Arsip

Arsip untuk Juni, 2008

Peran Suami, Siapkan Bahu & Telinga Menjelang Persalinan

Selasa, 24 Juni 2008 bibilung 3 komentar

MENUNGGU hari persalinan bisa menjadi pengalaman yang menegangkan sekaligus melelahkan. Dengan usia kandungan yang semakin tua, apa pun bisa terjadi pada ibu hamil. Cemas, gelish, takut, stres, marah-marah, mulas, keluhan sakit perut, sampai kontraksi yang frekuensinya makin sering, jamak dialami oleh ibu menjelang persalinannya. Nah, suami bisa berperan untuk meringankan beban istrinya.

“Yang terpenting, keberadaan suami di sisi istri yang tengah berjuang hendak melahirkan si buah hati ke dunia sangatlah penting dalam menciptakan rasa aman dan nyaman. Selalu ada setiap kali istri membutuhkan!” tegas Anna Surti Ariani Psi dari Medicare Clinic, Menara Kadin, Kuningan, Jakarta. Read more…

Categories: melahirkan

Hamil Aman Meski Usia Sudah “Lewat”

Senin, 23 Juni 2008 bibilung 1 comment

<!––><!––>
PULUHAN tahun lalu, wanita berusia seperempat abad yang belum menikah dianggap sebagai “perawan tua”. Kini yang sudah menikah pun banyak yang tak ingin segera punya anak demi karir. Bahkan sampai umur kepala tiga. Padahal kehamilan di atas usia 35 tahun tergolong berisiko.

Penelitian U.S. Centers for Disease Control and Prevention (CDC) tahun 2006 silam menyatakan adanya kenaikan risiko kematian saat persalinan, hampir tiga kali lipat pada wanita berusia lebih dari 35 tahun. Penyebab utama kematian ibu saat melahirkan di antaranya perdarahan, emboli darah (sumbatan yang berasal dari pecahan trombus atau bekuan darah dalam sistem pembuluh darah jantung) serta kelainan tekanan darah. Read more…

Categories: kehamilan

Perhatikan Gerak Janin Anda!

Senin, 23 Juni 2008 bibilung 6 komentar

<!––><!––>Corbis Adanya perubahan kondisi kehamilan di trimester tiga, seperti kaki bengkak, pinggang pegal, menurut dr Dwirani Amelia SpOG, sebenarnya bergantung pada kondisi ibu saat mau hamil.

Artinya, wanita hamil tersebut haruslah dalam kondisi bugar. Bugar di sini adalah orang yang terbiasa olahraga, atau orang yang makanannya seimbang. Kalau ibu tersebut dari awalnya bugar, biasanya kehamilannya itu tidak membawa keluhan.

“Tapi kalau dia nggak bugar, makannya sembarangan, nggak pernah bergerak, di kantor cuma duduk, malah akan menimbulkan keluhan. Karena hamil itu menuntut tubuh kita untuk adaptasi terhadap perubahan-perubahan yang terjadi itu,” beber dr Lilik, begitu ia biasa disapa oleh para pasiennya.

Read more…

Categories: kehamilan

Segera Ber-KB Pasca Melahirkan, Apa Perlunya?

Minggu, 1 Juni 2008 bibilung 2 komentar

Banyak hal negatif bisa terjadi jika ibu terlalu cepat hamil setelah melahirkan.

Ketika bayinya masih berusia empat bulan, Astina Bakti hamil anak kedua. Ia merasa bimbang menerima anugerah tersebut. Di satu sisi, kehadiran anak kedua memang bagian dari rencana sekaligus harapan hidupnya di masa depan. Namun, si kecil ‘datang’ terlalu cepat. ”Sekarang, memberikan ASI (air susu ibu) eksklusif saja sudah penuh perjuangan apalagi dengan kondisi hamil seperti ini,” keluhnya.

Tiap kehamilan selayaknya memang direncanakan dan diharapkan keberlangsungannya. Namun, banyak orang yang nyatanya tak mampu mencapai kondisi ideal tersebut. Alhasil, mereka menerima karunia luar biasa itu dengan muka kecut. Astina khawatir pasokan ASI-nya terhenti. Ia juga khawatir si sulung akan kurang perhatian. ”Saya juga cemas memikirkan biaya untuk membesarkan si kecil nantinya,” cetus Astina. Read more…

Categories: anak, kehamilan, melahirkan