Arsip

Arsip untuk Maret, 2009

Ibu Menyusui Jarang Terkena Kanker Payudara

Jumat, 20 Maret 2009 bibilung 4 komentar

BANDUNG — Selain baik bagi kecerdasan otak anak, menyusui juga dapat mengurangi risiko terkena kanker payudara bagi sang ibu, kata dr Dradjat R Suardi, spesialis kanker payudara.

“Ibu menyusui dapat mengurangi risiko tekena kanker payudara sebesar 10-15 persen,” katanya pada peresmian Yayasan Kanker Payudara Jawa Barat di Bandung.

“Pupuk” kanker adalah hormon estrogen dalam tubuh. Ketika masa hamil dan menyusui, muncul hormon progesterone. Hormon ini kemudian meningkat dan melakukan proteksi, sehingga hormon estrogen tidak lagi dominan,katanya. Read more…

Categories: menyusui

Merawat Anak yang Menderita Autisme

Selasa, 10 Maret 2009 bibilung 2 komentar

Anak autis atau autism bukanlah penyakit. Autis atau autisme hanyalah gangguan perkembangan pada anak. Autis sebenarnya sangat perlu menjadi perhatian khusus, ada dua hal yang harus diperhatikan pertama bahwa masyarakat umum yang menganggap kalau autis sebagai penyakit itu salah besar, dan kedua penyandang autis yang sekarang peningkatanya sangat banyak. Jadi autis itu perkembangan pada anak yangterjadi dan Nampak gejalanya dalam usia 3tahun.

Secara sederhana autis ini disebabkan adanya kelemahaan genetic. Kelemahaan genetic ini menyebabkan gangguan saraf yang mempengaruhi fungsi otak normal. Jadi karena itu autis bisa menimpa siapa un tanpa pandang bulu. Autis membuat seorang kesulitan berkomunikasi baikverbal maupun non verbal. Read more…

Categories: anak

Hamil di Usia 40 tahun

Senin, 2 Maret 2009 bibilung 17 komentar
Kehidupan Anda telah memasuki usia 40 tahun, namun justru pada saat inilah dalam rahim Anda tumbuh sang buah hati. Kebahagiaan dan kekhawatiran bercampur menjadi satu. Bagaimana menjalani kehamilan dan proses persalinan yang sehat dan aman di usia yang cukup berisiko bagi wanita ini?

Dr Ivan R Sini, MD, FRANZCOG, GDRM, ahli kebidanan dari RS Bunda, Menteng, Jakarta Pusat, menjelaskan bahwa kehamilan pada usia di atas 37 tahun ke atas merupakan kehamilan dengan risiko komplikasi yang tinggi. Pada usia ini kualitas sel telur yang diproduksi sudah tidak bagus, dan ketika bertemu sperma akan menghasilkan kualitas janin yang tidak bagus. “Seiring bertambahnya usia maka risiko kelahiran bayi dengan down syndrome adalah 1:50, hal ini sangat jauh berbeda pada kehamilan wanita usia 20-30 tahun yang memiliki risiko sebesar 1:1500. Selain itu kehamilan ini juga memiliki risiko keguguran yang tinggi karena terjadi nature selection, yaitu janin yang awalnya tidak bagus bisa jadi tidak berkembang pada satu tahap tertentu atau tumbuh namun dengan kelainan,” jelas Ivan.

Risiko ini akan sama bahkan lebih meningkat pada kehamilan bukan anak pertama, seperti komplikasi pendarahan dan keguguran. Salah satu komplikasi yang biasa terjadi pada kehamilan ini adalah preclampsia yang menyebabkan terjadinya pendarahan saat hamil atau setelah melahirkan. “Begitu Anda mengetahui kehamilan, datanglah ke dokter kebidanan dan konsultasikan mengenai pilihan screening atau tes yang bisa dilakukan,” imbuhnya. Berbagai pilihan yang dapat dilakukan antara lain adalah: USG, Triple Test dengan mengambil sample darah, Nuchal Translucency yang mengukur ketebalan belakang leher janin, dan Amniocentesis yaitu pengambilan cairan ketuban dari dalam rahim, yang selanjutnya dikirim ke lab genetik untuk dilihat adakah kelebihan atau kelainan kromosom. Panduan dan kunjungan ke dokter menjadi program utama dalam agenda Anda.

Tips:
1.Makan dan hidup sehat.
2.Olahraga low-impact.
3.Minum suplemem asam folat (Folic Acid)
4.Prioritaskan kunjungan rutin ke dokter

Sumber: Majalah Inspire Kids

 

Categories: kehamilan