Belajar Berenang sejak Dini


TAK BISA DIMUNGKIRI, hampir setiap anak menyukai air. Mereka umumnya gemar bermain air saat dimandikan di kamar mandi, di kolam renang, di tepian air terjun, bahkan di pantai. Oleh sebab itu, penting mengajari anak untuk lebih mengenal air sejak dini agar terhindar dari bencana.

Secara alamiah anak memang tertarik pada air, terutama dalam hamparan yang luas seperti kolam renang dan laut. Namun, menurut seorang instruktur renang, reaksi anak terhadap air sangatlah berbeda-beda, bergantung pada usianya.

“Saat mereka masih kecil, mereka masih takut membenamkan diri lebih dalam di air. Mereka umumnya lebih senang bermain di air hanya sebatas mata kaki saja. Sebenarnya, ketika anak telah berusia dua tahun, orangtua dapat mulai melatih mereka berenang. Caranya, bawa mereka ke kolam dan pegang badannya sehingga mereka bisa menendang atau memukul-mukul air dengan tangan dan kakinya,” ujarnya.

Dan ketika anak tersebut telah memasuki usia empat tahun dan telah cukup familiar dengan air, mereka bisa belajar menahan dan mengatur napas serta mengambang. Dengan demikian, ketika memasuki usia enam tahun, sudah siap untuk belajar berenang secara formal.

Kolam renang merupakan tempat yang paling baik bagi pemula yang ingin belajar renang. Sebab, di tempat itu tidak ditemui elemen yang bisa membahayakan seperti lubang yang dalam, arus air yang deras, atau batu-batuan yang tajam.

Alasan utama terjadinya kecelakaan di air adalah panik. Situasi seperti ini pasti dialami siapa pun yang tidak menguasai ilmu renang. Menit-menit pertama menyadari kakinya tidak menyentuh permukaan, mereka langsung lupa bahwa tubuh manusia itu dapat mengambang dengan sendirinya di atas air dalam keadaan santai.

Berenang adalah satu keahlian yang paling penting yang dapat ditanamkan pada anak sejak kecil. Orangtua yang tidak bisa renang atau takut terhadap air harus dapat mengatasi emosinya saat mendampingi anak belajar renang. Jika tidak, hal tersebut dapat berpengaruh negatif terhadap anak sehingga mereka pun merasa cemas pula saat belajar.

Mengawasi anak saat berenang sangat dianjurkan, terutama bila berenang di laut. Sebab, orang yang pandai berenang pun bisa saja tenggelam di laut akibat adanya aliran deras atau gelombang besar. Selama mereka berenang di laut, jangan pernah melepas perhatian dari mereka. Lebih-lebih jika tidak mengenal suasananya, agar tidak terseret oleh gelombang atau arus deras, jangan biarkan mereka bermain hingga ke tangah laut.

Untuk mencegah anak lelah atau kram, pastikan mereka tidak mengalami dehidrasi dengan cara memberi minum air putih. Olesi tubuh mereka dengan sun-proof beberapa kali selama mereka berenang agar kulit tidak terbakar sinar matahari.

Berikut beberapa tindakan preventif bisa dilakukan orangtua saat mendampingi anak di kolam renang:

· Bawalah ponsel sebagai tindakan berjaga-jaga jika terjadi sesuatu.

· Periksa terlebih dahulu kondisi kolam sebelum berenang.

· Pilihlah kolam renang yang dilengkapi fasilitas pengamanan, seperti penjaga, indikator kedalaman kolam dan pelampung.

· Awasi anak sepanjang mereka berlatih renang.

· Bagi yang tidak bisa berenang, gunakan jaket penyelamat saat mengawasi anak di kolam renang.

· Minta anak untuk memberi tahu di mana, kapan, dan dengan siapa mereka berenang. (RI/W-9)

Suara Pembaruan Daily 20/11/03

Hangtuah Digital Library

2 thoughts on “Belajar Berenang sejak Dini

  1. pada intinya sudah merupakan informasi bagi orangtua yang punya baby, tapi isinya kurang lengkap mohon dilengkapin artikelnya.thx bravo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s