Hamilnya Kok Kecil?


Sesuai tidaknya usia kehamilan dapat dideteksi setelah usia kehamilan 20 minggu.

Perut buncit ibu hamil sering mengundang pertanyaan orang yang melihatnya. “Berapa bulan, Bu?” Kalau sudah dijawab mulailah si penanya menjadi seorang komentator, “Kok lima bulan kecil banget!” atau “Wah, gede ya padahal kan masih 4 bulan!” Pernyataan-pernyataan semacam itumesti tentu tidak disengaja oleh yang bersangkutanterkadang dapat membersitkan kekhawatiran pada diri ibu hamil. Apa benar kehamilanku initerlalu besar atau apa benar sih janinku ini kecil?

Yang perlu diketahui, untuk menilai kehamilan apakah terlalu besar atau terlalu kecil dibanding usia kehamilannya, akan sulit jika hanya dilihat dari fisik (fenotipe) ibu saja. Terlebih kalau awam yang menilai. Sebab untuk mengetahuinyaterutamadi usia-usia kehamilan awal (kurang dari 20 minggu)diperlukan pemeriksaan USG oleh dokter kebidanan & kandungan. Orang mungkin hanya bisa menduga-duga ada sesuatu. Hamil 20 minggu kok seperti hamil 25 minggu. Atau hamil 14 minggu tapi sudah seperti 20 minggu. Jangan-jangan hamil kembar. Tapi sekali lagi itu hanya dugaan. Yang pasti bila ada kekhawatiran-kekhawatiran seperti itu, konsultasikan pada dokter kandungan. Sehingga jawaban yang ibu dapatkan lebih bisa dipertanggungjawabkan secara medis.

Berikut beberapa ‘jawaban” yang lebih ilmiah soal ibu hamil yang tampak terlalu kurus atau terlalu gendut untuk usia kehamilannya berdasarkan penjelasan dr. M. Ilhamy. Setyahadi, SpOG., dari RS Bunda, Depok.

JIKA TERLIHAT KURUS

Bagi ibu hamil yang kelihatan kurus semasa berbadan dua, jangan lantas khawatir akan kondisi janinnya. Jangan-jangan ibu memang sudah “bakat” kurus. Jadi hamil pun terlihat tetap kecil namun sebenarnya ibu sehat dan kondisi pertumbuhan janin pun sesuai dengan usia kehamilan.

Namun tidak juga dapat dipungkiriadabeberapa ibu hamil “ceking” yang memang bermasalah, Penyebabnya antara lainkurang gizi, ibu menjalankan diet agar tetap kelihatan langsing, atau mempunyai penyakit tertentu (seperti diabetes melitus, kelainan jantung, kelainan paru).

Lalu bagaimana cara mengenali bahwa kurusnya ibu hamil itu bermasalah?

Pada orang fenotipe kurus karena gizi kurang, sering kali tidak terdapat peningkatan berat badan atau peningkatan berat badan yang hanya sedikit sekali (6-7 kg) selama kehamilan. Jika memang seperti itu, sudah pasti ibu harus lebih berhati-hati agar kehamilannya sehat. Lakukan pemeriksaan kehamilan (antenatal care) dan mengomunikasikan masalah yang dihadapi dengan dokter kandungannya. Biasanya diperlukan pemberian suplemen untuk membantu meningkatkan status gizinya

Berkaitan dengan ini juga, waspadai bila ibu hamil mengalami penurunan berat badan (yang signifikan) yang disebabkan mual-muntah berlebihan selama kehamilan. Mual muntah yang dipengaruhi peningkatan kadar hormon estrogen dan hCG ini umumnya terjadi di awal kehamilan, namun ada yang terus berlanjut di sepanjang kehamilan. Kondisi ini mesti cepat diatasi. Sebab saat ibu hamil mengalami muntah-muntah berlebihan sebetulnya ia mengeluarkan 3 hal penting daritubuhnya. Yakni cairan, karbohidrat, dan elektrolit. Ketiganya harus digantikan atau disuplementasikan.

Mual muntah yang tidak mendapat penanganan semestinya akan berbahaya. Tubuh ibu hamil akan memproduksi zat-zat keton yang bisa meracuni otaknya. Gambarannya seperti ini. Saat zat-zat keton itu timbul, tubuh akan mengantisipasinya sebagai keadaan darurat lantas menutup jaringan sirkulasi darah dan oksigen yang sekunder. Dalam hal ini, saluran ke rahim dianggap sebagai saluran sekunder bagi ibu padahal amat primer bagi bayi. Maka itu mual-muntah bisa menghambat pertumbuhan janin dan bahkan kematian janin.

Cara mengatasi muntah-muntah adalah dengan mengganti cairan danunsur lain seperti elektrolit dan karbohidrat. Ibu hamil harus memaksakan diri mengonsumsi cairan dan asupan makanan sebagai pengganti unsur yang hilang. Jika tidak mampu, terpaksa dengan cara pemberian infus. Bila hal ini dapat teratasi maka berat badan ibu dapat segera pulih kembali.

TAMPAK TERLALU GEMUK

Untuk menjawab apakah ibu hamil terlalu besar, perlu dipahami dulu bahwa kenaikan berat badan semasa kehamilan dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain:

* Peningkatan jumlah cairan tubuh

Ada suatu mekanisme tubuh yang membuat tertahannya (retensi) cairan dalam tubuh karena tubuh menyeimbangkan diri terhadap proses kehamilan (homeostasis). Air merupakan komponen utama peningkatan berat badan selama kehamilan. Jumlah air yang teretensi pada kehamilan aterm (cukup bulan) dapat mencapai sekitar 6,5 liter. Setelah persalinan (nifas) akan terjadi penurunan berat badan sampai 2.300 gram dalam 10 hari. Penurunan berat badan ini tergantung 3 hal: jumlah cairan yang teretensi selama kehamilan, dehidrasi selama proses persalinan, dan kehilangan darah selama proses persalinan.

* Cairan ketuban

Puncak volume air ketuban biasanya pada usia kehamilan 36-38 minggu. Kekurangan ((oligohidramion) atau kelebihan cairan ketuban (polihidramion) dapat dijadikan indikator terjadinya sesuatu pada janinnya; apakah karena saluran cerna, kelainan tulang belakang dan lainnya. Adanya ketidaknormalan air ketuban inibaru terjadi setelah usia kehamilan 22 minggu atau sekitar 5 bulan. Cairan ketuban dikatakan kurang bila volumenya di bawah 500 cc.

* Pembesaran organ-organ

Ukuran panjang rahim yang normal adalah 7,5 cm dengan lebar 5 cm. Ketebalan dindingnya 1,25 cm, serta berat sekitar 50-80 gram. Sementara rahim ibu hamil panjangnya 35 cm, berat 900-1.000 gram, ketebalan dinding sekitar 1,5 cm.

* Bertambahnya volume sel darah

Volume darah meningkat mulai usia kehamilan 10 minggu, meningkat sampai maksimum 30% pada usia kehamilan 30-32 minggu. Kemudian volume relatif stabil sampai kehamilan cukup bulan (38-40 minggu) Selain itu, terjadi pula peningkatan volume plasma (cairan darah) selama kehamilan dapat mencapai maksimal sekitar 40%. Total peningkatan volume plasma dapat mencapai 1,3 liter.

* Adanya perubahan metabolisme selama kehamilan

Umpamanya, terjadi peningkatan metabolisme sebesar 30% dibanding perempuan tidak hamil, yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan uterus dan janin.

WASPADAI HIPERTENSI

Nah, di bulan-bulan awal kehamilan biasanya berat badan belum naik namun justru turun (sekitar 1 kg) karena ibu mengalami mual-muntah. Pada trimester kedua barulah BB ibu naik sekitar 5 kg dan 5 kg lagi di trimester tiga. Jadi rata-rata kenaikan BB total selama kehamilan sekitar 11 Kg + 4,5 kg.

Di lain pihak, orang dengan fenotipe gemuk atau dengan obesitas, sering kali tampak mengalami peningkatan berat badan sangat berlebih (lihat boks “Manfaat Penimbangan Berkala”). Walaupun tidak terjadi hipertensi dalam kehamilan, diperlukan diet rendah kalori dan lemak untuk memperbaiki status gizi ibu.

Bila terjadi kenaikan berat badan berlebih apalagi di atas usia kehamilan 28 minggu maka perlu diwaspadai. Biasanya telah terjadi hipertensi kehamilan/ preeklamsia. Perlu diperhatikan gejalanya semisal tubuh dan kaki yang tampak membengkak. Cirnya ketika ditekan, kulit agak lambat membalik ke posisi semula. Jika memang terjadi hipertensi berat, perlu dilakukan rawat inap agar ibu dapat diobservasi untuk mencegah terjadinya kejang semasa kehamilan yang dapat membahayakan.

Upaya diet rendah garam seperti yang selama ini dianjurkan, tidaklah perlu. Ternyata mekanisme menurunkan tekanan darah tidak dengan cara seperti itu. Ibu tetap harus makan seimbang sambil mengontrol tekanan darahnya.

Adakalanya tekanan darah ibu semula memang rendah, sehingga ketika terjadi kenaikan terlihat masih dalam batas normal. Kejadian kenaikan tekanan darah seperti ini sering kali tidak terdeteksi. Karena itulah penting sekali dilakukan pemeriksaan tekanan darah secara berkala.

Manfaat Penimbangan Berkala

Penimbangan berat badan secara periodik bermanfaat untuk mendeteksi adanya kelainan kehamilan, seperti:

1. Peningkatan lebih dari 500 gram/minggu (2.000 gram/bulan) terutama pada trimester akhir kehamilan, perlu dipikirkan mengenai hipertensi dalam kehamilan (preeklamsia)

2. BB menetap/ menurun, perlu dipikirkan kemungkinan pertumbuhan janin terhambat, atau kematian janin dalam rahim.

“PENYUMBANG” Gemuknya IBU HAMIL

Peningkatan berat badan tersebut adalah penjumlahan dari:

A. Peningkatan berat faktor reproduksi:

1. Janin (3.500 g), plasenta (500 g), dan cairan ketuban (500 g) = 4.500 gram

2. Uterus/rahim (1.000 g), payudara (680 g), dan pembesaran kelenjar-kelenjar (120 g) = 1.800 gram

 

B. Peningkatan berat tubuh ibu (4.500 g)

1. Peningkatan jumlah cairan darah (1.200 g)

2. Akumulasi cairan di jaringan antar sel (2.500 g)

3. Deposit lemak dan protein (800 g)

Soal PEMBESARAN RAHIM

Kehamilan membuat rahim membesar sehingga perut ibu pun tampak buncit. Pembesaran rahim dapat dirabadari luar, bahkan pembesaran ini dapat dijadikan pegangan untukmemperkirakan besarnya janin dan usia kehamilan itu sendiri.

Sampai usia kehamilan 12 minggu, rahim berada di bagian bawah rongga panggul yang berbentuk menyerupai corong. Letaknya kira-kira 12 cm dari tepi bawah “corong” tersebut atau 12 cm panjang maksimumnya dari vagina. Setelah usia kehamilan di atas 12 minggu inilah (perabaan dapat dilakukan dari sisi bawah tepi atas tulang kemaluan (simfisis pubis) bila diraba pada perut ada benjolan di dalamnya, mulai dari ukuran satu jari, dua jari dan seterusnya.

Usia kehamilan 20 minggu atau sekitar 5 bulan biasanya dijadikan patokan paling mudah dan cepat untuk mendeteksi dengan mengukur melalui fundus uteri, yaitu ukuran tinggi puncak dari tepi atas tulang kemaluan (simfisis pubis) sampai tinggi puncak rahim. Ukuran normalnya diperkirakan sekitar 17-18 cm atau setinggi pusar.

Dedeh Kurniasih. Foto:Agus/nakita

About these ads

13 gagasan untuk “Hamilnya Kok Kecil?

  1. Saya hamil sekitar 15-16 minggu, tapi orang-orang melihat saya seperti tidak sedang hamil?
    dan berat badan saya pun setiap bulan nya hanya bertambah sekitar 0.5 kg s.d 1 kg, apakah wajar??

  2. Usia kehamilanku sekarang 20 minggu. Sejauh ini belum ada kenaikan BB yg drastis (dr awal kehamilan cuma naik sekilo). Entah mungkin krn aku pada dasarnya susah gemuk. Jadinya masih kelihatan kayak yg nggak hamil. Orang2 jg kalo nggak dikasih tau aku hamil mereka nggak bakalan tau. Dan aku nggak tau gimana lagi caranya buat nambah BB segitu udah makan sehari lima kali plus ngemil, makan es krim, minum susu, madu & vitamin. Dokter sendiri bilang aku boleh makan apa aja mengingat BB-ku kurang.

    Sempat khawatir juga kalo bayinya nggak bisa tumbuh sebagaimana mestinya. Ditambah dgn baca artikel ini katanya bisa aja pertumbuhan bayinya terhambat, bahkan kematian janin dalam rahim. Selain itu, aku masih blm bisa merasakan gerakan bayinya. Waduh, tambah cemas aja, walaupun dokter selalu bilang bayinya nggak apa2. Apalagi ini kehamilan pertama, banyak ketakutan yg selalu jadi beban pikiran.

    Mudah2an memang nggak apa2. Kalo badanku nggak bisa menggemuk, nggak apa2. Yg penting BB bayinya normal & dia tumbuh sehat.

  3. apakah janin yang terlalu kecil berbahaya?misalkan wanita hamil dengan janin berusia 4 bulan tetapi seperti wanita hamil dengan janin usia 2 bulan apakah kemungkinan pertumbuhan bayi terlambat?atau bayi tidak berkembang?atau mati dalam kandungan?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s