Beranda > kehamilan > Keguguran, Hamil Lagi

Keguguran, Hamil Lagi

Asuhan: Dr. dr. Sofie Rifayani K., Sp.O.G.Dokter yang terhormat

DOK, saya (27) baru mengalami keguguran dengan usia kandungan kira-kira 3 bulan. Sebenarnya saya baru melahirkan tujuh bulan lalu, tetapi ketika anak saya sudah berusia 4 bulan ternyata saya hamil lagi. Dokter bilang saya sudah cukup kuat untuk hamil, sehingga kehamilan pun saya lanjutkan. Otomatis pula saya menghentikan ASI kepada putri saya.

Yang saya ingin tanyakan:

- Apakah penyebab keguguran ada hubungannya dengan cepatnya hamil lagi setelah melahirkan? Bagaimana seharusnya agar hal serupa tidak terjadi lagi?

- Kapan sebaiknya saya bisa hamil lagi? Apakah saya perlu memakai alat kontrasepsi?

- Setelah keguguran, puting susu saya masih mengeluarkan cairan. Apakah itu masih merupakan ASI? Apakah masih boleh memberikan ASI kepada anak saya? Bagaimana kualitasnya?

Ny. Lien di Bandung

Ibu Lien yang terhormat

JARAK antara persalinan terakhir kehamilan berikutnya (pregnancy spacing) sebaiknya antara 2 sampai 5 tahun. Jarak yang terlalu dekat (kurang dari 2 tahun) berhubungan dengan meningkatnya risiko kejadian keguguran, bayi dengan berat badan lahir rendah (kurang dari 2.500 gram), kematian janin, dan kematian bayi. Untuk Ibu, kehamilan yang terlalu dekat meningkatkan kejadian anemia karena status gizi Ibu yang belum pulih, infeksi, ketuban pecah dini, dan perdarahan. Mengenai keguguran yang Ibu alami, mungkin saja karena jarak kehamilan yang terlalu dekat, namun kemungkinan tersering adalah karena kelainan bibit janin (kelainan kromosom dari telur, sperma, atau keduanya). Agar hal tersebut tidak terjadi lagi, rencanakanlah kehamilan sebaik-baiknya. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa jarak setelah melahirkan sekira 2 – 3 tahun adalah yang terbaik.

Untuk menjarangkan kehamilan, berbagai macam cara kontrasepsi dapat dipakai, mulai dari cara sederhana seperti pantang berkala, kondom, az’l, pil menyusui, pil kombinasi, suntikan, susuk, sampai IUD. Apabila pemilihannya dan syarat pemakaian terpenuhi, insya Allah semua alat kontrasepsi aman, tidak akan membahayakan seperti akibat kehamilan yang belum diinginkan. [Pikiran Rakyat]

Categories: kehamilan
  1. (*_*)
    Minggu, 26 Agustus 2007 pukul 17:55 | #1

    Dok, saya (22) menikah 5 bulan yang lalu dan sekarang saya sudah telat menstruasi 1,5 bulan. setelah melakukan tes kehamilan saya kurang yakin, karna 1 garis warnanya merah dan 1 garis lagi warnanya merah muda (merahnya krng jelas). apakah itu bisa dikatakan hamil?tapi setelah 2 bulan saya mengalami pendarahan, seperti gumpalan kecil/seperti darah menstruasi seperti biasanya tapi gumpalannya lumayan besar.apakah saya baru mengalami keguguran????tolong ya dok…saya bingung sekali,saya pengen segera mendapatkan baby…

  2. bapak sonson
    Minggu, 30 September 2007 pukul 06:22 | #2

    pak dokter , saya minta penjelasan tentang resiko kehamilan, istri saya setelah mengalami keguguran…kemudian hamil lagi dalam jarak waktu 2 bulan.Apakah itu berbahaya pada kehamilan nya dok! mohon penjelasan..

  3. yana
    Sabtu, 25 Juli 2009 pukul 20:38 | #3

    pak,saya baru saja mengalami keguguran di usia kandungan 3 minggu,apa perlu saya pergi mencucinya?????

  4. Selasa, 10 November 2009 pukul 11:52 | #4

    dok saya(25aa0 say dulu pernah keguguran usai kehamilan 3 bln pada awal januari 2009 lalu. tapi sampai saat ini saya belum hamil lagi padahal sudah tidak menggunakan kb lagi. say mhon saran dari dokter

  1. Belum ada trackback.