Hamil Tenang di Usia Matang


Sekarang bukan hal aneh bagi perempuan untuk mulai hamil di atas usia 35 tahun. Tapi ada hal-hal yang perlu diperhatikan, agar kehamilan di usia matang berjalan lancar dan selamat.

Benar, usia paling ideal bagi seorang perempuan untuk mulai memiliki keturunan adalah pada umur 20 tahunan, dan berhenti pada usia 35. Itu sebabnya tak heran jika selama 20 tahun ini di Indonesia dikenal sebuah “rumus” kependudukan 2:5:35. “Artinya, setiap pasangan diharapkan untuk memiliki 2 anak saja, dengan jarak 5 tahun, dan stop melahirkan setelah mencapai usia 35 tahun,” papar dr. Hasnah Siregar, Sp.OG.

Namun, sekarang ini agak sulit untuk “mematuhi” rumus 2:5:35 tersebut. Banyak hal yang membuat perempuan belum melahirkan sampai usia 35 tahun. “Bisa saja pasangan suami istri menikah di usia 25-an tahun namun baru hamil setelah 10 tahun menikah. Atau, banyak juga perempuan yang baru menikah di atas usia 35 tahun,” imbuh Hasnah.

KLIK - Detail Melahirkan anak pertama di usia 35 tahun mengandung risiko yang tak sedikit. Menurut Dokter Arju Anita, Sp.OG, kehamilan pertama di atas 35 tahun seperti ini berisiko tinggi, karena pada usia tersebut hormon perempuan mengalami penurunan fungsional karena sudah melewati masa puncaknya, yaitu usia 20-30 tahun.

Penurunan fungsional hormon ini berakibat menurunnya fungsi-fungsi tubuh, termasuk sel telur. “Biasanya, gangguannya bersifat hormonal, jadi lebih ke si ibu ketimbang ke janin,” sambung Anita, yang tak memungkiri, kondisi seperti ini sangat mungkin mengganggu janin juga. “Terlebih jika si ibu tak bisa me-maintain kondisi kehamilan dan tubuhnya.”

Awal Kehamilan
Secara keseluruhan, setelah melewati masa subur, kondisi fisiologis seorang perempuan akan menurun. Ini bisa berdampak pada menurunnya fungsi-fungsi organ tubuh, seperti jantung, ginjal, dan sebagainya. “Sehingga kemungkinan perempuan terkena penyakit juga lebih besar. Akibatnya, selain me-maintain kehamilannya, si ibu juga harus me-maintain dirinya pula,” ujar Anita menjelaskan.

Antisipasinya, kata Anita, rencanakan kehamilan sejak kehamilan pertama, kalau bisa hamil pertama sebelum berusia 35. “Yang kedua, rajin kontrol ke dokter, sehingga jika terjadi gangguan, bisa terdeteksi lebih awal,” kata Anita menyarankan.

Sebelum hamil, sebaiknya periksakan dulu kondisi kesehatan ke dokter, karena bisa saja si calon ibu sudah mengidap penyakit seperti diabetes mellitus, hipertensi, kolesterol tinggi, ginjal, atau kelainan darah. Kalau semua penyakit di atas sudah bersarang di tubuh ibu, konsultasikan penyakit itu ke dokter penyakit dalam. Jika semua kondisi tubuh sudah baik, ibu pun lebih siap menghadapi kehamilannya.

Jika kehamilan sudah terjadi, setiap calon ibu dianjurkan untuk melakukan tes pada awal kehamilannya. Misalnya tes amniocentesis untuk mendiagnosis kromosom yang abnormal. Calon ibu pun harus ekstra ketat memelihara kehamilannya. Sejak dinyatakan hamil harus rajin kontrol hingga 32 minggu. Setelah itu dimonitor terus satu kali dalam dua minggu.

Hal yang kerap dialami ibu hamil di atas usia 35 tahun adalah pre eklamsia, atau naiknya tekanan darah. “Sering terjadi keracunan kehamilan hingga ibu harus lebih berhati-hati. Apalagi jika bayi yang dikandung ikut terkena, bisa fatal bagi keduanya,” sambung Hasnah Siregar.
Kemungkinan keguguran pada perempuan yang mengandung anak pertama di usia 35 tahun ke atas, yaitu sekitar 20 persen. Keguguran terjadi di bawah usia 16 – 20 minggu. Kalaupun lahir pada usia 20, 36 atau 40 minggu, bayi lahir prematur dan memiliki berat badan sekitar 2,5 kg. “Kalau bayi telah melewati usia tersebut, bayi akan lahir matang karena telah cukup umur.”

Siap Mental
Yang jelas-jelas berisiko terhadap janin adalah kehamilan yang terjadi di atas usia 40 tahun. “Ini berisiko terjadinya kelainan kongenital pada janin. Jadi, harus benar-benar diwaspadai,” imbuh Arju Anita. Hasil penelitian menunjukkan, kebanyakan anak yang lahir dari ibu yang hamil di atas 40 tahun, persentase untuk menderita kelainan kongenital makin besar.

Kelainan kongenital yang paling sering adalah Sindroma Down yang mengarah ke retarded mental. Anita menjelaskan, sejak berada dalam rahim, seorang perempuan sudah membawa sel telur. “Nah, seiring berjalannya waktu, kualitas sel telur pun akan makin menurun. Belum lagi pengaruh lingkungan, seperti radiasi, yang akan makin membuat sel telur tidak sempurna. Akibatnya tidak mencapai batas minimal yang dibutuhkan untuk kehamilan.”

Kelainan-kelainan yang terjadi pada kehamilan di atas 40 tahun memang bisa dideteksi dengan beberapa pemeriksaan, antara lain pemeriksaan USG, pemeriksaan air ketuban, dan pemeriksaan laboratorium lainnya. “Pemeriksaan sudah bisa dilakukan sejak usia kehamilan 10 minggu, biasanya pemeriksaannya serial.”

Sayangnya, meski bisa dideteksi sejak awal, penanganan untuk kelainan yang dialami janin biasanya baru bisa dilakukan setelah lahir. Misalnya saja untuk kelainan hidrosefalus. “Itu pun hasilnya tergantung seberapa besar kelainannya.”

Meskipun banyak hal yang perlu diwaspadai, namun Hasnah Siregar yang banyak menangani kehamilan pada perempuan di atas 35 tahun ini menekankan agar calon ibu tak perlu khawatir. Bahkan, dokter yang sehari-hari selalu terlihat chic ini melihat sisi positif yang biasanya terjadi pada perempuan usia matang. “Mereka biasanya lebih siap menghadapi kehamilan. Baik kesiapan mental maupun fisik. Ini bekal yang bagus sekali untuk menjadi ibu yang baik kelak,” tandasnya.

YANG BISA DILAKUKAN
1. Sebaiknya cek kesehatan secara keseluruhan dulu sebelum memutuskan untuk hamil.
2. Konsentrasi penuh pada kehamilan. Hindari tugas-tugas berat yang memeras tenaga serta pikiran.
4. Sebaiknya catat kapan waktu menstruasi tiap bulan. Jika terlambat beberapa hari akan segera ketahuan bahwa ibu hamil. Menstruasi tak teratur juga bisa diatasi sejak dini.
5. Periksa gigi secara teratur. Gigi berlubang bisa menjadi “pintu masuk” untuk penyakit yang menyerang jantung, ginjal, dan air ketuban yang membuat bayi lahir prematur.

JAGA MAKANAN
1. Konsumsi multivitamin mengandung 400 mikrogram asam folat setiap hari sebelum hamil dan selama bulan pertama kehamilan untuk membantu mencegah gangguan pada saluran tuba.
2. Konsumsi makan-makanan bernutrisi secara bervariasi, seperti sereal, produk dari padi, sayuran hijau, buah, dan kacang-kacangan.
3. Berhenti minum alkohol sebelum dan selama kehamilan
4. Jangan menggunakan obat-obatan kecuali obat anjuran dari dokter yang mengetahui dengan persis kondisi kehamilan ibu.[]

Klik sumber tulisan ini

8 thoughts on “Hamil Tenang di Usia Matang

  1. kami telah dikarunai 3 anak, Perempuan (12 thn) Laki-2 (4thn) laki-2 (1 thn), kami pingin anak 1 lagi, semoga perempuan🙂
    usia saya dan istri sama, 38 thn. Maka dari itu saya lagi getol-2 nya hunting aneka referensi soal kehamilan di atas usia 35thn. do’a kan ya semoga cita2 kami tercapai

  2. Saya sendiri sedang hamil 8 bulan. Usia saya saat hamil ini 36 tahun. Alhamdulillah tidak ada masalah. Meski masih merasa khawatir karena faktor usia ini. Ini kehamilan kedua saya.

  3. kami sendiri kebetulan menikah pada usia produktif. Saat ini suami saya usianya 24 tahun dan saya 22 tahun. Alhamdulillah langsung hamil pada 2 bulan setelah menikah.🙂

  4. Terima kasih dengan adanya blog ini, dalam masa dekat kami ingin segera mempunyai momongan kerana usia saya sudah 30 tahun dan suami 33 tahun. Jadi informasinya sangat membantu kami dalam segi fisik maupun mental.

  5. utk Mas Antono: Selamat akan segera memiliki anak dari rahim istri tercinta ya. Mungkin nanti berdekatan kelahirannya dengan anak saya, karena saya sekarang sedang hamil 8 bulan. Salam buat istrinya ya.

    Untuk bibilung, terima kasih isi blognya bagus-bagus. Fokus kepada kesehatan wanita.🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s