Tips Mengatasi Stres Saat Kehamilan


Ibu yang sedang mengalami kehamilan, dituntut tidak hanya harus siap secara fisik, tetapi juga harus siap secara mental. Hal inilah yang kurang diperhatikan ibu hamil yang umumnya lebih siap dalam menghadapi perubahan fisik, tetapi tidak siap secara mental.

Perubahan secara fisik pada ibu hamil memang mudah ditebak dan umum terjadi pada setiap ibu yang sedang mengalami kehamilan, seperti perubahan bentuk tubuh dengan badan yang semakin membesar, munculnya jerawat di wajah atau kulit muka yang mengelupas. Namun perubahan secara mental pada ibu hamil sangat sulit ditebak dan tidak selalu sama terjadinya pada setiap ibu hamil ataupun pada setiap kehamilan.

Dengan hadirnya janin di dalam rahim, maka hal itu akan mempengaruhi emosi si ibu. Apabila pengaruh emosi ibu tidak didukung oleh lingkungan keluarga yang harmonis ataupun lingkungan tempat tinggal yang kondusif, maka hal ini akan mengakibatkan stres pada ibu hamil. Demikian diungkapkan Eko Handayani MPsi dari bagian psikologi klinis anak Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.

Stres pada ibu hamil pasti akan memberikan akibat pada janin yang dikandungnya, karena posisi janin yang berada di dalam rahim dapat merespons apa yang sedang dialami oleh ibu. Berdasarkan penelitian, ibu hamil yang mengalami stres akan meningkatkan risiko melahirkan bayi prematur dan bayi yang lebih kecil. Bahkan bahaya stres pada ibu hamil dapat mengakibatkan janin keguguran.Lebih lanjut, Eko juga mengungkapkan bahwa ia sering menghadapi kasus anak hiperaktif yang dibawa orangtuanya. Kemudian saat ditelusuri riwayat kehamilan, maka diketahui bahwa ibunya pernah mengalami stres. Namun begitu, ia belum berani menyimpulkan, apakah ibu yang mengalami stres pada saat hamil pasti akan melahirkan anak yang hiperaktif.Terjadinya stres bisa ditandai dengan peningkatan detak jantung dan peningkatan hormon pemicu stres. Perlu diketahui bahwa setiap detak jantung ibu tentu dapat dirasakan pula oleh janin. Oleh karena itu, bila ibu sering mengalami stres, maka detak jantung semakin meningkat. Detak jantung yang semakin keras dapat mempengaruhi gerakan pada janin. Akibatnya, janin pun lebih aktif bergerak-gerak di dalam rahim.
Selain detak jantung meningkat, hormon pemicu stres pun ikut meningkat. Peningkatan itu dapat mempengaruhi kondisi dari si ibu, seperti ibu kurang tidur, nafsu makan terganggu, cemas dan lain-lain.

Sebagai contoh, lanjut Eko, ibu hamil yang kurang waktu tidurnya akan mempengaruhi kondisi kesehatan dan kebugaran tubuh. Karena waktu untuk beristirahat pun berkurang. Dan apabila stres yang muncul mempengaruhi nafsu makan ibu yang berkurang, akibatnya bisa berbahaya. Pasokan makanan bergizi yang dibutuhkan oleh ibu dan janin tentu berkurang pula. Karena pasokan makanan bergizi kurang, maka dikhawatirkan pertumbuhan janin akan terganggu.

Secara psikologis, stres pada ibu hamil dapat dibagi dalam tiga tahapan, sambung Eko. Tahap pertama adalah pada triwulan pertama, yaitu pada saat usia kehamilan satu hingga tiga bulan. Dalam kurun waktu tersebut, biasanya ibu belum terbiasa dengan keadaannya, di mana adanya perubahan hormon yang mempengaruhi kejiwaan ibu, sehingga ibu sering merasa kesal atau sedih. Selain itu, ibu hamil ada juga yang mengalami mual-mual dan morning sickness, yang mengakibatkan stres dan gelisah.

Tahap kedua saat triwulan kedua, yaitu pada saat usia kehamilan empat hingga enam bulan. Dalam kurun waktu tersebut, biasanya ibu sudah merasa tenang, karena telah terbiasanya dengan keadaannya. Di tahap ini, ibu hamil sudah dapat melakukan aktivitas, termasuk aktivitas hubungan suami istri.

Selanjutnya pada tahap ketiga yakni trimester ketiga, stres pada ibu hamil akan meningkat kembali. Hal itu dapat terjadi dikarenakan kondisi kehamilan semakin membesar. Kondisi itu tidak jarang memunculkan masalah seperti posisi tidur yang kurang nyaman dan mudah terserang rasa lelah. Dan semakin bertambah dekatnya waktu persalinan pun akan membuat tingkat stres ibu semakin tinggi. Perasaan cemas muncul bisa dikarenakan si ibu memikirkan proses melahirkan serta kondisi bayi yang akan dilahirkan.

Untuk menghindari stres yang berkelanjutan selama masa kehamilan, sudah selayaknya pasangan memberikan semangat dan perhatian kepada istri. Dengan begitu, istri bisa kuat secara mental untuk menghadapi segala hal di masa kehamilannya.

Tugas pasangan yang paling penting lainnya adalah membina hubungan baik dengan pasangan. Karena dengan membina hubungan yang baik, maka istri dapat mengkonsultasikannya setiap saat dan setiap masalah yang dialaminya dalam menghadapi kesulitan-kesulitan yang dihadapinya selama masa kehamilan.

Saat hamil merupakan saat sensitif bagi seorang wanita. Jadi, sebisa mungkin suami menciptakan suasana yang mendukung perasaan istri, misalnya mengajak jalan-jalan ringan sambil ngobrol, bicara halus dan positif dan sebagainya. Ini akan membuat istri merasa nyaman, selain juga semakin mempererat hubungan suami-istri.

Menemani istri ke dokter untuk pemeriksaan kehamilan juga tak kalah penting. Suami juga akan mendapat informasi, sehingga akan lebih siap menghadapi kehamilan dan persalinan istrinya. Ada baiknya suami juga membaca literatur tentang kehamilan dan bukan bersikap masa bodoh.

“Suami akan belajar banyak tentang kehamilan istrinya. Istri juga akan merasa lebih aman dan nyaman diperiksa bila ditemani suaminya,” ujar Dra Clara Istiwidarum Kriswanto MA CPBC dari Jagadnita Consulting.

Menurut Clara, yang sangat menentukan kesiapan wanita adalah faktor kepribadian. “Kalau kepribadiannya sudah matang, tentu ia akan siap menghadapi segala tantangan secara umum, termasuk perubahan saat kehamilan,” jelasnya.

Yang kedua adalah kesiapan wanita untuk hamil. “Kalau istri sudah matang, ia pasti akan siap dengan perubahan fisik dan mental yang terjadi selama kehamilan dan sebagainya, sehingga mendampinginya pun akan lebih enak dibanding jika kepribadiannya belum matang, tidak siap atau dari sisi fisik ada penyakit atau hambatan fisik yang akan jadi masalah kalau ia hamil. Jika yang terakhir ini yang terjadi, berarti pendampingan suami harus lebih,” lanjut Clara.

Sebagai orang yang paling dekat, suami tentu dianggap paling tahu kebutuhan istri. Saat hamil, seorang wanita mengalami perubahan, baik fisik maupun mental. “Suami sebaiknya memahami perubahan ini. Kebiasaan-kebiasaan istri juga mungkin berubah akibat perubahan fisik tadi, sehingga suami harus lebih sabar, juga jangan terlalu cemas. Kecemasan akan terlihat dan dirasakan istri, sehingga akan mempengaruhi kondisi emosi istri,” ujarnya.

Mungkin suami cemas dan bingung, apalagi jika kehamilan sang istri merupakan pengalaman pertama. “Tapi jangan sampai ini diperlihatkan. Sebaliknya, jangan juga terlalu cuek. Mungkin maksud suami untuk menguatkan istri, tapi bisa jadi istri akan mempersepsikan suami sebagai cuek, acuh tak acuh,” jelasnya.

Dalam hal perubahan fisik, kebanyakan calon ibu merasakan ia jadi makin gemuk dan makin jelek. Nah, image jelek ini kadang berubah jadi negatif, sehingga membuatnya tak percaya diri. “Di sini peran suami dibutuhkan. Mereka harus maklum dan mau menambah pujian serta perhatian. Misalnya, dengan mengatakan istri makin cantik. Tentu, jangan kelihatan dibuat-buat atau berlebihan. Harus tulus, sehingga istri tidak merasa diledek. Cara ini akan membuat istri merasa diperhatikan dan berkaitan dengan self image istri,” katanya.

Apa saja yang tidak boleh dilakukan suami saat istri hamil?

Dalam hal berhubungan seks, memang tidak ada larangan wanita hamil melakukan hubungan intim. Tapi sebaiknya suami memahami kondisi istri, keluhannya apa, berapa usia kehamilan dan sebagainya. “Kalaupun mau melakukan hubungan intim, harus atas keinginan berdua. Posisi juga harus disesuaikan dengan kondisi fisik istri,” jelas Clara.

Suami sebaiknya jangan kelihatan acuh tak acuh atau sebaliknya, sangat cemas. Kalau memang tak tahu tentang kehamilan sang istri, usahakan banyak bertanya ke dokter atau membaca buku.

Suami sebaiknya tidak membuat masalah dalam komunikasi. Jangan membuat emosi istri terganggu, misalnya marah atau bertengkar. Buatlah istri selalu dalam emosi positif. Saat hamil, istri mungkin akan lebih sensitif, jadi suami juga harus maklum. Jangan memancing hal-hal yang bisa membuat istri marah atau sedih/tertekan, karena bisa mempengaruhi kandungan.

Suami harus berempati. Misalnya, membantu pekerjaan rumah dan lain sebagainya.

Saat hamil, ingat bahwa stres hanya berpengaruh buruk bagi Anda dan bayi Anda. Dalam kehidupan ini, kita tidak dapat mencegah suatu peristiwa buruk terjadi, misalnya kematian, kehilangan sesuatu, stres pekerjaan, masalah keluarga dan lain-lain. Kita juga tak dapat mengubah emosional kita begitu saja.

Tetapi Anda dapat mencoba beberapa tips untuk mengatasi stres. Ingat, yang terpenting berusahalah untuk melindungi Anda dan juga bayi Anda dari pengaruh buruk akibat stres ini.

Coba mencari penyebab
Cobalah untuk mencari tahu apakah penyebab stres Anda. Apakah berkaitan dengan hubungan personal atau berhubungan dengan pekerjaan Anda atau lainnya dan carilah jalan yang efektif untuk dapat mengatasi dan menghadapinya.

Diet makan yang baik
Bila kita sehat dan fit, kita akan dapat mengatasi stres dengan cara lebih baik. Untuk itu, Anda harus tetap menjaga diet makanan yang sehat, istirahat yang cukup dan lakukanlah olahraga teratur yang akan membantu Anda untuk tetap fit.

Olahraga
Penelitian menunjukkan bahwa berolahraga selama kehamilan bukan saja membuat badan sehat, tapi juga membuat jiwa yang sehat.

Hindari kebiasaan yang tak baik karena faktor emosional
Carilah alternatif lainnya bila Anda menjadi sangat ingin merokok atau ingin minum alkohol. Cobalah alihkan dengan berolahraga, ngobrol dengan teman/keluarga, bernyanyi, menguyah permen karet, makan buah atau apapun juga yang bisa dilakukan untuk mengalihkan keinginan yang dapat membahayakan bayi Anda.

Komunikasi
Isolasi sosial dan rasa sendirian membuat Anda lebih sulit untuk menghadapi kesulitan dan kesedihan. Binalah hubungan emosional yang baik dengan pasangan, keluarga dan teman-teman Anda. Komunikasi/hubungan emosional yang baik akan membantu Anda menghadapi kesulitan dan kesedihan, karena adanya dukungan dari pasangan, keluarga dan teman.

Mengikuti aktivitas
Meditasi, yoga dan pijatan akan membantu mengurangi ketegangan pada otot-otot Anda. Menurut riset, terbukti aktivitas-aktivitas ini mempengaruhi reaksi tubuh terhadap stres dengan menurunkan hormon stres dan memperlambat detak jantung.

Istirahat yang nyaman
Berbaringlah pada satu sisi (sisi kiri dianjurkan) di kamar yang sepi, dengarkan musik yang lembut, bayangkan diri Anda di tempat yang disukai misalnya di pantai, di taman dan sebagainya.

Bicarakan dengan petugas kesehatan
Anda dapat membicarakan perasaan dan keluhan Anda. Jangan pernah ragu dan malu untuk menyampaikan perasaan dan keluhan Anda. Petugas kesehatan akan menilai apakah Anda memerlukan pengobatan atau tidak atau bila perlu dapat mengkonsul Anda ke dokter psikiatri, sehingga dapat dilakukan tindakan mengatasinya secepat dan sebaik mungkin.

(diambil dari: suryaningsih)

About these ads

5 thoughts on “Tips Mengatasi Stres Saat Kehamilan

  1. makasi atas infony sy sangat terbantu dgn adany tulisan ini.tapi ada hal yg ingin saya tanyakan bagaimana mgatasi kenakalan pd anak2? Pdhal saat ini sy sedang hamil 5bln. Sy sering marah2 pada anak sy? Sy tkut klo nnti brpengaruh pd janin dlm kandungan.

  2. Saya sangat tertarik dg artikel anda, saya sering stres saya takut berakibat buruk terhadap janin saya, penyebab saya stres kebanyakan hubungan saya dg suami, dikarenakan suami cuek, acuh tak acuh dan tidak peduli dg kehamilan saya. saya berpikir mkin ini hanya halusinasi saya tapi stlah saya perhatikan memamng begitu adanya, hal ini membuat saya tertekan dan cenderung slalu sedih. kira2 solusinya bagaimana ya….???
    trims.

  3. Saya suka artikel ttg kehamilan yg anda buat. Saat ini saya sedang menanti persalinan anak yang pertama, saya mencari2 bacaan mengatasi stress saat menjelang kelahiran. Waktu trisemester pertama, saya sering emosi, seiring dengan itu, saya senang sekali melihat tontonan pertarungan atau bela diri (anak saya diperkirakan laki2). Tapi memasuki trisemester ketiga, saya jadi jauh lebih sabar dan jadi gampang terharu dan menangis, saat usg, anak saya berubah jadi perempuan. Sampai saat ini saya sudah 8 bulan, berhubung suatu hal, saya masih bekerja menyelesaikan pekerjaan kantor saya sblm cuti. Otomatis hal ini menambah beban pikiran saya saat ini. Saya baru bisa cuti pada bulan ke 9 (desember), untungnya suami mau mengerti dan peduli setiap saya terlihat ada masalah. Tapi yang jadi masalah, saya saat ini jadi lebih tertutup sama suami, kalo suami tidak bertanya, saya tidak akan bercerita. Bgmn cara mengurangi beban pikiran dan kekhawatiran saya menjelang persalinan ya mbak? Perkiraan saya melahirkan pertengahan desember. thanks sblmnya..

  4. Pda hamil pertama saya merasa
    Lebih malas,
    Malas ngapa”in,
    Padahal pada waktu hamil perbanyak
    Aktivitas positif,spt bca alquran
    Tpi boro” bca alquran,shalat jga
    Tlat truz,
    Mauny tiduuuur za,
    Bgaimana ya mbak cara mangatasinya???
    Terima kasih…

  5. saat aku hamil, sering diperdengarkan ayat-ayat suci alquran kepada janin di kanduganku. setiap selesai shalat selalu mendoakan kebaikan bagi calon anakku dengan doa-doa indah. alhamdulillah suamiku sering memberikan support dan meyakinkanku bahwa aku akan baik-baik saja, terutama pada kehamilan pertama yang aku belum pengalaman waktu itu. alhamdulillah dalam tiga kali kehamilanku, aku menikmatinya dan bersabar serta tawakal kepada Allah Swt.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s