Arsip

Archive for the ‘melahirkan’ Category

Pengalaman Keguguran Picu Komplikasi Persalinan

Kamis, 5 Februari 2009 bibilung Tinggalkan komentar

Sebagian wanita kurang beruntung mengalami keguguran beberapa kali dan yang mengalami kehamilan risiko tinggi. Nyatanya wanita yang hanya satu kali mengalami keguguran pun cenderung mengalami komplikasi pada kehamilan berikutnya. Demikian menurut peneliti asal Skotlandia.

“Penelitian kami berdasarkan analisis catatan kehamilan terhadap lebih dari 32.000 wanita, yang menunjukkan keguguran yang terjadi meskipun hanya satu kali meningkatkan risiko komplikasi pada kehamilan berikutnya,” ujar Dr. Sohinee Bhattacharya dari Aberdeen Maternity Hospital. Read more…

Categories: melahirkan

Peran Suami, Siapkan Bahu & Telinga Menjelang Persalinan

Selasa, 24 Juni 2008 bibilung 3 komentar

MENUNGGU hari persalinan bisa menjadi pengalaman yang menegangkan sekaligus melelahkan. Dengan usia kandungan yang semakin tua, apa pun bisa terjadi pada ibu hamil. Cemas, gelish, takut, stres, marah-marah, mulas, keluhan sakit perut, sampai kontraksi yang frekuensinya makin sering, jamak dialami oleh ibu menjelang persalinannya. Nah, suami bisa berperan untuk meringankan beban istrinya.

“Yang terpenting, keberadaan suami di sisi istri yang tengah berjuang hendak melahirkan si buah hati ke dunia sangatlah penting dalam menciptakan rasa aman dan nyaman. Selalu ada setiap kali istri membutuhkan!” tegas Anna Surti Ariani Psi dari Medicare Clinic, Menara Kadin, Kuningan, Jakarta. Read more…

Categories: melahirkan

Segera Ber-KB Pasca Melahirkan, Apa Perlunya?

Minggu, 1 Juni 2008 bibilung 2 komentar

Banyak hal negatif bisa terjadi jika ibu terlalu cepat hamil setelah melahirkan.

Ketika bayinya masih berusia empat bulan, Astina Bakti hamil anak kedua. Ia merasa bimbang menerima anugerah tersebut. Di satu sisi, kehadiran anak kedua memang bagian dari rencana sekaligus harapan hidupnya di masa depan. Namun, si kecil ‘datang’ terlalu cepat. ”Sekarang, memberikan ASI (air susu ibu) eksklusif saja sudah penuh perjuangan apalagi dengan kondisi hamil seperti ini,” keluhnya.

Tiap kehamilan selayaknya memang direncanakan dan diharapkan keberlangsungannya. Namun, banyak orang yang nyatanya tak mampu mencapai kondisi ideal tersebut. Alhasil, mereka menerima karunia luar biasa itu dengan muka kecut. Astina khawatir pasokan ASI-nya terhenti. Ia juga khawatir si sulung akan kurang perhatian. ”Saya juga cemas memikirkan biaya untuk membesarkan si kecil nantinya,” cetus Astina. Read more…

Categories: anak, kehamilan, melahirkan

Tiga Tahap Persalinan Normal

Selasa, 26 Februari 2008 bibilung 5 komentar

by dr SalmaProses kelahiran bayi yang berlangsung normal dibagi dalam tiga tahap atau kala. Penting sekali bagi Anda untuk mengetahui proses tersebut agar Anda bisa menyikapinya secara tepat.

Tahap pertama (pembukaan)

  • Tahap ini merupakan yang paling lama, dimulai dari kontraksi sampai saluran rahim terbuka penuh oleh kepala bayi. Pada persalinan pertama, prosesnya bisa lebih dari 18 jam, sementara pada persalinan kedua dan seterusnya antara 2-3 jam.
  • Kontraksi yang lemah namun teratur dimulai dari bagian atas rahim ke bawah sampai vagina, biasanya diawali dengan nyeri di punggung terus menjalar menjadi seperti kram di perut bawah.
  • Sedikit demi sedikit kontraksi akan semakin seringdan kencang untuk mengeluarkan mendesak kepala bayi ke mulut rahim. Setiap kontraksi berlangsung 30 sampai 60 detik. Jarak antar kontraksi adalah 10-20 menit. Rasa sakit menghilang setiap kali rahim mengendor.
  • Mulut rahim menjadi lunak, tipis dan melebar sehingga memudahkan bayi keluar dari rahim.
  • Sedikit cairan dan darah biasanya ikut menyertai proses persalinan, sebelum akhirnya pecah air ketuban. Read more…
Categories: melahirkan

Tahapan-tahapan Melahirkan

Rabu, 16 Januari 2008 bibilung 8 komentar

Pralahir: Turunnya kepala bayi ke arah panggul disebut “pembukaan”. Pembukaan terjadi antara beberapa hari sampai beberapa minggu sebelum kelahiran, tergantung sudah berapa kali melahirkan.

Awal kelahiran: Pada tahap ini, uterus mengalami kontraksi yang tak teratur dengan intensitas sedang sampai keras. Selama kontraksi, kantung ketuban sewaktu-waktu bisa pecah.

Fase transisi: Ketika persalinan berlanjut, leher rahim berdilatasi (bertambah lebar), memudahkan bayi memasuki saluran lahir.

Fase Turun: Pada kelahiran yang normal, kepala keluar lebih dulu. Sebuah episiotomi mungkin diperlukan untuk melebarkan liang vagina.

Kelahiran: Setelah kepala keluar, bayi diputar untuk menuntaskan persalinan.

Tali pusar dipotong untuk memisahkan bayi dari plasenta (sesudah lahir).

Uterus berkontraksi kuat beberapa kali untuk mendorong plasenta keluar. Dokter atau perawat mungkin memijat perut anda untuk mempercepat lepasnya plasenta.

Plasenta keluar dengan tali pusar masih melekat. Dokter atau perawat akan memeriksa apakah plasenta sudah keluar semua.

diambil dari ::wyethindonesia::

Categories: melahirkan

Persalinan

Selasa, 15 Januari 2008 bibilung 2 komentar

Sekarang posisi bayi sudah di bawah, masuk ke kanal kelahiran, biasanya dengan kepala di bawah mengarah ke leher rahim yang sudah terbuka. Anda akan merasakan uterus berkontraksi untuk membantu bayi membuka jalan menuju dunia luar. Pada waktu kontraksi terasa, itulah saatnya mengejan. Dengarkanlah desakan hati anda. Menunggu sinyal dari tubuh untuk mengejan akan sangat membantu kelahiran. (Jika anda mendapat epidural untuk mengurangi rasa sakit, desakan hati untuk mengejan akan berkurang.) Read more…

Categories: melahirkan

Masa Transisi Saat Melahirkan

Senin, 14 Januari 2008 bibilung Tinggalkan komentar

 

Pada saat proses persalinan berlanjut, tanda-tanda vital anda (denyut nadi, pernapasan, dan tekanan darah) akan lebih sering diperiksa. Dokter akan terus memantau perubahan posisi bayi, suhu tubuh anda, serta lama dan kekuatan kontraksi. Pada fase ini, kontraksi berlangsung lebih lama. Read more…

Categories: melahirkan

Persiapan Awal Kelahiran

Minggu, 13 Januari 2008 bibilung 1 comment

Persalinan dimulai ketika leher rahim (serviks) mulai membuka atau melebar. Uterus berkontraksi dalam jarak waktu teratur, dan perut menjadi keras. Disela-sela kontraksi uterus melemas dan perut melunak. Read more…

Categories: melahirkan

Persiapan Menjelang Persalinan

Sabtu, 12 Januari 2008 bibilung 1 comment

Beberapa minggu sebelum melahirkan, anda mungkin akan mempunyai banyak pertanyaan mengenai persalinan baik kepada diri sendiri maupun kepada dokter pribadi anda. Ada banyak sekali topik pilihan dalam proses melahirkan.

Pastikan hal-hal berikut ini anda bicarakan bersama dokter pribadi anda: Read more…

Categories: melahirkan

Jika Harus Menjalani Persalinan Vacuum

Kamis, 6 Desember 2007 bibilung 2 komentar

Mengapa sampai terjadi persalinan dengan vacuum dan benarkah bayi yang lahir di-vacuum akan menjadi bodoh jika mereka besar nanti?

Anak jadi bodoh karena ketika lahir di-vacuum? Ah, yang benar saja! Buktinya, seperti diutarakan dr. Nanang Hasani, SpOG dari RSIA Hermina Podomoro, ketiga anaknya lahir dengan cara tersebut. “Yang sulung, sekarang sudah SMP dan ketika lulus SD ia memiliki NEM paling tingi. Kedua adiknya, selalu juara kelas.” Bodoh tidaknya anak, kata Nanang, “Bukan karena lahirnya di-vacuum, melainkan 80 persen karena faktor genetik.”

Hal senada ditegaskan dr. Kishore R.J., Sp.A. “Persalinan vacuum tak ada pengaruhnya sama sekali terhadap perkembangan otak si bayi.” Sebab, jelasnya, yang ditarik di-vacuum) bukan otak bayi, melainkan kulit dan jaringan di bawah kulit kepala. “Itu pun tak akan membuat perubahan bentuk kepala,” tukasnya. Read more…

Categories: melahirkan