Berpuasa saat Hamil


“APA saya boleh berpuasa?” Pertanyaan ini kerap dilontarkan ibu hamil pada tiap kali bulan Ramadan tiba. Terlepas bagaimana ketentuan dalam hukum Islam, spesialis obstetri dan ginekologi dari RS Siloam Gleneagles di Tangerang dr Dachrial Daud mengatakan hal itu boleh saja, ditinjau dari segi kesehatan. “Prinsipnya, puasa bila sanggup saja. Jika tidak, jangan,” ucapnya.

Ia berpatokan pada beberapa pakar yang menyarankan, ibu hamil jangan berpuasa, pada tiga bulan pertama kehamilan, karena mereka sering muntah dan mual. Saat itu, makanan tidak terserap sempurna akibat dipengaruhi hormon. Jadi, mereka disamakan dengan orang sakit yang tak perlu puasa. Apabila kondisinya telah normal, mereka dianjurkan berpuasa. Bahkan, kalau tubuhnya cukup kuat, bisa dilakukan sampai menjelang kelahiran. Namun, andai tak mampu, Dachrial yang lulusan Universitas Hasanuddin, Makassar, menganjurkan mereka untuk berbuka.

Makanan bagi wanita hamil yang berpuasa perlu diatur, karena mereka biasanya makan dalam porsi kecil. Padahal, saat puasa, pasokan makanan terhenti sepanjang siang sampai sore, sehingga makanan yang masuk pun terbatas. Saat berbuka, harus memperbanyak makanan berprotein tinggi, terutama daging. Juga, ketika sahur. Alasannya, karena daging dapat tersimpan sebagai cadangan tenaga dalam waktu panjang. Cadangan ini pula yang diambil oleh janin bila ibu kurang mengonsumsi makanan.

Menurut agama

Prinsip dasar saat melaksanakan semua ajaran Islam adalah, tidak memberatkan para penganutnya. Allah tidak akan membebani seseorang dengan sesuatu, yang orang itu tidak mampu menjalankannya. Maksudnya, ada pengecualiaan atau keringanan bagi orang yang tak mampu atau berhalangan menjalankan kewajiban agamanya. Keringanan pelaksanaan ajaran Islam disebut rukhsoh. Misalnya, dalam menjalankan ibadah puasa wajib di bulan Ramadan, seorang wanita yang sedang hamil diperbolehkan tidak berpuasa, atau tetap menjalankan kewajiban itu. Tergantung pada kondisi dan kemampuannya.

Demikian diungkapkan mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ali Yafie kepada Media beberapa waktu lalu. “Tidak ada paksaan bagi wanita hamil untuk terus berpuasa. Artinya, tergantung pada kemampuan dan kondisi kesehatan. Jika berpuasa terus-menerus selama satu bulan penuh bisa mengganggu pada daya tahan dan kesehatan diri serta masa depan bayinya, maka ia harus berhenti puasanya.”

Sedangkan bagi mereka yang masih mampu berpuasa, maka ia lebih baik melanjutkannya. Bagi wanita hamil tak berpuasa harus mengganti puasanya (qodho) pada hari selain di bulan Ramadan. “Tentu saja jumlah yang digantinya sama hitungan puasa yang ditinggalkan,” jelas Rektor Institut Ilmu Alquran (IIQ) ini.

Satu hal yang penting, lanjut Ali Yafie, wanita hamil itu harus jujur pada dirinya. Maksudnya, jika ia mampu berpuasa, maka ia wajib meneruskan puasanya. Sebaliknya, jika sudah tak mampu jangan memaksanakan diri. Sebab Islam sangat membenci ketidakjujuran, pun Islam tidak memaksa pemeluknya untuk melaksanakan ajaran agama dengan kondisi yang membahayakan keselamatan dirinya.

Sementara itu, Dadang Hawari mengatakan, Islam memberi keringanan pada ibu hamil dan menyusui untuk tidak berpuasa. “Allah SWT memberi keringanan pada ibu hamil untuk tidak berpuasa,” katanya.

Dadang Hawari menjelaskan, ibu hamil atau sedang menyusui sama hukumnya dengan orang dalam perjalanan atau musafir. Bagi seorang musafir diperbolehkan tidak berpuasa. Dalam ajaran Islam, tidak ditentukan pada usia kehamilan ke berapa diperbolehkan tidak menjalankan ibadah puasa. Ketentuan ini ditujukan kepada ibu yang hamil yang tidak mampu atau tidak kuat menahan lapar dan minum, serta khawatir terhadap kesehatan janin yang dikandungnya. Bahkan, bila umur janin baru satu bulan atau ketika memasuki bulan Ramadan mulai hamil, tetapi tidak kuat atau khawatir mengganggu pertumbuhan janin, maka sejak itu pulalah diperbolehkan untuk tidak berpuasa.

Sependapat dengan Ali Yafie, Dadang mengatakan bahwa ibu hamil yang tidak berpuasa diwajibkan membayar puasanya di hari lain, ketika sudah melahirkan atau selesai masa nifas dan sedang tidak menyusui. Tetapi, bila tidak mampu, maka diganti dengan fidyah. Adapun waktu membayar puasa adalah sebelum datang Ramadan berikutnya. (Rse/Dud/Emh/M-7)

Copyright © 2003 Media Indonesia

Hangtuah Digital Library: Minggu, 23 November 2003

About these ads

29 thoughts on “Berpuasa saat Hamil

  1. Saya lg hamil 3bln dg bb 38kg, biasanya saya mual kl telat makan, tp anehnya kl dipake puasa gini malah gak mual. Tp yg susah saya gak bs minum vit.penambah darah karna langsung muntah. Gmn ya agar saya gak anemia

  2. Ini adalah khmilan prtama saya,usia kndungan saya skrang ini 3bulan.di bulan 1-2 saya tidak merasakan mual.tapi pd saat msuk bulan ke-3 mual dan muntah itu sngt trasa.bulan rmadhan ini saya ingin skli menjlankan puasa dg lncar.tp kondisi tdk memungkinkan,aplgi saya bekerja sbg guru TK yg pd bln rmadhan ini ttp bkerja.akhirnya saya memutuskan untuk tdk berpuasa,dismping kondsi saya kekurangn asupan maknan juga cairan krn mkanan tdk mau masuk akibt mual dan eneg,semoga si baby sehat.amiin…:)

  3. Alhamdulillah hr ini dah msk hr yg ke7 dibln rmadhan.Skrg sy mgndng 7bln 2mggu.7hr dah puasa tnpa gngguan..Sy brpikir dl wkt awl hamil pd bln ke2 dn ke3 sy ga bs makan dan minum krn mglmi hiperemesis bhkn brt bdn trn 10 kg jg sy bs brtahan,dan skrg pas puasa ya brarti hrs bs dong apalagi mknny jg dah doyan.. Dedeny jg aktif bgt nich gerakanny..

  4. saat iNi usiA kaNdungAn saya jaLan 8 buLan…
    dan AlhamdulillaH sampai saaT iNi bisa meNjaLankaN puasa deNgan lancaR..
    semoGa dengaN puasa saat hamil meNjadikan bayi kami bayi yaNg shoLeh/shoLehaH dan seLalu berbakTi kepaDa oraNg tua. Amin….

  5. assalamu’alaikum…
    saya sedang hamil kembar 22 minggu, hari pertama puasa alhamdulillah sampe magrib, tapi hari kedua cuma kuat sampe jam satu karena janin gerak terus sampai perut bagian bawah saya sakit. nah hari ketiga ini nyoba lagi puasa.mau tanya kalo ada yang tahu, bahaya ga ya kalo janin gerak terus sampai terasa jendul…jendul.

    • Assalamualaikum..
      saya baru baca tulisan mba..jd pgn sharing..gimana, apa hamilnya baik2 aja waktu itu?(setelah dibawa puasa tahun lalu?).soalnya aku jg punya pengalaman yg sama..entah karena lelah puasa atau bukan, akhirnya,hari itu, bayiku lahir prematur di usianya 27 minggu..mksh

  6. assalamu’alaikum…
    insyaallah puasa saat hamil tidak akan berpengaruh pada janin yg dikandung, jgn takut janin akan kekurangan asupan makanan karena janin akan mengambilnya dari cadangan lemak d tubuh kita..yg penting banyak minum, banyak makan sayur dan buah saat sahur dan berbuka..saya jg berpuasa saat sedang hamil 5 bulan dan alhamdulillah tidak ada keluhan sama sekali dan sekarang bayi saya umur 2 bln sehat…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s