Beranda > kehamilan > Risiko Jarak Kehamilan Terlalu Dekat

Risiko Jarak Kehamilan Terlalu Dekat

Reporter: Catur Meiwanto

Mempunyai anak dengan jarak kehamilan terlalu dekat, bukanlah ide yang positif, sesuai dengan hasil penelitian yang dipublikasikan the British Medical Journal

Para peneliti mengatakan bahwa wanita dengan interval yang pendek antara 2 kehamilan mempertinggi resiko terjadi komplikasi seperti kelahiran prematur dan keguguran. Salah seorang peneliti, Gordon Smith beserta kolega menganalisa informasi lebih dari 89.000 wanita setelah kehamilan kedua. Wanita yang mempunyai jarak kehamilan kurang dari 6 bulan, mengalami lebih banyak komplikasi daripada wanita dengan jeda kehamilan lebih lama.

Penemuan ini juga menunjukkan, bahkan wanita yang hamil pada kesempatan pertama berjalan sehat dan tanpa masalah, mengalami komplikasi seperti kelahiran prematur dan keguguran saat mereka hamil kembali dalam interval yang dekat. Peneliti mengesampingkan wanita yang telah mengalami komplikasi yang terjadi pada kehamilan pertama.

Mereka menduga bahwa hubungan antara jarak kehamilan terlalu dekat dan kelahiran prematur kemungkinan disebabkan kekurangan protein yang membantu kehamilan lahir secara normal. Lebih lanjut, interval yang pendek dari jarak kehamilan, mengakibatkan protein ini tidak mempunyai kemampuan untuk mempertahankan usia kecukupan kehamilan. Penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk membuktikan teori ini untuk menafsirkan hubungan antara interval kehamilan dan problem kehamilan.

Wanita seharusnya menyadari bahwa meskipun sedikit tapi signifikan penambahan resiko kelahiran prematur dan keguguran ketika hamil dalam interval yang dekat setelah melahirkan, demikian pernyataan dari para peneliti. Mereka merekomendasikan agar berkonsultasi dengan dokter untuk mendiskusikan metode kontrasepsi yang akan digunakan setelah kelahiran.

© 2002 detikcom, All Rights Reserved. Hangtuah Digital Library

Categories: kehamilan
  1. Selasa, 7 Agustus 2007 pukul 12:03 | #1

    Bukankah kalau setelah melahirkan sang bayi harus disusui. KAlau hamil lagi dalam jangka dekat, asupan gizi terbagi antara bayi yang harus menyusui dan janin.
    Tapi kalau kelepasan gimana ? :)

  2. sari
    Selasa, 7 Agustus 2007 pukul 12:40 | #2

    Mungkin bisa berbeda-beda kasusnya ya. Sebab, aku sendiri ngalami jarak kehamilan yang cukup dekat. Waktu anak pertamaku berumur 10 bulan aku sudah hamil 2 bulan. Jaraknya berarti 8 bulan. Aku baik-baik saja. Alhamdulillah. Kini usia kandunganku genap 8 bulan. Memang agak repot sih, sedang hamil besar masih gendong anak bayi umur setahun setengah :-)

  3. nia
    Kamis, 16 Agustus 2007 pukul 07:20 | #3

    saya ingin tahu patofisiologi jarak kehamilan dekat dengan keguguran

  4. Linda
    Jumat, 17 Agustus 2007 pukul 11:50 | #4

    Ada pengalaman dari seorang teman, jarak kehamilan terlalu dekat berisiko keguguran. Tapi pengalaman teman lainnya malah tidak. Jadi apa kira2 penyabab utama keguguran. Saya khawatir juga nih, karena anak pertama saya baru 10 bulan, sekarang sedang ngidam lagi, hamil 4 minggu…

  5. Selasa, 10 Maret 2009 pukul 10:46 | #5

    istri saya hamil lagi ketika usia anak pertama kami 10 bulan
    tolong dong bagi pengalamannya bu :-(

  6. gustin
    Rabu, 29 April 2009 pukul 21:27 | #6

    saya ibu rumahtangga umur 28th. menikah hampir 4thn dah sudah dkaruniai 3orang putra dan janin 6bln dkandungan….
    waktu anak pertama umur 4bln saya hamil anak ke 2 dan begitu seterusnya. Tp alhamdulillah saya tidak pernah merasakan keluhan fisik maupun psikis.untuk mengatasi kebugaran tubuh saya biasa mengkonsumsi kurma, madu dan habbatus saudah…kalo masalah psikis saya usahakan enjoy aja, jangan berpikiran macam2..kita nikmati apa yg kita alami dan tentunya tidak lelah berdoa untuk kebaikan kita..alhamdulillah anak2 saya lahir dengan normal dan lancar..dan sekarang dapat tumbuh dengan normal dan sehat..yang penting kita harus sabar menerima rizqi berupa anak dan tak lupa kita harus berjuang keras demi anak2 kita baik itu merawatnya, mengasuhnya dan mendidiknya..bagi ibu2 yg bernasib sama seperti saya..jangan pantang menyerah ya..semangat terus…jadilah ibu yang tangguh bagi keluarga kalian…so tak ada kata repot dan susah dalam merawat anak2 karena anak2 adalah aset yang berharga buat kita….:) ;)

  7. nana ajah
    Senin, 26 Oktober 2009 pukul 13:53 | #7

    klo menurut anda gmn klo jaraj kehamilan itu lebih jauh??
    misalnya:anak ke2 sama anak ke3 jaraknya 8 tahun..
    apakah ada resikonya??

  8. Yanti
    Senin, 9 November 2009 pukul 14:18 | #8

    Mohon saran,

    saya mempunyai kerabat berumur kira2 30tahun, dan saat ini sedang hamil muda.
    Yang menjadi perhatian saya adalah bahwa ini adalah kehamilannya yang ke-8.
    Karena menikah di usia muda, kira2 19 tahun. Namun ketujuh putera/i nya persalinannya normal dan sampai sekarang sehat wal’afiat.
    Puteranya yg terakhir saat ini berusia kira2 13 bulan.
    Kerabat saya tersebut memiliki penyakit ashma turunan, sehingga menurun ke beberapa anak2nya.

    Apa resiko dari kehamilan yang rapat tersebut dan kira2 apa yg bisa saya sarankan kepada beliau, untuk menjaga kesehatan dirinya dan janin yang dikandungnya.
    Terima kasih.

  1. Belum ada trackback.