Syukuran 4 Bulan Kehamilan


Assalamualaikum….pak ustadz

Saya mau bertanya, apakah ada hadist tentang acara empat bulanan atau tujuh bulanan yang sering dilakukan oleh orang orang kebanyakan? Apa hukumnya?

Terima kasih atas penjelasan dari ustadz.

Wassalamualaikum. Wr. Wb

Supri Wijayanto
supri_w at eramuslim.com

Jawaban

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Sepanjang apa yang kami ketahui tentang ajaran Islam dan dalil-dalilnya, kami belum pernah menemukan perintah bagi orang hamil untuk mengadakan acara empat bulanan atau tujuh bulanan.

Karena tidak ada perintahnya, maka hukumnya tidak merupakan sunnah, apalagi kewajiban. Tetapi apakah hukumnya menjadi haram atau tidak, di situ para ulama seringkali berbeda pendapat.

Sebagai ulama seringkali mengharamkan segala bentuk aktifitas yang tidak ada dalilnya dari sunnah Rasulullah SAW. Bagi mereka, melakukan semua itu termasuk mengada-ada dalam perkara agama. Istilah yang sering digunakan adalah bid’ah.

Hukumnya haram dan tidak boleh dilakukan. Bahkan ada dosa tersendiri bila melakukan hal itu.

Maka buat kalangan ini, apa pun nama perayaannya, semua bid’ah. Ulang tahun, maulid, tujuh bulan, isra’ mi’raj, nuzulul Quran, halal bi halal dan sederet perayaan lainnya, hukumnya haram. Berdosa kalau dikerjakan.

Namun sebagian ulama lainnya agak sedikit berbeda dalam menilainya. Bagi mereka, perkara-perkara yang tidak ada dasar pensyariatannya belum tentu menjadi haram atau bid’ah. Kecuali bila perkara itu termasuk ke dalam prosesi ritual peribadatan.

Sehingga berbagai bentuk perayaan yang di dalamnya tidak terkait dengan masalah ritual keagamaan, hukumnya tidak haram dan bukan bid’ah. Kecuali bila di dalamnya ada hal-hal yang bertentangan dengan ajaran Islam, seperti syirik, khamar, ikhtilath antara laki dan perempuan, zina, judi, penipuan dan seterusnya. Semua hukumnya haram, namun keharamannya karena memang acaranya adalah sebuah kemungkaran.

Adapun bila acara itu sekedar tidak pernah dilakukan oleh Rasulullah SAW, maka masih jadi ajang perbedaan pendapat. Sebab begitu banyak fenomena sosial yang terdapat di sekeliling kita, namun tidak pernah terjadi di masa Rasulullah SAW. Lalu apakah semua itu bisa dikatakan bid’ah dan pelakunya masuk neraka? Di sinilah para ulama berbeda pendapat sejak dulu sampai kini. Dan akan terus berbeda pendapat entah sampai kapan.

Yang penting buat kita, pendapat mana pun yang kita ikuti, semua punya dasar pemikiran yang telah dipikirkan masak-masak dan telah diijtihadkan oleh para ulama. Maka kurang pada tempatnya bila kita menuduh saudara kita sesat hanya karena dia punya pendapat yang tidak sama dengan pendapat kita.

Wallahu a’lam bishshawab, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc

(eramuslim)

About these ads

103 thoughts on “Syukuran 4 Bulan Kehamilan

  1. Kita sebagai orang islam janganlah terlalu membesar2kan perbedaan sehingga jadi saling ejek, orang kafir akan tertawa sinis pd kita.
    Kalau kita mengadakan acara yg didlmnya baca2 alqur’an, saya kira baik dan ada pahalanya, walaupun tdk hrs 4/7 bln kehamilan, setiap hari juga baik, ada pahalanya, jangan dibilang haram. Soal kita undang orang2 sekeliling kita itu tdk ada salahnya, sifatnya memupuk silatuhrahmi, tapi tentunya klo kita ada uang lebih dan tidak ngutang, klo ngutang ya tentu salah. Saya sendiri punya 2 org anak, tdk pernah adakan 4/7 bln-an, tapi akikah saja, bukan krn tdk ada biaya, tapi malas saja, krn sy dirantau/dinegeri org, hamil sdh cape hrs masak2, mending sy bersedekah utk org tdk mampu seiklas kita, walaupun sy juga ditegor teman kok nggak selamatan, sy cuek aja, yg penting setiap hari sy baca alqur’an, berdoa utk keselamatan, diberi bayi sehat/tdk cacat dsb. Alhamdulillah anak sy sdh besar sehat dan baik. Tapi tentunya kita tdk baik sedikit2 bilang haram, kita hrs hargai perbedaan, lebih baik banyak teman drpd banyak musuh.

  2. seorang sahabat Nabi Shalallahu ‘alaihi wa sallam, Abdullah bin ‘Umar Radhiyallahu Ta’ala ‘Anhu berkata :

    كل بدعة ضلالة وإن رآها الناس حسنة

    “SETIAP BID’AH (PERKARA BARU DALAM AGAMA) ADALAH KESESATAN WALAUPUN DIPANDANG BAIK OLEH MANUSIA” (SYARH USHUL I’TIQAD AHLUS SUNNAH – AL-IMAM AL-LALIKA-I)

  3. subhanalloh semua pendapt tidak akan pernah ada ujungnya semua mengaanggap benar, mudah2an umat islam terus bersatu walaupun perbedaan pendapat ini terus bergulir , yang terpenting kita terus belajar mencari ilmu dan bijaksana menyikapi apa yang terjadi di masyarakat, semoga Alloh meridoi langkah kita.

  4. dari beberapa referensi yang saya pelajari… kegiatan yang sering dikenal dengan istilah “SELAMATAN” (4blnan/7blnan kehamilan, selamatan 1hari, 3 hari, 7hari, 40hari, 100hari, dan 1000hari kematian, dsbx) perlu saudara2q seiman ketahui, bahwa itu semua adalah ajaran yang ada dalam agama hindu, hanya yang membedakan keduanya adalah bacaan dan doa yang ada di dalamnya. dlm Islam cenderung dibacakan tahlil, doa2 dari penggalan ayat2 al-Qur’an dsb.
    apa buktinya? dalam kitab SAMA WEDA terbitan 1979 hal. 373 no.1 yang berbunyi, “Sloka Prastias Mai Pipisatewikwani Widuse Bahra Aranggayama Jekmayipatsiyada Duweni’ Narah” yang artinya “Antarkanlah sesembahan itu pada Tuhanmu yang Maha Mengetahui”.
    dalama agama hindu ada ritual yang namanya Garbawedana (garba=perut, wedana=buncit)yang mana disamna ada upacara 3bulanan, 4bulanan, tingkeban, dll yang didalamnya dibacakan doa2 dan ritual agama. sedang yag dijalankan oleh kebanyakan umat Islam di Jawa ini sama juga kan, bahkan hanya menganggap bahwa itu tradisi turun-temurun tanpa tau jelas asal-usulnya. perlu dipahami juga, walaupun dalam acara 4blnan, 7blnan itu yang dibaca adalah doa2 dan pujian untuk Allah sebagai rasa syukur, itu tetap salah, cz berarti qta udah mempersatukan antara yang HAQ dan yang BATIL.
    sedangkan dalam Islam yang benar dan menurut Sunnahnya adalah menyelenggarakan aqiqah, untuk keselamatan dan sebagainya, menurut saya cukup dengan doa dari sang ibu dan sang bapak dari jabang bayi.
    kemudian, kalau di bilang mengundang tetangga, dan handai tolan untuk berkumpul dan memberi makan itu dibilang shodaqah… perlu diketahui dulu dunk, apa dasarnya???! memberi sesuatu yang baik kepada saudaranya memeng termasuk shadaqah, tapi jika shadaqah itu dicampur dengan suatu ritual lain apalagi secara jelas bahwa ritual itu adalah peninggalan ajaran hindu yang dianut kebantakan masyarakat Indonesia terutama jawa zaman dahulu.
    jadi jangan salahkan orang hindu yang bilang bahwa sesungguhnya Islam dan Hindu itu sebenarnya sama saja.
    dan jangan salahkan orang barat yang dengan mudah menjajah otak kita, cz orang Islam Indonesia ini punya agama tapi apa semua muslim di Indonesia ini mengerti tentang agamanya? sudahkan kalian memahami makna al-Qur’an dan al-Hadits yang sesungguhnya sehingga kalian benar2 paham dengan agama kalian??
    bagaimana bisa memimpin keluarga dan orang banyak jika qta tdk bsa memimpin diri sendiri? jangan marah…. apa hanya dengan bersyahadat kita sudah menjadi muslim seutuhx? enak bangeeeed….
    jangan biarkan orang kafir menertawakan kita semua karena kebodohan dan ketidaktahuan kita. apa solusinya, membaca, mendengarkan dan menelaah semuanya secarah ilmiah, bukan secara filosofis melulu…
    SEMANGAD SEMANGAD SEMANGAD!

  5. menurut saya 4/7 bulanan adalah baik, Apakah menurut saudara-saudara ini adalah buruk menurut Allah (hanya Allah yang tau).
    jika ibu saya menyuruh untuk mengadakan 4/7bulanan, Apakah harus bilang ini tidak baik?
    Mari kita ajari generasi penerus kita untuk punya iman, agar ngerti antara yang benar dan yang salah

  6. Assalamualaikum,
    Tidak ada jaminan org NU akn msk surga,tidak ada jaminan org Muhammadiyah msk surga dan tidak ada jaminan pula golongan2 yg laenya juga masuk surga.Yang dijanjikn msk surga adalah golongan org2 yg berjalan diatas muka bumi ini sesuai dg AlQuran dan hadits. Kita semua adalah muslim,dan muslim itu bersaudara jgn saling menjatuhkan. Golongan,partai,aliran dsb hanya membuat umat muslim menjadi terpecah dan rapuh.
    Mari kita bersatu,rapatkan barisan. Semua ibadah sudah ada takaranya,tdk boleh dilebih2kan atau dikurangi. Sesuatu yg menurut kita baik blm tentu menurut Allah swt baik. Sebagai contoh, Allah memberikn perintah sholat 5 waktu ya jgn ditmbahi mnjdi 10 waktu. Jgn skali2 mnciptakan ibadah2 baru yg menurut akal pikiran kita baik,tp belum tentu baik menurut Allah. Smua ibadah baik yg wajib ataupun yg sunah ada aturanya,ada tatatertibnya. Sholat,puasa,haji,shodakoh bahkan rasa syukur pun ada aturanya sesuai dgn yg dicontohkan nabi. Kalau kita sudh pintar menciptakan ibadah2 baru yg menurut kita baik dan ada pahalanya,buat apa diutus nabi?

  7. permisi numpang koment ya…selagi acara syukuran sebagai bentuk terima kasih kepada allah yah silahkan. caranya bisa macam-macam yang penting tidak bertentangan dengan aturan Allah. 4 bulanan itu kan adat, jangan dianggap sebagai ibadah yang wajib. itu sama saja seperti acara silaturahim warga RT. mau diisi kegiatan apa saja yang penting tidak haram hakikat kegiatan itu ya silahkan termsuk jika kita isi dengan baca quran misalnya, atau sholawatan ya ga apa-apa.menurut para ulama ibadah itu ada yang khusus dan ada yang umum. yang khsusus itu sudah diatur tatacaranya oleh pembuat syariat. kita tidak boleh menambah atau menguranginya. adapun yang umum itu ya bagaimana saja yang penting kegiatannya tidak bertentangan dengan aturan allah dan rasul Nya.

  8. hehe..koq melebar jd NU X Muhammadiyah?? sy Muhammadiyah, dan seumur hidup blm prnh MENG-AGAMA-KAN TRADISI. 4 bulanan, tdk prnh, 7 bulanan tdk prnh, keluarga meninggal jg tdk prnh 3 hari, 7 hari, 40 hari, 100 hari, 1000 hari… karena sy tdk prnh diajarkan hal-hal yg demikian. bg saya, silahkan saja yg mau menjalankan semua RITUAL ADAT tersebut. cm yg sering buat saya berpikir: SEBAGIAN MASYARAKAT KITA (TERUTAMA YG SECARA EKONOMI KURANG MAMPU ATAU BAHKAN TIDAK MAMPU) LEBIH MEMPRIORITASKAN HAL-HAL YG BERSIFAT RITUAL TERSEBUT. PADAHAL UNTUK HIDUP SEHARI-HARI DAN MENYEKOLAHKAN ANAK-ANAK SAJA MEREKA KESULITAN. SEMENTARA, RITUAL-RITUAL TERSEBUT SUDAH (SEPERTI) MENJADI KEWAJIBAN UNTUK DILAKSANAKAN. PADAHAL, BIAYANYA JUGA TIDAK SEDIKIT DAN BERSIFAT MENGHAMBURKAN HARTA. bukankan menurut ajaran ISLAM, memaksakan sesuatu diluar kemampuan adalah tidak disenangi ALLOH. IRONISNYA, HAL-HAL SEPERTI AQIQAH, MALAH SERING DILUPAKAN SAMA SEKALI, ALIAS MEWAJIBKAN YANG TIDAK DIAJARKAN DALAM ISLAM, TAPI MALAH MELALAIKAN YANG SEBENARNYA DIANJURKAN (contoh lain yg terjadi dlm masyarakat: menyembelih kambing saat peringatan 1000 hari adalah seperti sebuah kewajiban, tapi ibadah kurban dilalaikan). ironisnya lagi, pemimpin do’a yg disebut KYAI, dlm setiap kegiatan ritual selalu meminta SEGELAS AIR BENING BERCAMPUR BUNGA yg akan di DO’AKAN dan SETELAH ITU HARUS DILETAKKAN PADA RUANGAN YG TLH DITENTUKAN SELAMA KELUARGA YG BERHAJAT MASIH MELAKSANAKAN RITUALNYA (ini adalah fakta yg terjadi di lingkungan saya, krn di lingkungan saya, hny sy satu-satunya orang Muhammadiyah sementara yg lainya total NU). jadi…????? mohon untuk tdk lagi menggesekkan antara ORMAS Islam yg ada (khususnya NU X Muhammadiyah). bagi kami, TRADISI BUKAN UNTUK DIPERLAKUKAN SEPERTI AGAMA… tp sy pribadi sangat banyak berteman dgn saudara-2 dr NU dan sy selalu menghargai pendapat mereka.

    • mohon maaf sebelumnya .memberi makan kpada orng yg di undang selamatn 4 bulanan 7 bulanan .1 hri setelah kmatian 2 hri 3 hri dsreusnya .itu adalah shodakoh dan shodakoh di anjurkan oleh nabi jadi jgn di anggap bidah .bidah itu ada 2 bid,ah dolalah dan khasanah

      • sepanjang yg aku tau redaksi hadist bunyinya : “kullu bid’atin dholalah” (semua yang bid’ah adlh sesat). jadi TIDAK ADA pembagian bid’ah dolalah dan khasanah.

        Sepanjang tidak ada contoh dari Rosul SAW (dalam hal ibadah) berarti BID’AH. Ingat Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW sudah SEMPURNA, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Maidah :3

    • karo ada orang tua mati itu di ibaratkan Nabi…. bagaikan orang yang tenggelam di lautan dengan meminta tolong……siapa yang di mintai tolong ya tentu yang hidup dong….. maka bagi anak yang sholeh tentu melihat ortunya minta tolong …pasti ditolong tapi gak tau ya klo mereka gak menghiraukan itu… hehehehehe santai mas brow untuk keluarga meninggal jg tdk prnh 3 hari, 7 hari, 40 hari, 100 hari, 1000 hari itu adalah media untuk mengingatkan orang agar mereka ingat kepada orang tuanya, jika sudah ingat tentu mereka akan mendo’akannya, karena mendo’akan orang tua saja kita katang kadang lupa…. untuk itu ulama’ membuat media gimana caranya mereka selalu ingat dan selalu mendo’akan orang tuanya……ahirnya mereka membuat acara keluarga meninggal jg tdk prnh 3 hari, 7 hari, 40 hari, 100 hari, 1000 hari… santai mas…..semoga selalu mendapatkan hidayah amin

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s