjadi “Rayud”


MASIH ingat dengan Dewi Yull? Dia sosok artis yang cukup dikenal. Saat ini mengaku prihatin dengan fenomena perempuan khususnya kaum ibu yang sekarang ketakutan kalau menyusui bayinya, dengan alasan khawatir payudaranya menjadi tidak kencang alias ‘susu rayud’.

“Seharusnya kaum hawa bangga bisa memberi ASI sebagai makanan terbaik bagi bayinya sendiri. Namun saat ini yang berkembang adalah ketidakmauan memberikan ASI dengan alasan takut payudara menjadi melorot alias susu rayud,” kata Dewi di depan peserta Lokakarya Masalah dan Solusi Pemberian ASI, di ruang Nyi Mas Gandasari, di kompleks Pemda Kabupaten Cirebon, Jawa Barat belum lama ini.

Ia mengatakan, dirinya yang sudah dikaruniai beberapa anak, sejak lahir semuanya diberi air susu ibu (ASI). Bayi lahir langsung disusui. Bahkan dia memberi ASI secara langsung itu masing-masing anaknya selama lebih dari enam bulan.

“Saya tidak tega kalau anak sendiri begitu lahir diberi susu formula, karena pemberian susu formula saat bayi lahir hingga usia enam bulan, tidak baik bagi pertumbuhan fisik dan perkembangan kejiwaan anak,” ujarnya.

Diakui, pemberian ASI kepada bayi selain sebagai wujud tanggungjawab, juga lebih efektif, efisien dan lebih murah. “Selain pertimbangan itu, saya juga mendapat dorongan dari suami agar selalu memberi ASI kepada semua bayi yang dilahirkan,” katanya.

“Jadi jangan sampai mengabaikan keselamatan dan kesehatan bayi dengan cara tidak memberi ASI. Apalagi hanya dengan alasan mementingkan suami dan penampilan saja. Itu jelas sangat merugi,” pesannya lagi.

Ia menuturkan, sejak pertamakali melahirkan bayi, dirinya selalu memberikan ASI, apa pun alasannya, dan hal itu harus tetap dilakukan, termasuk ketika sedang menjalani aktivitas atau pekerjaan lain.

“Saat syuting maupun pentas, kami selalu membawa bayi ke mana pun. Termasuk mencuri waktu untuk bisa selalu meneteki anak saya,” paparnya, seraya menambahkan meneteki bayi merupakan kelebihan dari kaum ibu yang tidak dimiliki kaum lelaki. Oleh karena itu harus disyukuri. (Ant/O-1)

Copyright © 2003 Media Indonesia

Hangtuah Digital Library: Sabtu, 22 November 2003 21:50 WIB

3 thoughts on “Jangan Takut Payudara Menjadi “Rayud”

  1. Selama itu demi anak, saya tak mempersoalkan. Tapi, bukan berarti harus tampil seadanya kan? Saya berusaha memulihkan kondisi itu setelah menyusui. Meski tidak maksimal hasilnya. Tapi yang pasti, suami tambah saya jika kita berhasil hamil lalu menyusui dengan ASI dari kita sendiri….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s