Arsip

Arsip untuk Juli, 2007

Syukuran 4 Bulan Kehamilan

Selasa, 31 Juli 2007 bibilung 19 komentar

Assalamualaikum….pak ustadz

Saya mau bertanya, apakah ada hadist tentang acara empat bulanan atau tujuh bulanan yang sering dilakukan oleh orang orang kebanyakan? Apa hukumnya?

Terima kasih atas penjelasan dari ustadz.

Wassalamualaikum. Wr. Wb

Supri Wijayanto
supri_w at eramuslim.com Read more…

Jangan Tunda Kehamilan Anak Pertama!

Senin, 30 Juli 2007 bibilung 4 komentar

SETIAP pasangan suami istri (pasutri) yang baru menikah, berhak menunda kehamilan. Namun, ada baiknya memilih kontrasepsi yang tepat berdasarkan anjuran dokter, untuk menghindari infertilitas atau sulit hamil pada saat sudah menginginkan kehadiran sang bayi. Pasalnya, tak jarang kesuburan sang wanita jadi berkurang setelah menghentikan penggunaan kontrasepsi. Akibatnya, ya jadi sulit hamil. Perlu diketahui, melahirkan pada usia 35 tahun ke atas berisiko tinggi bagi calon ibu. Read more…

Categories: kehamilan

Berat Badan Ideal untuk Ibu Hamil?

Minggu, 29 Juli 2007 bibilung 2 komentar
Dok, Umur saya 27 tahun, saat ini sedang hamil 7 bulan(jika perhitungan tidak salah, hari pertama haid terakhir saya 17 Apr, dan haid saya lancar dg durasi sekitar 30-35 hari), dan saya menginjak usia 30 minggu hamil. Pada usia 28 minggu berat badan saya 52 kg. Pada usia 12 minggu berat saya 45 kg. Tinggi badan saya 165cm. Jadi saya kelihatan kurus. Tekanan darah normal berkisar 110/70-120/80 selama tes kehamilan. Bayi saya aktif bergerak. Terakhir periksa USG usia 25 minggu plasenta di bawah. Hal ini menyebabkan saya tdk berani melakukan aktifitas senam hamil. Yang saya mau tanyakan berapa berat badan yang baik utk kehamilan saya ini s/d saat melahirkan? Dan bagaimana supaya posisi plasenta tidak menutupi jalan lahir? Apakah bisa dengan pijatan oleh ahli pijat kandungan? Terimakasih atas waktunya. Armerry, 27 tahun

 

Jawaban :
Ananda Armerry, Plasenta letak rendah / di bawah memang lebih berdampak dapat lebih mudah mengalami pendarahan bila ada gerakan-gerakan otot dinding rahim yang bersifat otot polos tak terkontrol saat menanggapi rangsangan yang menimpanya. Sudah bagus ananda ada pengertian dengan mengurangi aktivitas, khususnya yang dapat merangsang rahim. Dari imbangan berat badan (BB) dan tinggi badan (TB) sampai dengan saat kehamilan 28 minggu yang mencapai 52 Kg, ananda ini masih termasuk ‘langsing’! Dalam proses melahirkan yang perlu diperhatikan untuk dapat melahirkan spontan, imbangan ruang panggul kecil dan kepala bayi yang utama, berat badan untuk menjaga stamina saat mendorong bayi lahir, otot-otot kuat dan dapat dikoordinasi secara baik. Proporsi / berat bayi dapat diperhitungkan secara pemeriksaan fisik di klinik biasa dan / atau secara radiologik. Kenaikan BB sampai dengan 10 Kg dari sebelum hamil, masih cukup baik, kalau bisa lebih berat lagi. Perlu ananda perhatikan, dengan TB ananda, BB ideal sebelum ananda hamil itu harusnya 59 Kg, cobalah usahakan naikkan berat badan ananda ini dengan makan teratur dan olah raga. Satu hal lagi yang perlu ananda ingat terus, jangan coba-coba mengurut / merangsang rahim selama hamil pada umur kehamilan kapanpun itu, ini tidak baik. Kalaupun ananda khawatir akan posisi bayi dalam kandungan ananda ini, sebaiknya konsultasi saja ke dokter ahli kandungan. Dokter spesialis kandungan yang sudah ahli bisa memastikan bayi ananda berada dalam posisi dan keadaan yang semestinya pada saat kelahiran. Dan lagi, dokter spesialis kandungan itu punya alat USG yang bisa dengan tepat melihat posisi dan letak bayi dalam rahim, lain halnya dengan ahli pijat yang ananda katakan itu. Sekali lagi jangan sembarangan melakukan pemijatan, sekalipun itu dengan bantuan ahli pijat kandungan, karena pemijatan yang terlalu berlebihan bisa memberi tekanan berlebih pada bayi dan rahim ananda, malah bisa terjadi kelahiran sebelum waktunya. Demikian penjelasan kami untuk pertanyaan ananda yang berikut ini, semoga bisa membantu. MediaSehat

Categories: kehamilan

Kista dan Kehamilan

Sabtu, 28 Juli 2007 bibilung 10 komentar
Saya Ibu muda yang sedang mengandung, usia kehamilan saya 8 minggu setelah di usg selain saya hamil ternyata di rahim saya terdapat kista. yang ingin saya tanyakan adalah 1. apa pengaruh kista pada janin? 2. Apa yang harus saya lakukan selama kehamilan jika dirahim saya terdapat kista 2.4 ( saya tidak begitu paham 2,4cm ataukah 2,4mm)? 3.amankah berhubungan intim dengan suami di usia kehamilan saya ( 8 minggu ) ? atas jawabannya saya ucapkan banyak terimakasih Ny. Dwi, 24 tahun  

 

Jawaban :
Halo Ibu Dwi, mohon maaf atas jawaban yang sangat terlambat ini, karena kami masing-masing memiliki kesibukan dan juga banyaknya pertanyaan yang masuk ke Mediasehat, yang insya Allah kami coba menjawab semua konsultasi satu persatu.

1. Kista Ibu Dwi (kemungkinan besar ukurannya 2,4 cm karena bisa terdeteksi lewat USG) tidak akan mempengaruhi kehamilan Ibu. Justru yang dikhawatirkan, kehamilan-lah yang bisa mempengaruhi kista, karena dengan semakin membesarnya rahim sejalan dengan kehamilan yang Ibu alami, dikuatirkan kista akan pecah atau pertumbuhannya terpuntir, dan bila pecah atau terpuntir maka akan dirasakan nyeri yang amat sangat, dan memerlukan operasi segera.

2. kehamilan dengan kista, yang bisa dilakukan adalah memantau perkembangan kehamilan sekaligus sambil memantau perkembangan kista, apakah ukurannya bertambah besar atau tidak. Jika bertambah besar, sebaiknya diangkat, tapi jika ukurannya tetap, atau bahkan mengecil, maka hal tersebut tidak apa-apa. Pengangkatan kista pada kehamilan dilakukan bila usia kehamilan telah lebih dari 16 minggu, karena pada usia kehamilan tersebut, plasenta telah terbentuk dengan baik. Karena kista sebetulnya adalah hasil ‘bentukan alami’ dari tubuh, maka proses kontrolnya tergantung pada metabolisme hormonal si empunya kista, tidak ada obat atau hal lain yang bisa memperkecil kista.

3. Selama masa kehamilan trimester pertama, memang disarankan sebaiknya tidak melakukan hubungan intim terlebih dahulu, berkaitan dengan hormon prostaglandin yang terdapat dalam sperma. Hormon ini sering mengakibatkan kontraksi pada rahim, sementara pada saat hamil, rahim lebih mudah berkontraksi. Akibatnya dikuatirkan tempat melekatnya ari-ari akan lebih mudah bergeser dan menyebabkan perdarahan. Memasuki masa trimester kedua akan lebih aman bagi janin untuk melakukan hubungan intim.

Semoga jawaban masih bisa membantu memberi informasi yang Ibu butuhkan. Salam dari Mediasehat!

Categories: kehamilan

Bisakah Hamil Jika Menstruasi 3 Bulan Sekali?

Jumat, 27 Juli 2007 bibilung 2 komentar
saya ingin bertanya masalah menstruasi saya tiga bulan sekalil, apakah saya bisa hamil? saya sudah datang ke dokter kandungan, rahim saya bagus,sperma suami saya juga bagus tp sudah 4 thn menikah belum dikaruniai anak. apa karena menstruasi saya yang tidak subur. makasih ya media sehat nina Kristiana, 28 tahun

 Jawaban :

Dear Nina,

Siklus menstruasi yang normal berkisar antara 14 – 35 hari. Jika Anda menstruasi 3 bulan sekali, walaupun tergolong rutin (periode-nya tetap), namun Anda bisa dikategorikan kurang subur (kami tidak suka menggunakan kata ‘tidak subur’, apalagi Anda masih mengalami menstruasi berarti selalu ada harapan).

Jika kondisi kandungan Anda bagus, dan sperma suami pun tergolong bagus, maka cobalah untuk kembali berdiskusi dengan dokter kandungan untuk mendapatkan terapi hormon agar siklus menstruasi Anda menjadi lebih dekat lagi, sehingga jarak periode masa suburnya pun lebih dekat lagi. Jika seluruh kondisi fisik dan hormonal Anda bagus, biasanya tidak ada masalah untuk melakukan terapi hormon, asalkan dilakukan menurut petunjuk dokter.

Semoga jawaban kami bisa memuaskan. Salam dari Mediasehat!

Categories: kehamilan

Ketombe Pada Anak

Jumat, 27 Juli 2007 bibilung 1 comment
Selamat Malam, Anak saya, laki-laki berumur 8 th, mempunyai ketombe yg sangat parah, Kulit kepalanya retak2 dan kadang2 ketombenya mengeras banyak sekali dan membuat rambut jadi kaku, malah pernah sampai membengkak sehingga mengeluarkan cairan seperti susu kental dan akhirnya rambut rontok membuat pitak dibeberapa tempat. Saya membawanya ke dokter kulit, pada saat itu dikatakan bahwa ada virus dan diobati. Setelah itu keadaan membaik, malah sempat kulit kepalanya bersih tampa ketombe, tapi tidak berlangsung lama. Sekarang timbul kembali dan sudah saya bawa dokter namun dokter mengatakan hal tsb beda dengan yg dahulu, sehingga hanya diberikan shampo anti ketombe saja. Saya jadi bingung, karena sampai saat ini belum ada kemajuan juga, malah makin parah, kepalanya mulai pitak lagi, ketombe mengeras banyak sekali. Apa yang harus saya perbuat? Saya ingin sekali berkonsultasi ke Dokter kulit yg bagus, tapi saya tidak tahu, dokter kulit mana yg nagus bisa membantu saya. Terima kasih atas konsultasinya, mudah-mudahan saya bisa mendapatkan jawaban secepatnya. Lenny Effendi, 37 tahun

 

Jawaban :
Ibu Lenny,

Ketombe yang amat parah bahkan sampai menimbulkan pitak-pitak di kepala anak Anda karena rambutnya ikut rontok, sangatlah mengkhawatirkan. Penyebab ketombe memang beraneka ragam, dari mulai kulit kepala yang kering dan pembentukan kulit kepala baru yang terlalu cepat sehingga mendorong kulit mati ke permukaan dalam jumlah banyak, bisa juga akibat adanya infeksi seperti seborrheic dermatitis, dan juga gangguan sistem imun seperti psoriasis, hanya saja psoriasis biasanya ditandai juga dengan adanya penebalan kulit mati di daerah-daerah lain seperti di jidat, leher, tangan, siku, lutut, dan kaki.

Saran kami, cobalah cari pendapat kedua. Ada baiknya Anda mendatangi klinik skincare yang ditangani oleh dokter kulit dan kosmetik, karena biasanya mereka lebih concern terhadap masalah-masalah yang sifatnya kosmetika (penampilan) dan memiliki peralatan pengujian yang lebih lengkap. Biayanya mungkin akan lebih mahal namun patut dicoba. Saat ini di berbagai kota besar sudah banyak berdiri skin care yang cukup besar dan lengkap. Cobalah untuk mencari tahu yang terdekat di kota Anda.

Semoga jawaban kami bisa memuaskan keingintahuan Anda. Salam dari Mediasehat, semoga cepat sembuh! (MediaSehat)

Categories: anak

Susah Mencerna Makanan

Jumat, 27 Juli 2007 bibilung Tinggalkan komentar
Susah Mencerna Makanan Anak saya umur 20 bulan, saat umur 14 bulan tidak mau menyusu, sekarang minumnya susu kaleng. Perkembangan berat badannya sangat sedikit, dalam 1 bulan kadang naik 100-200 gram, kadang turun.Sekarang berat badannya 9,2 Kg. Setiap dia buang air besar, yang keluar apa yang dimakannya (utuh). misal dia abis makan bayam, yang keluar saat buang air ya daun bayam, dia makan jagung yang keluar butiran jagung dan lain sebagainya. Sehari dia BAB antara 3 sampai 6 kali. Kondisinya sehat, agresif dan sangat aktif. Yang saya tanyakan makanan apa yang sebaiknya saya berikan kepada anak saya tersebut? Bagaimana cara mengatasi permasalahan anak saya tersebut? Demikian pertanyaan saya, sebelumnya saya ucapkan terima kasih. SARYADI, 32 tahun

 Jawaban :

Halo Pak Saryadi, sebetulnya membaca surat Bapak, kami jadi agak khawatir, karena sepertinya system pencernaan anak Anda tidak mampu mencerna makanan secara sempurna, akibatnya apa yang ia makan akan keluar lagi dalam bentuk utuh. Kondisi ini jika dibiarkan terus menerus akan berbahaya, karena jika makanan tidak tercerna, artinya nutrisi dalam makanan juga tidak terserap dengan sempurna, akibatnya hampir tidak ada zat gizi yang masuk ke tubuh anak Anda, terbukti dengan kurangnya perkembangan berat badan anak Anda.

Pak Saryadi, proses pencernaan makanan kita sebetulnya dimulai dari mulut, yaitu proses mengunyah. Jika yang menjadi kendala pada anak Anda adalah sulitnya mengunyah makanan (dari cerita Anda bahwa kadang keluar butiran jagung dari fesesnya), ada baiknya anak Anda diberi makanan yang lebih lembut. Cobalah memproses atau memblender sayuran, serta mengganti nasi dengan bubur buatan sendiri. Karena jika tidak dikunyah, makanan akan masuk dalam potongan-potongan besar yang sulit diproses lebih lanjut di lambung dan usus halusnya. Selain itu tambahkan telur rebus yang dihancurkan pada campuran bubur untuk menambah asupan protein dan lemak. Proses ini mungkin akan berjalan agak lama untuk membiasakan anak Anda mencerna makanan dengan baik, namun dengan kesabaran dan ketekunan insya Allah bisa membantu. Untuk susu kaleng, cobalah untuk memberikan susu kaleng yang dilengkapi dengan vitamin dan mineral yang bisa membantu pencernaannya dan juga untuk otaknya.

Cobalah berkonsultasi langsung ke dokter anak untuk memeriksakan kesehatan pencernaannya, karena pada usia di atas satu tahun, umumnya buang airnya sudah normal, setidaknya satu atau dua kali sehari, dan di atas 2 kali sehari bisa dikategorikan diare, yang artinya ada gangguan pada saluran perncernaannya. Jika ada infeksi atau gangguan pada saluran pencernaan, sangatlah mungkin hal tersebut yang mengganggu proses pencernaan dalam tubuh anak Anda tidak bisa berjalan normal. Yang terpenting dari semuanya, jagalah kebersihan dan sanitasi di rumah dan juga lingkungan tempatnya bermain agar tidak sembarang kuman bisa masuk ke dalam tubuhnya.

Semoga jawaban kami bisa membantu Anda, salam dari Mediasehat!

Categories: anak

Cabut Gigi Beresiko Untuk Ibu Hamil Besar?

Jumat, 27 Juli 2007 bibilung 1 comment
Dok, Apakah ada efek sampingnya melakukan pencabutan gigi pada saat sedang hamil besar? Saya pernah dengar ibu hamil yg punya penyakit gigi memiliki resiko lebih besar mendapatkan bayi dg berat badan rendah. Sementara saat ini saya juga mengalami pembekakan gusi dan mengeluarkan darah. Sebab saya memiliki gigi berlubang dan saya sejak usia 10 tahun belum pernah konsultasi ke dokter gigi. Apakah ada cara lain utk mengatasinya? Armerry, 27 tahun  

 

Jawaban :
Dear ananda Armerry, Sepertinya ananda ini cukup tahu banyak hal seputar kehamilan. Penyakit gigi itu dapat mengakibatkan kurangnya nafsu makan yang memerlukan proses mengunyah. Bila sudah demikian dan tidak ada pengalihan konsumsi yang lebih bergizi-tanpa dikunyah (seperti susu, jus, atau semua makanan yang berbentuk cair-tanpa pengunyahan), dan tentunya bila berlangsung lama membuat porsi bahan untuk pertumbuhan janin jadi juga kurang. Dalam keadaan seperti ini, si bayi akan terlebih dahulu ‘menyedot’ depot dari tubuh si ibu. Ini tidak akan jadi masalah kalau si ibu sendiri berbadan gemuk, pasokan makan si janin tercukupi dengan mudah, tapi jika si ibu kurus, tentunya juga akan berdampak langsung ke janin. Kehamilan akan mempengaruhi kerja hormon kehamilan tertentu yang dapat membuat permeabilitas pembuluh darah melebar sehingga sistem peredaran pembuluh darah jadi ikut meningkat. Ini mengakibatkan mudahnya terjadi pendarahan lebih hebat jika terkena “jejas” / ‘injury’ fisik seperti misalnya pada prosedur pencabutan gigi. Gigi berlubang / sakit gigi ataupun sakit gusi, jika belum terjadi komplikasi sakit atau susah mengunyah , jika belum begitu mendesak, atau malah timbul bau mulut, bisa diatasi dulu dengan menjaga kebersihan gigi, gusi dan lidah dengan baik. Gunakan sikat gigi yang lebih lunak tapi bentuk dan kegunaannya efektif. Coba juga berkumur dengan obat kumur / obat penyempit pembuluh darah lokal-sesaat, ekstrak daun sirih atau cengkeh dapat dicoba. Untuk saat ini coba bersabar, kelahiran bayi ananda tinggal 2 bulan lagi, kan ? Setelah anak ananda lahir, silakan saja ananda ke dokter gigi untuk cabut gigi atau untuk berkonsultasi masalah pembengkakan dan pendarahan gusi ananda itu. Tapi kalau memang muncul sakit yang tak tertahankan atau pendarahan gusi yang berlebihan, bisa saja ananda ke dokter gigi, kemungkinan ada unsur rangsang neurogen (persyarafan) yang tak terduga. Demikian penjelasan dari kami, semoga bermanfaat. (dari: MediaSehat)

Categories: kehamilan

Seks yang Aman Selama Kehamilan

Selasa, 24 Juli 2007 bibilung 15 komentar

Selain perubahan fisik, wanita yang sedang hamil biasanya memiliki perubahan kebutuhan akan perhatian dan keintiman dalam hubungan dengan pasangannya. Dari sisi emosianal, wanita hamil lebih sensitif, dan keintiman sudah bisa mereka rasakan lewat sentuhan atau sekedar bicara berdua dengan pasangan di tempat tidur sambil berpegangan tangan, meski begitu hubungan seks sama sekali tidak dilarang selama masa kehamilan. Read more…

Categories: kehamilan

Seksologi: Syarat Nikah, Bisa Hamil? Wah!

Senin, 23 Juli 2007 bibilung 2 komentar

Oleh: Prof.DR.Dr. Wimpie Pangkahila, Sp. And, Dokter Ahli Andrologi dan SeksologiAda lelaki yang mensyaratkan kepada kekasihnya untuk hamil dulu baru bisa menikah. Mereka sudah biasa berhubungan intim selama dua tahun, tetapi tidak hamil juga. Kalau sampai akhir tahun ini belum hamil, pernikahan batal. Bagaimana kalau yang ternyata mandul adalah si lelaki?

Kasus:

“Saya seorang wanita berumur 29 tahun, pacaran selama empat tahun dengan pria berusia 32 tahun. Kami sudah melakukan hubungan seksual sejak 2 tahun terakhir tetapi sampai sekarang belum pernah hamil. Kami sengaja tidak menggunakan pencegahan apa-apa karena pacar ingin saya hamil. Saya khawatir kalau saya tidak hamil juga sampai akhir tahun ini, kami tidak jadi menikah. Pacar saya mau menunggu sampai akhir tahun. Kalau saya tidak hamil juga, kami tidak jadi menikah. Dari awal, pacar saya sudah memberi syarat mau mencari istri yang bisa memberi keturunan. Dia bilang keluarganya menginginkan anak, sehingga hurus menikah dengan wanita yang bisa memberi keturunan. Waktu pacar memberi syarat itu, saya jawab ‘Ya’, karena saya yakin dapat hamil dan memberi keturunan. Saya yakin begitu karena saya merasa sehat, dan saya punya tiga saudara. Keluarga ihu dan ayah juga keluarga besar. Dengan kenyataan ini, saya jadi ragu dan khawatir saya tetap tidak bisa hamil sampai akhir tahun ini. Sebab, saya sudah telanjur merasa sebagai istri walaupun belum menikah. Pacar saya juqa berat kalau harus tidak jadi menikah, tetapi dia harus punya keturunan sesuai permintaan keluarga.

Yang ingin saya tanyakan, mengapa saya tidak bisa hamil juga? Kami melakukan hubungan seks cukup sering, kurang lebih 4 kali dalam seminggu. Namun, saya sangat jarang bisa merasa puas. Kadang-kadang saya kecewa dan jengkel. Apakah karena sangat jaranq bisa puas jadinya saya tidak bisa hamil? Bagaimana caranya agar saya bisa hamil tidak lebih dari tahun ini? Saya malu kalau sampai tidak jadi menikah karena tidak bisa hamil.”

(T.R, Surabaya) Read more…

Categories: kehamilan