Arsip

Arsip untuk Desember, 2008

Ngidam dan Hamil Kembar

Minggu, 28 Desember 2008 bibilung 3 komentar

MESKI biasa bagi perempuan hamil, namun fenomena ini terbilang aneh bagi laki-laki. Bagaimana tidak, istri selalu mual-mual dan muntah, ketika disodori makan yang diminta, tidak mau menyentuhnya sama sekali. Suami pun perlu bersabar karenanya. Acapkali disertai juga rasa nyeri di dada. Dalam beberapa hal bisa menyebabkan ibu kurang gizi. Ketika Dokter dilapori, lebih hanya sekadar mengatakan sambil tersenyum ” …biasa, perempuan hamil,…”

Tidak ada perhitungan pasti akan citarasa makanan pada wanita hamil. Sama
membingungkannya dengan alasan mengapa selera makanan berubah saat hamil. Namun penelitian-penelitian telah menunjukkan bahwa antara 76% dan 90% calon ibu mengalami ngidam salah satu makanan selama hamil, dan antara 50% dan 85% mengalami penolakan salah satu makanan. Mual-mual dialami oleh sekitar setengah dari seluruh wanita hamil yang diteliti. Read more…

Categories: kehamilan

Makanan Pedas dan Asam Selagi Hamil? Boleh Kok!

Sabtu, 27 Desember 2008 bibilung 5 komentar

Yang terpenting, pandai-pandailah menilai batas kemampuan diri.

Rasa asam konon membuat makanan jadi terasa menyegarkan. Citarasanya yang unik kerap diidentikkan sebagai obat ngantuk atau untuk mengurangi keluhan mual. Sementara rasa pedas memunculkan semangat dan memberi sensasi tersendiri pada si penikmat makanan tersebut.

Tak heran kalau dua citarasa ini sangat disukai banyak orang, termasuk ibu hamil. Selain itu, selama masa kehamilan juga dikenal fase ngidam yang umumnya dirasakan sebagai keluhan mual dan muntah. Untuk mengatasinya, ibu hamil menginginkan sesuatu yang terasa segar di mulut. Salah satunya makanan asam dan pedas. Read more…

Categories: kehamilan

Hamil Kembar? Jangan Stress

Jumat, 26 Desember 2008 bibilung 3 komentar

RISIKO kehamilan kembar lebih besar dari kehamilan tunggal. Pada kehamilan kembar, Anda akan mengalami perubahan fisik yang sama seperti ibu hamil lain. Namun, karena tubuh Anda menopang lebih dari satu bayi (multiple), rasa tidak nyaman akan terasa lebih berat. Kenaikan berat badan lebih cepat.

Akibatnya akan muncul kesulitan lain seperti sakit punggung, sesak napas, dan sering berkemih. Anda juga lebih rentan terhadap rasa nyeri pada perut, sembelit, dan bengkak. Penambahan beban pada jantung, paru-paru, dan ginjal mengakibatkan Anda merasa lebih cepat lelah. Read more…

Categories: kehamilan

Nyeri Pinggang Saat Hamil

Kamis, 25 Desember 2008 bibilung 7 komentar

Sekitar 50 persen ibu hamil sering mengeluhkan sakit pinggang saat sedang menjalani proses kehamilan. Penyebab kecenderungan nyeri pinggang pada ibu hamil antara lain disebabkan oleh peretambahan berat badan ibu hamil sebagai konsekuensi perubahan tubuh dan perkembangan janin beserta perangkatnya seperti plasenta, air ketuban, dan rahim.

Sebenarnya, pertambahan berat badan wanita hamil sangat baik untuk pertumbuhan janin dalam rahim, akan tetapi sangat membebani pinggang ibu hamil sehingga timbul nyeri pinggang ini. Read more…

Categories: kehamilan Tag:

mohon maaf kepada semuanya… :-)

Sabtu, 6 Desember 2008 bibilung Tinggalkan komentar

asslm wr wb

mohon maaf kepada semua pengunjung blog saya, karena saya jarang meng-update postingan. itu karena selama ini saya tidak online karena banyak urusan :-)

semoga pengunjung tidak kecewa dengan jarangnya saya berkirim pesan info-info terbaru yang berkaitan dengan isi blog yang sengaja ditujukan untuk ibu-ibu ini..

karena jarang online pula dampaknya adalah dimoderasinya komentar2 yang masuk. saya mohon maaf hal itu dilakukan karena akhir-akhir ini banyak pengirim komentar yang tidak bertanggungjawab yang mengirim pesan bernuansa penggambaran aktivitas seksual secara detil. jadi saya tidak akan membiarkan blog saya dipenuhi dengan komentar2 yg menjurus kepada penggambaran aktivitas seksual.

jika ada lagi makan insya Allah tidak akan mungkin lolos :-) akan disensor terlebih dahulu, maka kebijakan moderasi menjadi pilihan saya.

demikian informasi dari saya. mohon maaf atas ketidaknyamanan selama ini. insya Allah di masa-masa mendatang setelah segala urusan selesai, saya akan kembali rutin mengirim tulisan bermutu ke blog saya ini. terima kasih.

dengan cinta, Bibi Lung :-)

Categories: info dariku

Ketuban Pecah Dini

Rabu, 3 Desember 2008 bibilung 1 comment

Ketuban pecah dini (“early rupture of the membrane”) : ada bermacam-macam batasan / teori / definisi.

Ada teori yang menghitung berapa jam sebelum in partu, misalnya 2 atau 4 atau 6 jam sebelum in partu.
Ada juga yang menyatakan dalam ukuran pembukaan serviks pada kala I, misalnya ketuban yang pecah sebelum pembukaan serviks 3 cm atau 5 cm, dan sebagainya.

Prinsipnya adalah ketuban yang pecah “sebelum waktunya”.

Masalahnya : Kapan selaput ketuban pecah (spontan) pada persalinan normal ?

Normal selaput ketuban pecah pada akhir kala I atau awal kala II persalinan. Bisa juga belum pecah sampai saat mengedan, sehingga kadang perlu dipecahkan (amniotomi).

KETUBAN PECAH DINI BERHUBUNGAN ERAT DENGAN
PERSALINAN PRETERM DAN INFEKSI INTRAPARTUM

Patofisiologi

Banyak teori, mulai dari defek kromosom, kelainan kolagen, sampai infeksi.
Pada sebagian besar kasus ternyata berhubungan dengan infeksi (sampai 65%).
High virulence : bacteroides. Low virulence : lactobacillus.

Kolagen terdapat pada lapisan kompakta amnion, fibroblas, jaringan retikuler korion dan trofoblas.
Sintesis maupun degradasi jaringan kolagen dikontrol oleh sistem aktifitas dan inhibisi interleukin-1 (IL-1) dan prostaglandin.
Jika ada infeksi dan inflamasi, terjadi peningkatan aktifitas IL-1 dan prostaglandin, menghasilkan kolagenase jaringan, sehingga terjadi depolimerisasi kolagen pada selaput korion / amnion, menyebabkan selaput ketuban tipis, lemah dan mudah pecah spontan.

Faktor risiko / predisposisi ketuban pecah dini / persalinan preterm

1. kehamilan multipel : kembar dua (50%), kembar tiga (90%)
2. riwayat persalinan preterm sebelumnya : risiko 2 – 4x
3. tindakan sanggama : TIDAK berpengaruh kepada risiko, KECUALI jika higiene buruk, predisposisi terhadap infeksi
4. perdarahan pervaginam : trimester pertama (risiko 2x), trimester kedua/ketiga (20x)
5. bakteriuria : risiko 2x (prevalensi 7%)
6. pH vagina di atas 4.5 : risiko 32% (vs. 16%)
7. servix tipis / kurang dari 39 mm : risiko 25% (vs. 7%)
8. flora vagina abnormal : risiko 2-3x
9. fibronectin > 50 ng/ml : risiko 83% (vs. 19%)
10. kadar CRH (corticotropin releasing hormone) maternal tinggi misalnya pada stress psikologis, dsb, dapat menjadi stimulasi persalinan preterm

Strategi pada perawatan antenatal

- deteksi faktor risiko
- deteksi infeksi secara dini
- USG : biometri dan funelisasi
Trimester pertama : deteksi faktor risiko, aktifitas seksual, pH vagina, USG, pemeriksaan Gram, darah rutin, urine.
Trimester kedua dan ketiga : hati-hati bila ada keluhan nyeri abdomen, punggung, kram di daerah pelvis seperti sedang haid, perdarahan per vaginam, lendir merah muda, discharge vagina, poliuria, diare, rasa menekan di pelvis.

Jika ketuban pecah : jangan sering periksa dalam !! Awasi tanda-tanda komplikasi.

Komplikasi ketuban pecah dini

1. infeksi intra partum (korioamnionitis) ascendens dari vagina ke intrauterin.
2. persalinan preterm, jika terjadi pada usia kehamilan preterm.
3. prolaps tali pusat, bisa sampai gawat janin dan kematian janin akibat hipoksia (sering terjadi pada presentasi bokong atau letak lintang).
4. oligohidramnion, bahkan sering partus kering (dry labor) karena air ketuban habis.

Keadaan / faktor-faktor yang dihubungkan dengan partus preterm

1. iatrogenik : hygiene kurang (terutama), tindakan traumatik
2. maternal : penyakit sistemik, patologi organ reproduksi atau pelvis, pre-eklampsia, trauma, konsumsi alkohol atau obat2 terlarang, infeksi intraamnion subklinik, korioamnionitis klinik, inkompetensia serviks, servisitis/vaginitis akut, KETUBAN PECAH pada usia kehamilan preterm.
3. fetal : malformasi janin, kehamilan multipel, hidrops fetalis, pertumbuhan janin terhambat, gawat janin, kematian janin.
4. cairan amnion : oligohidramnion dengan selaput ketuban utuh, ketuban pecah pada preterm, infeksi intraamnion, korioamnionitis klinik.
5. placenta : solutio placenta, placenta praevia (kehamilan 35 minggu atau lebih), sinus maginalis, chorioangioma, vasa praevia.
6. uterus : malformasi uterus, overdistensi akut, mioma besar, desiduositis, aktifitas uterus idiopatik.

Persalinan preterm (partus prematurus) : persalinan yang terjadi pada usia kehamilan antara 20-37 minggu.
Tanda : kontraksi dengan interval kurang dari 5-8′, disertai dengan perubahan serviks progresif, dilatasi serviks nyata 2 cm atau lebih, serta penipisan serviks berlanjut sampai lebih dari 80%.
Insidens rata-rata di rumahsakit2 besar di Indonesia : 13.3% (10-15%)

(persalinan preterm – ada kuliahnya sendiri)

 

INFEKSI INTRAPARTUM

Infeksi intrapartum adalah infeksi yang terjadi dalam masa persalinan / in partu.

Disebut juga korioamnionitis, karena infeksi ini melibatkan selaput janin.

Pada ketuban pecah 6 jam, risiko infeksi meningkat 1 kali. Ketuban pecah 24 jam, risiko infeksi meningkat sampai 2 kali lipat.

Protokol : paling lama 2 x 24 jam setelah ketuban pecah, harus sudah partus.

Patofisiologi

1. ascending infection, pecahnya ketuban menyebabkan ada hubungan langsung antara ruang intraamnion dengan dunia luar.
2. infeksi intraamnion bisa terjadi langsung pada ruang amnion, atau dengan penjalaran infeksi melalui dinding uterus, selaput janin, kemudian ke ruang intraamnion.
3. mungkin juga jika ibu mengalami infeksi sistemik, infeksi intrauterin menjalar melalui plasenta (sirkulasi fetomaternal).
4. tindakan iatrogenik traumatik atau higiene buruk, misalnya pemeriksaan dalam yang terlalu sering, dan sebagainya, predisposisi infeksi.

Kuman yang sering ditemukan : Streptococcus, Staphylococcus (gram positif), E.coli (gram negatif), Bacteroides, Peptococcus (anaerob).

Diagnosis infeksi intrapartum

1. febris di atas 38oC (kepustakaan lain 37.8oC)
2. ibu takikardia (>100 denyut per menit)
3. fetal takikardia (>160 denyut per menit)
4. nyeri abdomen, nyeri tekan uterus
5. cairan amnion berwarna keruh atau hijau dan berbau
6. leukositosis pada pemeriksaan darah tepi (>15000-20000/mm3)
7. pemeriksaan penunjang lain : leukosit esterase (+) (hasil degradasi leukosit, normal negatif), pemeriksaan Gram, kultur darah.

Komplikasi infeksi intrapartum

1. komplikasi ibu : endometritis, penurunan aktifitas miometrium (distonia, atonia), sepsis CEPAT (karena daerah uterus dan intramnion memiliki vaskularisasi sangat banyak), dapat terjadi syok septik sampai kematian ibu.
2. komplikasi janin : asfiksia janin, sepsis perinatal sampai kematian janin.

Prinsip penatalaksanaan

1. pada ketuban pecah, terminasi kehamilan, batas waktu 2 x 24 jam
2. jika ada tanda infeksi intrapartum, terminasi kehamilan / persalinan batas waktu 2 jam.
3. JANGAN TERLALU SERING PERIKSA DALAM
4. bila perlu, induksi persalinan
5. observasi dan optimalisasi keadaan ibu : oksigen !!
6. antibiotika spektrum luas : gentamicin iv 2 x 80 mg, ampicillin iv 4 x 1 mg, amoxicillin iv 3 x 1 mg, penicillin iv 3 x 1.2 juta IU, metronidazol drip.
7. uterotonika : methergin 3 x 1 ampul drip
8. pemberian kortikosteroid : kontroversi. Di satu pihak dapat memperburuk keadaan ibu karena menurunkan imunitas, di lain pihak dapat menstimulasi pematangan paru janin (surfaktan). Di RSCM diberikan, bersama dengan antibiotika spektrum luas. Hasil cukup baik.

diambil dari ::kuliahbidan::

Categories: kehamilan

Plus-Minus Hamil di Usia Tua

Selasa, 2 Desember 2008 bibilung 2 komentar

sumber: http://yuwielueninet.wordpress.com

Benarkah hamil anak pertama tak boleh lebih dari usia 35 tahun? Apa saja bahayanya? Bagaimana peran pasangan dalam hal ini?

“Saya sering ditanya saudara dan kenalan, apa enggak takut melahirkan di usia menjelang 40 tahun? Habis, mau bagaimana lagi? Menikahnya juga baru ‘kemarin’. Ya, dijalani saja sambil terus berdoa supaya selamat,” tutur seorang calon ibu berusia 37 tahun.

Memang, kebanyakan wanita diliputi kekhawatiran kala kehamilan baru dialami setelah usia meninggi. Tapi jika itu yang terjadi pada Anda, tak perlu cemas. Sekarang ini makin banyak wanita melahirkan di atas usia 35 tahun. Bahkan, tak jarang melahirkan bayi pertama di usia empat puluhan. Read more…

Categories: kehamilan

Hati-hati, Perdarahan Saat Hamil Tua

Senin, 1 Desember 2008 bibilung Tinggalkan komentar

JIKA Anda suka bepergian, maka berhati-hatilah, terutama bagi Anda yang sedang hamil tua. Di musim hujan misalnya, kondisi jalan yang dilalui akan licin dan kemungkinan terjadinya kecelakaan sangatlah besar. Trauma yang terjadi pada ibu hamil merupakan salah satu faktor penyebab timbulnya perdarahan dalam kehamilan lanjut — dalam istilah medis dikenal dengan ante partum bleeding (APB).

APB dapat diartikan sebagai perdarahan yang terjadi dari saluran reproduksi wanita pada kehamilan di atas 22 minggu hingga melahirkan. Namun, WHO menyebut APB terjadi setelah usia kehamilan 29 minggu atau lebih. Terlepas dari perbedaan itu, perdarahan yang terjadi dalam kehamilan lanjut ini sangat penting diketahui secara dini dan mendapatkan penanganan yang tepat dan cepat. Read more…

Categories: kehamilan