Arsip

Arsip untuk Mei, 2008

Diabaikan Saat Bayi, Anak Lebih Agresif

Jumat, 30 Mei 2008 bibilung 1 comment

Para ayah bunda penting menilik kembali perlakuan mereka terhadap si buah hati. Penelitian dari University or North Carolina menemukan, anak-anak usia di bawah dua tahun yang diabaikan orangtuanya menunjukkan tingkat perilaku agresif yang lebih tinggi pada usia 4 hingga 8 tahun.

Dari hasil penelitian yang diterbitkan jurnal Pediatrics itu, pengaruh pengabaian bayi di usia dini bisa sama besarnya dengan kekerasan terhadap anak untuk memprediksi perilaku agresif mereka. Pemerintah AS punya data yang mendukung. Badan yang mengurus anak-anak dan keluarga di negeri Paman Sam itu menyebut pengabaian berhubungan dengan hampir dua pertiga dari kasus perlakuan buruk terhadap anak yang dilaporkan di AS setiap tahunnya. Read more…

Categories: anak

Sepertiga Orangtua tak Tahu Perkembangan Anak

Jumat, 30 Mei 2008 bibilung 1 comment
Sepertiga orangtua yang memiliki bayi ternyata mempunyai sedikit pengetahuan tentang perkembangan anak. Hasil penelitian yang dipresentasikan Pediatric Academic Societies di Honolulu itu bahkan menunjukkan, para orangtua tak tahu konsep-konsep dasar tentang apa yang seharusnya diketahui anak mereka. Lebih jauh lagi, mereka pun tak tahu bagaimana seharusnya bertindak.

Salah satu contoh penting, penelitian di AS itu menemukan, banyak orangtua tak tahu bahwa usia satu tahun tak bisa membedakan antara benar dan salah. Orangtua tak tahu bahwa pada usia itu anak sering tak bisa bekerja sama dan berbagi ketika bermain dengan anak lain. Hasil penelitian itu, menurut ketua tim penelitia Dr Heather Paradis, cukup mengejutkan. Read more…

Categories: anak

Meningkatkan Kesuburan

Senin, 12 Mei 2008 bibilung 6 komentar

MEMPEROLEH buah hati adalah keinginan yang lazim bagi pasutri yang baru menikah. Jangan berkecil hati bila Anda tak kunjung mengandung. Mengenali dan meningkatkan kesuburan menjadi langkah bijak agar cepat hamil.

Bagi wanita langkah pertama dengan mengenali masa ovulasi atau pematangan sel telur. Normalnya, siklus menstruasi berlangsung selama 28 hari. Untuk mengetahui tanggal tepatnya, sebaiknya gunakan alat monitor kesuburan untuk mengetahui temperatur basal tubuh, cairan servikal, serta memprediksi ovulasi.

Baik istri maupun suami sebaiknya bersama-sama melakukan pemeriksaan medis dan kandungan dengan teliti. Pemeriksaan medis dini akan mengetahui penghambat kehamilan yang mengurangi peluang Anda untuk hamil. Gangguan kelenjar tiroid, kista, atau terinfeksi penyakit menular seksual dapat segera diatasi.

Read more…

Categories: kehamilan

Lebih Berpeluang pada Masa Subur

Minggu, 11 Mei 2008 bibilung 5 komentar

RASA cemas belum dikaruniai keturunan sering menghinggapi pasangan suami istri (pasutri) yang baru menikah. Benarkah rutin berhubungan intim menjadi solusi agar cepat mengandung?

Hasrat untuk berhubungan intim menggebu-gebu kerap dirasakan oleh pasangan muda. Harapan mereka dengan rajin berhubungan intim dan melakukan bermacam teknik cepat memperoleh keturunan. Padahal, pendapat tersebut cenderung keliru.

Menurut Androlog dari RSUP Fatmawati Jakarta, Dr Nugroho Setiawan MS SpAnd, hubungan intim setiap hari tidak menjamin segera hamil. Hal tersebut justru menyebabkan istri susah hamil. Penyebabnya, kualitas sperma yang masuk ke dalam vagina malah tidak bagus. “Kualitas sperma yang bagus tersimpan selama 3-5 hari di tubuh pria,” ungkapnya. Read more…

Categories: kehamilan

Novel Ayat-Ayat Cinta

Sabtu, 10 Mei 2008 bibilung Tinggalkan komentar

Salam untuk semua.

ebook novel ayat-ayat cinta.

silakan klik di sini untuk DOWNLOAD Ayat-Ayat Cinta

bibilung

Categories: gudang download

Stres saat Hamil Muda Berisiko Lahirkan Anak Schizophrenia

Sabtu, 10 Mei 2008 bibilung 2 komentar

<!––><!––>
Foto: Corbis WANITA yang mengalami stres berat pada awal usia kehamilannya lebih berpeluang memiliki anak mengalami schizophrenia.

Hasil penelitian Universitas Manchester menyatakan, stres selama masa kehamilan juga meningkatkan risiko bayi lahir dengan berat badan rendah dan prematur.

Beberapa studi menemukan bahwa ketidaknormalan dalam struktur dan fungsi otak yang terkait schizophrenia (gangguan kejiwaan) bisa jadi mulai terbentuk sejak usia dini pertumbuhan seorang anak. Tim peneliti dari Universitas Manchester menganalisis data dari 1,38 juta kelahiran di Denmark yang terjadi dalam kurun waktu 1973 hingga 1995.

Read more…

Categories: kehamilan

Perawatan Kesuburan dan Darah Tinggi

Jumat, 9 Mei 2008 bibilung Tinggalkan komentar

 

11888745420.jpg
11888745420.jpg

Risiko terserang tekanan darah tinggi selama kehamilan (gestational hypertension) lebih tinggi pada perempuan yang hamil hasil dari perawatan kesuburan dibandingkan dengan kehamilan hasil dari pembuahan spontan.Kemungkinan bahaya terserang “preeclampsia” juga meningkat pada perempuan yang hamil melalui bantuan, demikian suatu studi yang disiarkan dalam jurnal medis Fertility and Sterility.

“Preeclampsia” adalah suatu kondisi yang dapat mempengaruhi banyak sistem pada tubuh dan ditandai dengan tekanan darah tinggi dan protein di dalam urin (yang menunjukkan gangguan ginjal). Kondisi tersebut terjadi pada sebanyak 8 persen kehamilan dan bertanggung jawab atas sebanyak 15 persen dari 500.000 kematian yang berhubungan dengan kehamilan di seluruh dunia setiap tahun.

Dr. Allen A. Mitchell, dari Boston University, dan rekannya mempelajari lebih dari 5.000 perempuan yang melahirkan bayi antara 1998 dan 2006. Dalam waktu 6 bulan setelah melahirkan, perempuan itu diwawancarai mengenai “sosiodemografik” dan faktor medis, termasuk tekanan darah tinggi selama kehamilan, preeclampsia dan perawatan kesuburan.

Secara keseluruhan, 9,3 persen perempuan tersebut melaporkan mengalami tekanan darah tinggi selama kehamilan dan 2,6 persen melaporkan mengalami preeclampsia.

Perempuan yang telah menjalani perawatan kesuburan memiliki tingkat tekanan darah tinggi selama kehamilan yang lebih tinggi dibandingkan dengan mereka yang tidak menjalani perawatan kesuburan; masing-masing 15,8 persen dan 8,9 persen. Perempuan yang memiliki lebih dari satu janin juga lebih mungkin untuk terserang tekanan darah tinggi selama kehamilan dibandingkan dengan mereka yang hanya memiliki satu janin (23 persen berbanding 1,7 persen).

 
11888745421.jpg

Risiko terserang tekanan darah tinggi selama kehamilan pada kehamilan hasil dari perawatan kesuburan ialah 90 kali lebih tinggi dibandingkan dengan resiko dari kehamilan secara spontan.

Kondisi berisiko yang lebih tinggi turun jadi 60 persen setelah diperhitungkannya jumlah kehamilan sebelumnya dan indeks massa tubuh saat hamil.

Analisis lebih lanjut, yang menyoroti dampak dari lebih dari satu janin, mengurangi risiko jadi hanya 30 persen lebih tinggi.

11888745430.jpg
11888745430.jpg

Risiko “preeclampsia” di kalangan perempuan yang menjalani perawatan kesuburan ialah dua kali lebih tinggi dibandingkan dengan perempuan yang tak menjalani perawatan kesuburan ketika analisis kasar dilakukan, kata Michetll dan rekannya.

Setelah menyesuaikan data dengan faktor resiko lain, risiko tersebut hanya 60 persen lebih tinggi dan dimasukkannya lebih dari satu janin mengubah faktor resiko jadi hanya 20 persen.

Para peneliti itu menyimpulkan bahwa sebagian besar peningkatan risiko tekanan darah tinggi selama kehamilan dan preeclampsia dalam kehamilan hasil dari perawatan kesuburan dijelaskan oleh lebih seringnya kehamilan terjadi dengan janin lebih dari satu. (ant/ly)

diambil dari ::rileks.com::

Categories: kehamilan

Kehamilan, Darah Tinggi dan Penyakit Jantung

Kamis, 8 Mei 2008 bibilung Tinggalkan komentar

Ibu hamil yang memiliki tekanan darah tinggi perlu waspada. Riset mutakhir yang dilansir dalam Journal Hypertension menyebutkan darah tinggi pada perempuan hamil bisa menjadi tanda bakal adanya penyakit jantung atau diabetes di masa mendatang.

Tim peneliti dari dari Belanda menggelar riset terhadap 491 perempuan yang sudah menopause. Ternyata mereka yang semasa hamil mengalami tekanan darah tinggi, menyandang risiko 57 persen lebih tinggi terjadinya pengerasan kalsium di bagian arteri. Pengerasan atau istilah medisnya atherosclerosis, sering dikaitkan dengan meningkatnya risiko penyakit jantung. “Hasil riset ini memiliki dampak yang sangat penting terhadap penanganan ibu hamil yang tekanan darahnya tinggi”, kata Dr Michael L.Bots, salah seorang peneliti. Read more…

Categories: kehamilan